|
|
PENANGANAN DIARE AKUT |
|
|||
|
SOP |
No.
Dokumen |
: |
………… |
||
|
No.
Revisi |
: |
………… |
|||
|
Tanggal
Terbit |
: |
………… |
|||
|
Halaman |
: |
………… |
|||
|
PUSKESMAS KLATEN
SELATAN |
|
drg.
E Dwi Atmanti Nuswantari NIP.
19630717 199303 2 002 |
|||
|
A. Pengertian |
Diare akut
adalah buang air besar lembek/cair konsistensinya encer, lebih sering dari
biasanya disertai berlendir, bau amis, berbusa bahkan dapat berupa air saja
yang frekuensinya lebih sering dari biasanya dan berlangsung kurang dari 7
hari. |
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan dalam memberikan tata
laksana diare akut pada pasien |
|
C. Kebijakan |
SK Kepala Puskesmas Klaten Selatan
No. I/UKP/001/2016 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Klaten Selatan |
|
D. Referensi |
Buku Pedoman Pengobatan Dasar di
Puskesmas 2011 |
|
E. Alat
dan Bahan |
1. ATK 2. Rekam
Medis 3. Tensimeter 4. Stetoskop 5. Thermometer 6. Jam
tangan |
|
F. Langkah-Langkah |
1.
Perawat
memanggil pasien 2.
Perawat
mencocokkan identitas pasien dengan RM 3.
Perawat
menyapa pasien dan atau keluarganya 4.
Perawat
mempersilahkan pasien duduk 5.
Perawat
menanyakan keluhan pasien 6.
Perawat
melakukan anamnesa, meliputi : 6.1.
Berapa kali
BAB dalam 1 hari? 6.2.
Apakah
disertai lendir ? 6.3.
Apakah
konsistensi BAB encer? 6.4.
Apakah
pasien haus? 6.5.
Mulai kapan
pasien merasakan keluhan ? 6.6.
Apakah
mengalami keluhan lain ? 7.
Perawat
melakukan Vital Sign yang meliputi 7.1.
Tekanan
Darah 7.2.
Suhu 7.3.
Nadi 7.4.
Respiratory
7.5.
Berat Badan 8.
Perawat
mencatat hasil anamnesa dan vital sign di rekam medis pasien 9.
Perawat
memberikan catatan rekam medis kepada dokter 10. Dokter memeriksa : 10.1.Apakah ada
tanda utama: kesadaran, rasa haus, turgor kulit abdomen ? 10.2.Apakah ada
tanda tambahan: ubun-ubun besar cekung atau tidak, mata cekung atau tidak,
ada atau tidaknya air mata, kering atau tidaknya mukosa mulut, bibir dan
lidah ? Penilaian dehidrasi penderita diare : 10.2.1. Tanpa dehidrasi ( kehilangan cairan < 5% berat
badan ): 4.7.1.1 Tidak ditemukan tanda utama dan tanda tambahan 4.7.1.2 Keadaan umum baik, sadar 4.7.1.3 Tanda vital dalam batas normal 4.7.1.4 Ubun-ubun besar tidak cekung, mata tidak cekung,
airmata ada, mukosa mulut dan bibir basah 4.7.1.5 Turgor abdomen baik, bising usus normal 4.7.1.6 Akral hangat 4.7.1.7 Pasien dapat dirawat di rumah kecuali bila terdapat
komplikasi lain ( tidak mau minum, muntah terus, diare yang frekuen) 10.2.2.
Dehidrasi
ringan ( kehilangan cairan 5-10 % berat badan): 4.7.2.1 Bila didapatkan 2 tanda utama ditambah 2atau lebih
tanda tambahan 4.7.2.2 Keadaan umum gelisah/cengeng 4.7.2.3 Ubun-ubun besar sedikit cekung, mata sedikit cekung,
airmata kurang, mukosa mulut dan bibir sedikit kering 4.7.2.4 Turgor menurun 4.7.2.5 Akral hangat 4.7.2.6 Pasien harus dirawat inap 10.2.3.
Dehidrasi
berat (kehilangan cairan tubuh >10% berat badan): 4.7.3.1 Apabila didapatkan dua tanda utama ditambah dengan dua
atau lebih tanda tambahan 4.7.3.2 Keadaan umum lemah, letargi atau koma 4.7.3.3 Ubun-ubun sangat cekung, mata sangat cekung, airmata
tidak ada, mukosa mulut dan bibir sangat kering 4.7.3.4 Turgor buruk 4.7.3.5 Akral dingin 11. Dokter mencatat hasil dan menuliskan resep di
rekam medis pasien 12. Dokter menulis obat di lembar resep : 12.1. Pemberian
cairan disesuaikan derajat dehidrasi Ü Tanpa dehidrasi : cairan rumah tangga dan ASI diberikan
semaunya, oralit diberikan sesuai usia setiap kali BAB atau muntah dengan
dosis: kurang dari 1 tahun : 50-100
cc, 1–5 tahun : 100 -
200 cc, > 5 tahun : semaunya Ü Dehidrasi tidak berat (ringan-sedang) Rehidrasi dengan oralit 75 cc/kgBB dalam 3 jam pertama
dilanjutkan pemberian kehilangan cairan yang sedang berlangsung sesuai umur
seperti diatas tiap kali BAB Ü Dehidrasi berat : rujuk rumah sakit 12.2. Antibiotik diberikan sesuai
hasil pemeriksaan laboratorium (bila ada indikasi), bila tidak memungkinkan
pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab maka adanya darah dalam
tinja (bentuk disentri) bisa dijadikan indikasi pemberian antibiotik (sebagai
pilihan : kotrimoxazol, amokcisillin), anti parasit : metronidazol 12.3. Nutrisi : pasien tidak boleh
dipuasakan, makanan diberikan sedkit-sedkit tapi sering (± 6x sehari), rendah
serat, buah-buahan dierikan terutama pisang. 13. Dokter menyarankan pasien 13.1.1.
Upayakan
ASI tetap diberikan 13.1.2.
Kebersihan
perorangan, lingkungan 13.1.3.
Imunisasi
campak 13.1.4.
Memberikan
makanan penyapihan yang benar 13.1.5.
Penyediaan air minum yang
bersih 13.1.6.
Selalu
memasak makanan yang benar 14. Dokter memberikan resep kepada pasien 15. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil obat
di Ruang Obat |
|
G. Unit
Terkait |
Poli Umum, KIA, Ruang Pendaftaran,
Apotik |

No comments:
Post a Comment