MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP PEDIKULOSIS KAPITIS

 

125

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

PEDIKULOSIS KAPITIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Pedikulosis  kapitis  adalah  infeksi  dan  infestasi  kulit  kepala  dan rambut   manusia   yang   disebabkan   oleh  kutu  kepala  Pediculus humanus  var  capitis.  Penyakit  ini  terutama  menyerang  anak-anak usia muda dan cepat meluas dalam lingkungan hidup yang padat, misalnya di asrama atau panti asuhan. Ditambah pula dalam kondisi higiene yang tidak baik, misalnya jarang membersihkan rambut atau rambut yang relatif susah dibersihkan (rambut yang sangat panjang pada wanita).

 

Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab, melalui:

1. Kontak fisik erat dengan kepala penderita, seperti tidur bersama.

2. Kontak melalui fomite yang terinfestasi, misalnya pemakaian bersama aksesori kepala, sisir, dan bantal juga dapat menyebabkan kutu menular.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan pedikulosis kapitis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan

Gejala yang paling sering timbul adalah gatal di kepala akibat reaksi hipersensitivitas terhadap saliva kutu saat makan maupun terhadap feses kutu. Gejala dapat pula asimptomatik

 

Faktor Risiko

1.  Status sosioekonomi yang rendah.

2.  Higiene perorangan yang rendah

3. Prevalensi pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria, terutama pada populasi anak usia sekolah.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Lesi kulit terjadi karena bekas garukan, yaitu bentuk erosi dan ekskoriasi. Bila terdapat infeksi sekunder oleh bakteri, maka timbul pus  dan  krusta  yang  menyebabkan  rambut  bergumpal,  disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening regional. Ditemukan telur dan kutu yang hidup pada kulit kepala dan rambut. Telur P. humanus var. capitis paling sering ditemukan pada rambut di daerah oksipital dan retroaurikular.

 

Pemeriksaan Penunjang

Tidak diperlukan.

 

Penegakan Diagnosis (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan menemukan kutu atau telur kutu di kulit kepala dan rambut.

 

Diagnosis Banding

Tinea kapitis, Impetigo krustosa (pioderma), Dermatitis seboroik

 

Komplikasi

Infeksi sekunder bila pedikulosis berlangsung kronis.

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

 

Penatalaksanaan

Pengobatan bertujuan untuk memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati infeksi sekunder.

1.  Sebaiknya rambut pasien dipotong sependek mungkin, kemudian disisir dengan menggunakan sisir serit, menjaga kebersihan kulit kepala dan menghindari kontak erat dengan kepala penderita.

2. Pengobatan topikal merupakan terapi terbaik, yaitu dengan pedikulosid dengan pengobatan Permetrin 1% dalam bentuk cream rinse, dibiarkan selama 2 jam.

 

Pedikulosid sebaiknya tidak digunakan pada anak usia kurang dari 2 tahun.

Cara  penggunaan:  rambut  dicuci  dengan  shampo,  kemudian

dioleskan losio/krim dan ditutup dengan kain. Setelah menunggu sesuai waktu yang ditentukan, rambut dicuci kembali lalu disisir dengan sisir serit.

3. Pada infeksi sekunder yang berat sebaiknya rambut dicukur, diberikan  pengobatan  dengan  antibiotik  sistemik  dan  topikal telebih dahulu, lalu diberikan obat di atas dalam bentuk shampo.

 

Konseling dan Edukasi

Edukasi  keluarga  tentang  pedikulosis  penting  untuk  pencegahan. Kutu kepala dapat ditemukan di sisir atau sikat rambut, topi, linen, boneka kain, dan upholstered furniture, walaupun kutu lebih memilih untuk berada dalam jarak dekat dengan kulit kepala, sehingga harus menghindari pemakaian alat-alat tersebut bersama-sama. Anggota keluarga dan teman bermain anak yang terinfestasi harus diperiksa, namun   terapi   hanya   diberikan   pada   yang  terbukti  mengalami infestasi. Kerjasama semua pihak dibutuhkan agar eradikasi dapat tercapai.

 

Kriteria Rujukan

Apabila terjadi infestasi kronis dan tidak sensitif terhadap terapi yang diberikan.

 

Peralatan

Tidak  diperlukan  peralatan  khusus  untuk  mendiagnosis  penyakit pedikulosis kapitis.

 

Prognosis

Prognosis umumnya bonam.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment

Popular Posts