|
99 Dinkes Kab Defgh |
MOLUSKUM
KONTAGIOSUM |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Moluskum kontagiosum adalah penyakit yang disebabkan oleh virus poks yang
menginfeksi sel epidermal. Penyakit
ini terutama menyerang anak
dan kadang-kadang juga orang dewasa. Pada orang dewasa, penyakit ini
digolongkan kedalam penyakit akibat hubungan seksual. Penularan melalui
kontak langsung dengan agen penyebab. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan Moluskum
kontagiosum |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan Adanya
kelainan kulit berupa
papul miliar. Masa
inkubasi berlangsung satu sampai beberapa minggu. Faktor Risiko 1.
Terutama menyerang anak dan kadang-kadang juga orang dewasa. 2.
Imunodefisiensi. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik Papul miliar, kadang-kadang lentikular dan
berwarna putih seperti lilin, berbentuk kubah yang kemudian di tengahnya
terdapat lekukan (delle). Jika dipijat akan tampak keluar massa yang berwarna
putih seperti nasi. Lokasi predileksi adalah daerah muka, badan, dan
ekstremitas, sedangkan pada orang dewasa di daerah pubis dan genitalia
eksterna. Kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder sehingga timbul
supurasi. Pemeriksaan Penunjang Bila diperlukan, melakukan tindakan enukleasi
pada papul untuk menemukan badan moluskum. Penegakan Diagnosis (Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Diagnosis Banding Komedo, Miliaria, Karsinoma sel basal nodular Komplikasi Lesi dapat
mengalami infeksi sekunder.
Jika moluskum mengenai kelopak
mata (jarang terjadi), dapat terjadi konjungtivitis kronis. Pada individu
dengan AIDS, moluskum seringkali tidak mudah dikenali, banyak, dan
penatalaksanaannya
membutuhkan ketrampilan khusus. Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan 1.
Pasien perlu menjaga higiene kulit. 2.Pengobatan
dilakukan dengan mengeluarkan massa
yang mengandung badan moluskum dengan menggunakan alat seperti
ekstraktor komedo, jarum suntik, atau alat kuret kulit. Konseling dan Edukasi Penyebaran dalam keluarga sangat jarang
terjadi. Dengan demikian, anggota keluarga tidak perlu terlalu khawatir
terhadap anak/individu dengan penyakit ini. Kriteria Rujukan 1. Tidak ditemukan badan moluskum. 2. Terdapat
penyakit komorbiditas yang
terkait dengan kelainan hematologi. 3. Pasien HIV/AIDS. Peralatan 1.
Lup 2.
Ekstraktor komedo, jarum suntik atau alat kuret kulit Prognosis Prognosis
pada umumnya bonam
karena penyakit ini
merupakan penyakit yang self-limiting. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment