MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP GAGAL JANTUNG

 

 

Puskesmas

Cangkringan

SPO

NO DOKUMEN         : SPO-BPU-42

TANGGAL TERBIT   : 01-04-2014

GAGAL JANTUNG

NOMOR REVISI       : 00

HALAMAN                : 1/2

Dibuat oleh

Koordinator

BP. Umum

 

 

 

dr. Fuad Sri N

 NIP. 19800921 201001 1 014

Disetujui Oleh

Management Representative

 

 

 

dr. Dyah Arum R

NIP. 19860512 201101 2 002

Disahkan Oleh

Ka. Pusk Cangkringan

 

 

 

 

Maryadi, SKM

NIP. 19640209 198511 1 001

 

RUANG LINGKUP

Protap ini mencakup diagnosis dan tata laksana gagal jantung.

TUJUAN

Memberikan tata laksana yang tepat pada pasien gagal jantung.

KEBIJAKAN

Berlaku untuk semua pasien gagal jantung.

PETUGAS

1.    Dokter

2.    Perawat

PERALATAN

1.   Tensimeter                        

2.   Stetoskop

PROSEDUR

1.    Pengertian

Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologis berupa kelainan pada fungsi jantung, sehingga jantung tidak mampu memompa darah memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan.

2.    Manifestasi klinis

2.1.    Gagal jantung dapat berupa tanda gagal jantung kiri atau kanan yang dapat muncul bertahap tetapi dapat pula mendadak dengan tanda udem paru akut

2.2.     Gagal jantung kiri ditandai dengan :

2.2.1.   Sesak nafas setelah suatu kerja fisik

2.2.2.   Batuk atau paroxysmal nocturnal dispneu

2.2.3.   Mungkin tampak pulsasi karotis yang melemah

2.2.4.   Terdengar bunyi jantung III dan IV

2.3.     Gagal jantung kanan ditandai dengan :

2.3.1.   Udem dipergelangan kaki yang bersifat pitting.

2.3.2.   Pembesaran hati

2.3.3.   Lemah

2.3.4.   Mungkin nyeri di seperempat kanan atas perut

2.3.5.   Asites (tahap lanjut)

2.4.     Gagal jantung akut : biasanya  suatu gagal jantung kiri yang ditandai udem paru akut yaitu :

2.4.1.   Sesak nafas berat dan nafas cepat

2.4.2.   Batuk saat berbaring

2.4.3.   Sianosis

3.    Penatalaksanaan:

3.1.     Istirahat sesuai dengan beratnya penyakit

3.2.     Gejala yang berat : berbaring setengah duduk

 

 

 

 

Puskesmas

Cangkringan

SPO

NO DOKUMEN         : SPO-BPU-42

TANGGAL TERBIT   : 01-04-2014

GAGAL JANTUNG

NOMOR REVISI       : 00

HALAMAN                : 2/2

 

PROSEDUR

3.3.     Aktifitas fisik disesuaikan dengan kemampuan jantungnya

3.4.     Membatasi asupan garam

3.5.     Gagal jantung dengan tanda bendungan yang menonjol, berikan diuretik furosemid tablet 1 – 2 x 40 mg (dapat diberikan tanpa digitalis bila tidak ada takikardia).

3.6.     Bila diuretik digunakan bersama digitalis perlu diberikan KCL 500 mg 1 – 3 kali sehari secara oral.

3.7.     Pada gagal jantung yang lebih berat mungkin diperlukan digitalis. Digitalisasi sebaiknya dilakukan secara lambat dengan digoksin 0,25 mg/hari.

3.8.     Gagal jantung yang lebih berat Rujuk ke Rumah Sakit

3.9.     Penderita jantung yang menunjukkan keluhan dalam keadaan istirahat atau disertai gejala udem paru perlu dirujuk ke rumah sakit, sebelumnya diberi dulu furosemid, KCL, dan digoksin (0,25mg/hr).

3.10. Bila mungkin berikan oksigen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas hal 72 - 73, DEPKES RI, 2007

No comments:

Post a Comment