|
135 Dinkes Kab Defgh |
ACNE
VULGARIS RINGAN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Akne vulgaris adalah penyakit peradangan
kronis dari folikel pilosebasea yang diinduksi dengan peningkatan produksi
sebum, perubahan pola keratinisasi, peradangan, dan kolonisasi dari bakteri Propionibacterium
acnes. Sinonim untuk penyakit ini adalah jerawat. Umumnya insidens
terjadi pada wanitausia 14-17 tahun, pria16-19 tahun lesi yang utama adalah
komedo dan papul dan dapat dijumpai pula lesi beradang. Pada anak wanita,akne
vulgaris dapat terjadi pada premenarke. Setelah masa remaja kelainan ini
berangsur berkurang, namun kadang-kadang menetap sampai dekade ketiga
terutama pada wanita. Ras oriental (Jepang, Cina, Korea) lebih jarang
menderita akne vulgaris dibandingkan dengan ras kaukasia (Eropa, Amerika). |
||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan acne vugaris ringan |
||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
||||||
|
E. Prosedur |
Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan berupa erupsi kulit polimorfi di lokasi
predileksi, disertai rasa nyeri atau gatal namun masalah estetika umumnya
merupakan keluhan utama. Faktor Risiko: Usia remaja, stress emosional, siklus menstruasi,
merokok, ras, riwayat akne dalam keluarga, banyak makan makanan berlemak dan
tinggi karbohidrat Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective) Pemeriksaan Fisik Tanda patognomonis Komedo
berupa papul miliar
yang ditengahnya mengandung sumbatan sebum, bila berwarna
hitam disebut komedo hitam (black comedo, open comedo) dan bila berwarna
putih disebut komedo putih atau komedo tertutup (white comedo, close comedo).
Erupsi kulit polimorfi dengan gejala predominan salah satunya, komedo, papul
yang tidak beradang dan pustul, nodus dan kista yang beradang. Tempat predileksi adalah di muka, bahu, dada bagian
atas, dan punggung bagian atas. Lokasi kulit lain misalnya di leher, lengan
atas, dan kadang-kadang glutea. Gradasi yang menunjukan berat ringannya penyakit
diperlukan bagi pilihan pengobatan. Gradasi akne vulgaris adalah sebagai
berikut: 1. Ringan,
bila: a. Beberapa
lesi tak beradang pada satu predileksi b. Sedikit
lesi tak beradang pada beberapa tempat predileksi c. Sedikit
lesi beradang pada satu predileksi 2. Sedang,
bila: a. Banyak
lesi tak beradang pada satu predileksi b. Beberapa
lesi tak beradang pada lebih dari satu predileksi c. Beberapa
lesi beradang ada satu predileksi d. Sedikit
lesi beradang pada lebih dari satu predileksi 3. Berat,
bila: a. Banyak
lesi tak beradang pada lebih dari satu predileksi b. Banyak lesi beradang pada satu atau lebih
predileksi Keterangan: Sedikit bila
kurang dari 5, beberapa bila 5-10, banyak bila lebih dari10 lesi Tak beradang :
komedo putih, komedo hitam, papul Beradang
: pustul, nodus, kista Pada pemeriksaan ekskohleasi sebum, yaitu
pengeluaran sumbatan sebum dengan komedo ekstraktor (sendok Unna) ditemukan
sebum yang menyumbat folikel tampak sebagai massa padat seperti lilin atau
massa lebih lunak
seperti nasi yang
ujungnya kadang berwarna hitam. Pemeriksaan Penunjang Umumnya tidak diperlukan. Penegakan Diagnostik (Assessment) Diagnosis Klinis Ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaaan
fisik. Diagnosis Banding Erupsi akneiformis, Akne venenata, Rosasea,
Dermatitis perioral Penatalaksanaan (Plan) Penatalaksanaan meliputi usaha untuk mencegah
terjadinya erupsi (preventif) dan usaha untuk menghilangkan jerawat yang
terjadi (kuratif). Pencegahan yang dapat dilakukan : 1.
Menghindari terjadinya peningkatan
jumlah lipid sebum
dan perubahan isi sebum dengan cara : a.Diet
rendah lemak dan
karbohidrat. Meskipun hal
ini diperdebatkanefektivitasnya,namun
bila pada anamnesis menunjang, hal ini dapat
dilakukan. b. Melakukan perawatan kulit dengan membersihkan
permukaan kulit. 2. Menghindari terjadinya faktor pemicu terjadinya
akne, misalnya : a. Hidup
teratur dan sehat,
cukup istirahat, olahraga,
sesuai kondisi tubuh, hindari stress. b. Penggunaan kosmetika secukupnya, baik banyaknya
maupun lamanya. c. Menjauhi
terpacunya kelenjar minyak,
misalnya minuman keras, makanan
pedas, rokok, lingkungan yang tidak sehat dan sebagainya. d.
Menghindari polusi debu, pemencetan lesi yang tidak legeartis, yang
dapat memperberat erupsi yang telah terjadi. Pengobatan
akne vulgaris ringan
dapat dilakukan dengan memberikan farmakoterapi seperti : 1. Topikal Pengobatan topikal dilakukan untuk mencegah
pembentukan komedo, menekan peradangan
dan mempercepat penyembuhan
lesi. Obat topikal terdiri dari : a. Retinoid Retinoidtopikal merupakan obat andalan untuk
pengobatan jerawat karena dapat menghilangkan komedo, mengurangi pembentukan
mikrokomedo, dan adanya efek antiinflamasi. Kontraindikasi obat ini yaitu
pada wanita hamil, dan wanita usia subur harus
menggunakan kontrasepsi yang
efektif. Kombinasi retinoid topikal dan antibiotik topikal
(klindamisin) atau benzoil
peroksida lebih ampuh
mengurangi jumlah inflamasi dan
lesi non-inflamasi dibandingkan dengan retinoid monoterapi. Pasien yang memakai kombinasi
terapi juga menunjukkan tanda-tanda
perbaikan yang lebih cepat. b. Bahan
iritan yang dapat mengelupas kulit (peeling), misalnya sulfur (4-8%), resorsinol (1-5%),
asam salisilat (2-5%), peroksida benzoil
(2,5-10%), asam vitamin
A (0,025-0,1%), asam azelat
(15-20%) atau asam alfa hidroksi (AHA) misalnya asma glikolat (3-8%). Efek
samping obat iritan dapat dikurangi dengancarapemakaian
berhati-hatidimulai dengan
konsentrasi yang paling rendah. c. Antibiotik
topikal: oksitetrasiklin 1% atau klindamisin fosfat1%. d.
Antiperadangan topikal: hidrokortison 1-2,5%. 2. Sistemik Pengobatan sistemik ditujukan untuk menekan
aktivitas jasad renik disamping juga
mengurangi reaksi radang,
menekan produksi sebum. Dapat diberikan antibakteri sistemik, misalnya
tetrasiklin 250 mg-1g/hari, eritromisin 4x250 mg/hari. Pemeriksaan Penunjang Lanjutan Pada umumnya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang.
Konseling dan Edukasi Dokter perlu memberikan informasi yang tepat pada
pasien mengenai penyebab penyakit, pencegahan, dan cara maupun lama
pengobatan, serta prognosis penyakitnya. Hal ini penting agar penderita tidak
mengharap berlebihan terhadap usaha penatalaksanaan yang dilakukan. Kriteria rujukan Akne vulgaris sedang sampai berat. Peralatan Komedo ekstraktor (sendok Unna) Prognosis Prognosis
umumnya bonam. akne
vulgaris umumnya sembuh sebelum mencapai usia 30-40 an. |
||||||
|
F. Diagram Alir |
menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment