|
Puskesmas Cangkringan |
SPO |
NO DOKUMEN : SPO-TND-17 |
|||||||||||||||||||||||||||
|
TGL TERBIT : 01-04-2014 |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
PEMBERIAN IMUNISASI PROFILAKSIS PADA LUKA |
NOMOR REVISI : 00 |
||||||||||||||||||||||||||||
|
HALAMAN : 1 / 2 |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
Dibuat oleh Koordinator R.Tindakan
Iwan Susanto,AMK NIP. 19880617 201101 1 003 |
Disetujui Oleh Management Representative
dr. Dyah Arum R NIP. 19860512 201101 2 002 |
Disahkan Oleh Ka. Pusk Cangkringan
Maryadi, SKM NIP. 19640209 198511 1 001 |
|
||||||||||||||||||||||||||
|
RUANG LINGKUP |
Prosedur ini menetapkan cara dan dosis pemberian imunisasi profilaksis pada luka |
||||||||||||||||||||||||||||
|
TUJUAN |
Pencegahan dan penanganan luka ditangani secara optimal sehingga komplikasi dapat dicegah |
||||||||||||||||||||||||||||
|
KEBIJAKAN |
Pemberian imunisasi profilaksis disesuaikan dengan kondisi luka dan status imunisasinya |
||||||||||||||||||||||||||||
|
PETUGAS |
Dokter Perawat |
||||||||||||||||||||||||||||
|
PERALATAN |
1. Spuit 1 cc 2. Spuit 2,5 cc 3. Timer |
||||||||||||||||||||||||||||
|
PROSEDUR |
1. Klasifikasi luka 2. Pencegahan tetanus (dewasa) meliputi : 2.1 Mencegah terjadinya luka 2.2 Merawat luka secara adekuat. 2.3 Pemberian anti tetanus serum (ATS) dalam beberapa jam setelah luka akan memberikan kekebalan pasif, sehingga mencegah terjadinya tetanusakan memperpanjang masa inkubasi. Umumnya diberikan denga dosis 1500 u intramuskuler setelah dilakukan tes kulit. Bila alergi (setelah skin test) dirujuk ke RS
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
Puskesmas Cangkringan |
SPO |
NO DOKUMEN : SPO-TND-17 |
|||||||||||||||||||||||||||
|
TGL TERBIT : 01-04-2014 |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
PEMBERIAN IMUNISASI PROFILAKSIS PADA LUKA |
NOMOR REVISI : 00 |
||||||||||||||||||||||||||||
|
HALAMAN : 2 / 2 |
|||||||||||||||||||||||||||||
|
PROSEDUR
|
3. Pencegahan Tetanus (anak) 3.1. Imunisasi aktif. Imunisasi dasar DPT diberikan tiga kali sejak usia 2 bulan dengan interval 4-6 minggu, ulangan pada umur 18 bulan dan 5 tahun. 3.2. Pencegahan pada luka 3.2.1. Luka dibersihkan, jaringan nekrotik dan benda asing dibuang 3.2.2. Luka ringan dan bersih · Imunisasi lengkap : tidak perlu ATS · Imunisasi tidak lengkap : imunisasi aktif DPT/DT 3.2.3. Luka sedang / berat dan kotor · Imunisasi (-) / tidak jelas : ATS 1500 U, IM · Imunisasi (+), lamanya sudah 5 tahun: ulangan TT, ATS 1500 Unit, IM
|
||||||||||||||||||||||||||||
|
REFERENSI |
1. Kapita Selekta kedokteran Edisi Ketiga Jilid 2, Media Aesculapius FKUI, 2000 |
||||||||||||||||||||||||||||
No comments:
Post a Comment