|
129 Dinkes Kab Defgh |
DERMATITIS
KONTAK IRITAN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Dermatisis kontak iritan (DKI) adalah reaksi peradangan kulit
non-imunologik. Kerusakan kulit terjadi secara langsung tanpa didahului oleh
proses sensitisasi. DKI dapat dialami oleh semua orang tanpa memandang usia,
jenis kelamin, dan ras. Penyebab munculnya dermatitis jenis ini adalah bahan
yang bersifat iritan, misalnya bahan pelarut, deterjen, minyak pelumas, asam,
alkali, dan serbuk kayu yang biasanya berhubungan dengan pekerjaan. |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan dermatitis kontak iritan |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
1. Memberikan
penjelasan kepada pasien tentang Dermatisis kontak iritan dan cara
pencegahannya dengan menghindari faktor resiko. 2. Pemberian
topikal steroid betametason valerat krim 0,1 % selama 2 minggu 3. Pemberian
obat oral loratadin 1 x 10 mg per hari
selama maksimal 2 minggu. 4. Pasien
perlu mengidentifikasi faktor risiko, menghindari bahan-bahan yang bersifat
iritan, baik yang bersifat kimia, mekanis, dan fisis, memakai sabun dengan pH
netral dan mengandung pelembab, serta memakai alat pelindung diri untuk
menghindari kontak iritan saat bekerja. 5. Jika ada
infeksi bakteri dapat diberikan antibiotik topikal atau antibiotik sistemik
bila lesi luas. 6. Dilakukan
rujukan apabila kelainan tidak membaik dalam 4 minggu setelah pengobatan
standar dan sudah menghindari kontak. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment