|
126 Dinkes Kab Defgh |
PEDIKULOSIS
PUBIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Pedikulosis pubis adalah
penyakit infeksi pada
rambut di daerah pubis dan sekitarnya yang disebabkan
oleh Phthirus pubis. Penyakit ini menyerang orang dewasa dan dapat
digolongkan dalam penyakit akibat hubungan seksual dan menular secara
langsung. Infeksi juga bisa terjadi pada anak-anak yang berasal dari orang
tua mereka dan terjadi di alis, atau bulu mata. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan pedikulosis pbis |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Gatal di daerah pubis dan sekitarnya, dapat meluas
sampai ke daerah abdomen dan dada. Gejala patognomonik lainnya adalah adanya
black dot yaitu bercak-bercak hitam
yang tampak jelas pada celana dalam berwarna putih yang dilihat penderita
pada waktu bangun tidur. Bercak hitam tersebut adalah krusta berasal dari
darah yang sering diinterpretasikan salah sebagai hematuria. Faktor Risiko: 1. Aktif
secara seksual 2. Higiene
buruk 3. Kontak
langsung dengan penderita Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Pada inspeksi ditemukan bercak-bercak yang berwarna
abu-abu atau kebiruan yang disebut makula serulae pada daerah pubis dan
sekitarnya. Kutu dapat dilihat dengan mata telanjang dan juga bisa didapatkan
pembengkakan kelenjar getah bening sekitar. Pemeriksaan Penunjang Mencari telur atau bentuk dewasa P. pubis Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Penegakan diagnosis melalui hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis Banding: 1. Dermatitis
seboroik 2.
Dermatomikosis Komplikasi: - Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Pengobatan topikal : emulsi benzil benzoat 25% yang dioleskan dan
didiamkan selama 24 jam. Pengobatan diulangi 4 hari kemudian, jika belum
sembuh Rencana Tindak Lanjut : Mitra seksual juga diperiksa dan diobati Konseling dan Edukasi 1. Menjaga
kebersihan badan 2. Sebaiknya
rambut kelamin dicukur 3. Pakaian
dalam direbus atau diseterika Kriteria Rujukan : - Peralatan Tidak
diperlukan perlatan khusus
untuk mendiagnosis penyakit pedikulosis pubis. Prognosis Bonam |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment