MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP DISPEPSIA

 

 

DISPEPSIA

 

 

 

 

 

 

Puskesmas

Abcde

 

SOP

Nomor

:440/C/VII/SOP/7/2018/00..

Terbit ke

:01

No.Revisi

:00

Tgl.Terbit

: 01/07/2018

Halaman

: 1 -1

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

 

1.Pengertian

Dispepsia adalah kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa penuh atau cepat kenyang dan sendawa.

2. Tujuan

Sebagai acuan petugas untuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan dispepsia.

3.  Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor  .....tentang Pemberian Layanan Klinis.

4. Referensi

Permenkes No. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.

5.Alat dan Bahan

1.Kartu rekam medis

2.Alat tulis

3.Tensimeter

4.Stetoskop

5.obat antasida

6.Prosedur

1.Petugas memanggil pasien sesuai dengan nomor antrian.

2.Petugas mengecek identitas pasien sesuai dengan kartu rekam medis pasien.

3.Petugas menjaga privasi pasien.

4.Petugas melakukan anamnesis ( keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat sekarang dahulu, riwayat alergi dan riwayat penyakit keluarga).

5.Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang diperlukan.

6.Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan/ yang sesuai.

7.Jika diperlukan petugas melakukan pemeriksaan penunjang.

8.Petugas menegakkan diagnosa dan atau differential diagnosis berdasarkan  hasil anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan).

9.Petugas memberikan terapi sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan

a.Antasida

∙ dosis dewasa: 1-2 tablet tiap 6-8 jam atau 5-10 ml tiap 6-8 jam

  dosis anak: ½ tablet  tiap 6-8 jam atau 2,5-5 ml tiap 6-8 jam

Diminum saat perut kosong ( 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan dan sebelum tidur ).

b.Ranitidin atau cimetidin atau omeprasol

 

  Ranitidin:

    dosis dewasa: 150 mg tiap 12 jam atau 300 mg sebelum tidur, selama 4-8 minggu

    dosis anak:

       3-12 tahun: 2-4 mg/kgBB tiap 12 jam ( 2-4 minggu)

      >12 tahun = dosis dewasa

 

∙ Cimetidin:

    dosis dewasa:400 mg tiap 12 jam

 

∙ Omeprazol:

    dosis dewasa: 10-20 mg tiap 24 jam

     minum segera sebelum makan

c.Ansiolitik/antidepresan

∙ Diazepam:

   dosis dewasa: 5-30 mg dalam dosis terbagi ( maksimal 40 mg/hari)

 

  Aprazolam:

     dosis dewasa: 0,25-0,5 mg tiap 8 jam

      dosis lansia: diawali 0,25 mg tiap 8-12 jam

Dosis maksimal 3 g/hari

 

   Amitriptilin:

  Diminum sebelum tidur

     dosis dewasa:25-50 mg

      dosis anak:

        <6 tahun: 10 mg

        >6 tahun: 10-25 mg

 

10.Petugas memberikan edukasi kepada pasien:

    ∙ Psikoterapi suportif

    ∙ Psikoterapi perilaku

11.Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi (Rumah Sakit).

12.Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke sub unit farmasi.

13.Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesi, pemeriksaan, diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien.

14.Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas simpus untuk dientery.

15.Petugas mendokumentasi hasil pemeriksaan, diagnosa dan terapi yang sudah tercatat dalam rekam medis ke data simpus.

7.Diagram Alir

 

8.Hal-hal yang perlu diperhatikan

 

9. Unit Terkait

1.Ruang Pemeriksaan Umum

2.Ruang Farmasi

3.Ruang Laboratorium

4.Ruang Gizi

10.Dokumen Terkait

1.Kartu Rekam Medis

2.Buku Register

3.Formulir Rujukan

4.Simpus data


No comments:

Post a Comment