MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP DIARE AKUT

LOGO_KABUPATEN_KLATEN.png

PENANGANAN DIARE AKUT

logo-puskesmas.png

SOP

No. Dokumen

:

…………

No. Revisi

:

…………

Tanggal Terbit

:

…………

Halaman

:

…………

PUSKESMAS

KLATEN SELATAN

 

drg. E Dwi Atmanti Nuswantari

NIP. 19630717 199303 2 002

A.    Pengertian

Diare akut adalah buang air besar lembek/cair konsistensinya encer, lebih sering dari biasanya disertai berlendir, bau amis, berbusa bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya dan berlangsung kurang dari 7 hari.

B.    Tujuan

Sebagai acuan dalam memberikan tata laksana diare akut pada pasien

C.   Kebijakan

SK Kepala Puskesmas Klaten Selatan No. I/UKP/001/2016 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Klaten Selatan

D.   Referensi

Buku Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2011

E.    Alat dan Bahan

1.    ATK

2.    Rekam Medis

3.    Tensimeter

4.    Stetoskop

5.    Thermometer

6.    Jam tangan

F.    Langkah-Langkah

1.    Perawat memanggil pasien

2.    Perawat mencocokkan identitas pasien dengan RM

3.    Perawat menyapa pasien dan atau keluarganya

4.    Perawat mempersilahkan pasien duduk

5.    Perawat menanyakan keluhan pasien

6.    Perawat melakukan anamnesa, meliputi :

6.1.     Berapa kali BAB dalam 1 hari?

6.2.     Apakah disertai lendir ?

6.3.     Apakah konsistensi BAB encer?

6.4.     Apakah pasien haus?

6.5.     Mulai kapan pasien merasakan keluhan ?

6.6.     Apakah mengalami keluhan lain ?

7.    Perawat melakukan Vital Sign yang meliputi

7.1.     Tekanan Darah

7.2.     Suhu

7.3.     Nadi

7.4.     Respiratory

7.5.     Berat Badan

8.    Perawat mencatat hasil anamnesa dan vital sign di rekam medis pasien

9.    Perawat memberikan catatan rekam medis kepada dokter

10. Dokter memeriksa :

10.1.Apakah ada tanda utama: kesadaran, rasa haus, turgor kulit abdomen ?

10.2.Apakah ada tanda tambahan: ubun-ubun besar cekung atau tidak, mata cekung atau tidak, ada atau tidaknya air mata, kering atau tidaknya mukosa mulut, bibir dan lidah ?

Penilaian dehidrasi penderita diare :

10.2.1.  Tanpa dehidrasi ( kehilangan cairan < 5% berat badan ):

4.7.1.1    Tidak ditemukan tanda utama dan tanda tambahan

4.7.1.2    Keadaan umum baik, sadar

4.7.1.3    Tanda vital dalam batas normal

4.7.1.4    Ubun-ubun besar tidak cekung, mata tidak cekung, airmata ada, mukosa mulut dan bibir basah

4.7.1.5    Turgor abdomen baik, bising usus normal

4.7.1.6    Akral hangat

4.7.1.7    Pasien dapat dirawat di rumah kecuali bila terdapat komplikasi lain ( tidak mau minum, muntah terus, diare yang frekuen)

10.2.2.  Dehidrasi ringan ( kehilangan cairan 5-10 % berat badan):

4.7.2.1    Bila didapatkan 2 tanda utama ditambah 2atau lebih tanda tambahan

4.7.2.2    Keadaan umum gelisah/cengeng

4.7.2.3    Ubun-ubun besar sedikit cekung, mata sedikit cekung, airmata kurang, mukosa mulut dan bibir sedikit kering

4.7.2.4    Turgor menurun

4.7.2.5    Akral hangat

4.7.2.6    Pasien harus dirawat inap

10.2.3.  Dehidrasi berat (kehilangan cairan tubuh >10% berat badan):

4.7.3.1    Apabila didapatkan dua tanda utama ditambah dengan dua atau lebih tanda tambahan

4.7.3.2    Keadaan umum lemah, letargi atau koma

4.7.3.3    Ubun-ubun sangat cekung, mata sangat cekung, airmata tidak ada, mukosa mulut dan bibir sangat kering

4.7.3.4    Turgor buruk

4.7.3.5    Akral dingin

11. Dokter mencatat hasil dan menuliskan resep di rekam medis pasien

12. Dokter menulis obat di lembar resep :

12.1. Pemberian cairan disesuaikan derajat dehidrasi

Ü Tanpa dehidrasi : cairan rumah tangga dan ASI diberikan semaunya, oralit diberikan sesuai usia setiap kali BAB atau muntah dengan dosis:  kurang dari 1 tahun : 50-100 cc, 1–5 tahun                  : 100 - 200 cc, > 5 tahun : semaunya

Ü Dehidrasi tidak berat (ringan-sedang)        

     Rehidrasi dengan oralit 75 cc/kgBB dalam 3 jam pertama dilanjutkan pemberian kehilangan cairan yang sedang berlangsung sesuai umur seperti diatas tiap kali BAB

Ü Dehidrasi berat : rujuk rumah sakit

12.2. Antibiotik diberikan sesuai hasil pemeriksaan laboratorium (bila ada indikasi), bila tidak memungkinkan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab maka adanya darah dalam tinja (bentuk disentri) bisa dijadikan indikasi pemberian antibiotik (sebagai pilihan : kotrimoxazol, amokcisillin), anti parasit : metronidazol

12.3. Nutrisi : pasien tidak boleh dipuasakan, makanan diberikan sedkit-sedkit tapi sering (± 6x sehari), rendah serat, buah-buahan dierikan terutama pisang.

13. Dokter menyarankan pasien

13.1.1.          Upayakan ASI tetap diberikan

13.1.2.          Kebersihan perorangan, lingkungan

13.1.3.          Imunisasi campak

13.1.4.          Memberikan makanan penyapihan yang benar

13.1.5.          Penyediaan air minum yang bersih

13.1.6.          Selalu memasak makanan yang benar

14. Dokter memberikan resep kepada pasien

15. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil obat di Ruang Obat

G.   Unit Terkait

Poli Umum, KIA, Ruang Pendaftaran, Apotik

No comments:

Post a Comment