|
51 Dinkes Kab Defgh |
INTOLERANSI
MAKANAN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Intoleransi makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat reaksi tubuh
terhadap makanan tertentu. Intoleransi bukan merupakan alergi makanan. Hal
ini terjadi akibatkekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan
tertentu. Intoleransi terhadap laktosa gula susu, penyedap Monosodium
Glutamat (MSG), atau terhadap antihistamin yang ditemukan di keju lama,
anggur, bir, dan daging olahan. Gejala intoleransi makanan kadang-kadang
mirip dengan gejala yang ditemukan pada alergi makanan. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan intoleransi makanan |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis Gejala-gejala yang mungkin terjadi adalah
tenggorokan terasa gatal, nyeri perut, perut kembung, diare, mual, muntah,
atau dapat disertai kram perut. Faktor predisposisi Makanan yang sering menyebabkan intoleransi,
seperti: 1. Terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten 2. Protein susu sapi 3. Hasil olahan jagung 4. MSG Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan nyeri tekan
abdomen, bising usus meningkat dan mungkin terdapat tanda-tanda dehidrasi. Pemeriksaan Penunjang : - Penegakan Diagnostik (Assessment) a. Diagnosis
Klinis Diagnosis
ditegakkan berdasar anamnesis dan pemeriksaan fisik. b. Diagnosis
Banding Pankreatitis,
Penyakit Chrons pada illeum terminalis, Sprue Celiac, Penyakit whipple,
Amiloidosis, Defisiensi laktase, Sindrom Zollinger- Ellison, Gangguan paska
gasterektomi, reseksi usus halus atau kolon c. Komplikasi
Dehidrasi Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan dapat berupa 1. Pembatasan nutrisi tertentu 2. Suplemen vitamin dan mineral 3. Suplemen enzim pencernaan |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment