MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 10, 2026

SOP PARAFIMOSIS

 

66

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

PARAFIMOSIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Parafimosis merupakan kegawatdaruratan karena dapat mengakibatkan  terjadinya  ganggren  yang  diakibatkan  preputium penis yang diretraksi sampai di sulkus koronarius tidak dapat dikembalikan pada kondisi semula dan timbul jeratan pada penis di belakang sulkus koronarius.

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan parafimosis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Keluhan

1. Pembengkakan pada penis

2. Nyeri pada penis

 

Faktor Risiko

Penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction) pada laki-laki yang belum disirkumsisi misalnya pada pemasangan kateter.

 

Pemeriksaan Fisik

1.    Preputium tertarik ke belakang glans penis dan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula

2.    Terjadi eritema dan edema pada glans penis

3.    Nyeri

4.    Jika terjadi nekrosis glans penis berubah warna menjadi biru hingga kehitaman

 

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis berdasarkan gejala klinis dan peneriksaan fisik

 

Diagnosis Banding

Angioedema, Balanitis, Penile hematoma

 

Komplikasi

Bila tidak ditangani dengan segera dapat terjadi ganggren

 

Penatalaksanaan

1. Reposisi secara manual dengan memijat glans selama 3-5 menit. Diharapkan edema berkurang dan secara perlahan preputium dapat dikembalikan pada tempatnya.

2. Dilakukan dorsum insisi pada jeratan

Selanjutnya disarankan untuk sirkumsisi karena dapat berulang

 

Kriteria Rujukan

Bila terjadi tanda-tanda nekrotik segera rujuk ke layanan sekunder.

F. Diagram Alir

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment