MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 13, 2026

SOP GLAUKOMA AKUT

 


GLAUKOMA AKUT

http://dinkes.ciamiskab.go.id/wp-content/uploads/2015/11/lambangbarupkm-324x235.jpg

SOP

No. Dokumen   :

SOP/VII/UKP/     /16

No. Revisi         :

Tanggal Terbit  :4 April 2016

Halaman           :1/4

Puskesmas

.

 

...

1.      Pengertian

No. ICPC-2 : F93 Glaucoma

No. ICD-10 : H40.2 Primary angle-closure glaucoma

Tingkat Kemampuan 3B

Masalah Kesehatan

Glaukoma akut adalah glaukoma yang diakibatkan peninggian tekanan intraokular yang mendadak. Glaukoma akut dapat bersifat primer atau sekunder. Glaukoma primer timbul dengan sendirinya pada orang yang mempunyai bakat bawaan glaukoma, sedangkan glaukoma sekundertimbul sebagai penyulit penyakit mata lain ataupun sistemik. Umumnya penderita glaukoma telah berusia lanjut, terutama bagi yang memiliki risiko. Bila tekanan intraokular yang mendadak tinggi ini tidak diobati segera akan mengakibatkan kehilangan penglihatan sampai kebutaan yang permanen.

2.      Tujuan

Semua pasien yang datang ke Puskesmas Banyumas mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prosedur

3.      Kebijakan

Keputusan Kepala Puskesmas Banyumas Nomor 068/C.VII/04/16/006 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Banyumas

4.      Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5.      Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

1.    Mata merah

2.    Tajam penglihatan turun mendadak

3.    Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke kepala

4.    Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat tinggi)

 

Faktor Risiko

Bilik mata depan yang dangkal

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

1.    Visus turun

2.    Tekanan intra okular meningkat

3.    Konjungtiva bulbi: hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi silier, injeksi konjungtiva

4.    Edema kornea

5.    Bilik mata depan dangkal

6.    Pupil mid-dilatasi, refleks pupil negatif

 

Gambar Injeksi silier pada glaucoma

 

Pemeriksaan Penunjang

Tidak dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan oftalmologis.

 

Diagnosis Banding:

1.    Uveitis Anterior

2.   

2/4

 
Keratitis

3.    Ulkus Kornea

 

 

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan kasus glaukoma pada layanan tingkat pertama bertujuan menurunkan tekanan intra okuler sesegera mungkin dan kemudian merujuk ke dokter spesialis mata di rumah sakit.

1.    Non-Medikamentosa

Pembatasan asupan cairan untuk menjaga agar tekanan intra okular tidak semakin meningkat

2.    Medikamentosa

a.    Asetazolamid HCl 500 mg, dilanjutkan 4 x 250 mg/hari.

b.    KCl 0.5 gr 3 x/hari.

c.     Timolol 0.5%, 2 x 1 tetes/hari.

d.    Tetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4-6 x 1 tetes sehari

e.    Terapi simptomatik.

 

Konseling dan Edukasi

Memberitahu keluarga bahwa kondisi mata dengan glaukoma akut tergolong kedaruratan mata, dimana tekanan intra okuler harus segera diturunkan

 

Kriteria Rujukan

Pada glaukoma akut, rujukan dilakukan setelah penanganan awal di layanan tingkat pertama.

 

Peralatan

1.    Snellen chart

2.    Tonometri Schiotz

3.    Oftalmoskopi

 

Prognosis

1.    Ad vitam : Bonam

2.   

3/4

 
Ad functionam : Dubia ad malam

3.    Ad sanationam : Dubia ad malam

 

 

6.      Bagan Alir

Oval: Plan
Oval: Subjective

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7.      Unit Terkait

Pemeriksaan Umum, R.Tindakan, KIA-KB-Imunisasi

8.      Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4/4

 
 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER