MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

SOP ACNE VULGARIS RINGAN

 

135

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

ACNE VULGARIS RINGAN

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Akne vulgaris adalah penyakit peradangan kronis dari folikel pilosebasea yang diinduksi dengan peningkatan produksi sebum, perubahan pola keratinisasi, peradangan, dan kolonisasi dari bakteri Propionibacterium acnes. Sinonim untuk penyakit ini adalah jerawat. Umumnya insidens terjadi pada wanitausia 14-17 tahun, pria16-19 tahun lesi yang utama adalah komedo dan papul dan dapat dijumpai pula lesi beradang. Pada anak wanita,akne vulgaris dapat terjadi pada premenarke. Setelah masa remaja kelainan ini berangsur berkurang, namun kadang-kadang menetap sampai dekade ketiga terutama pada wanita. Ras oriental (Jepang, Cina, Korea) lebih jarang menderita akne vulgaris dibandingkan dengan ras kaukasia (Eropa, Amerika).

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan acne vugaris ringan

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis (Subjective)

 

Keluhan berupa erupsi kulit polimorfi di lokasi predileksi, disertai rasa nyeri atau gatal namun masalah estetika umumnya merupakan keluhan utama.

 

Faktor Risiko:

Usia remaja, stress emosional, siklus menstruasi, merokok, ras, riwayat akne dalam keluarga, banyak makan makanan berlemak dan tinggi karbohidrat

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

 

Pemeriksaan Fisik

Tanda patognomonis

Komedo   berupa   papul   miliar   yang   ditengahnya   mengandung sumbatan sebum, bila berwarna hitam disebut komedo hitam (black comedo, open comedo) dan bila berwarna putih disebut komedo putih atau komedo tertutup (white comedo, close comedo). Erupsi kulit polimorfi dengan gejala predominan salah satunya, komedo, papul yang tidak beradang dan pustul, nodus dan kista yang beradang.

Tempat predileksi adalah di muka, bahu, dada bagian atas, dan punggung bagian atas. Lokasi kulit lain misalnya di leher, lengan atas, dan kadang-kadang glutea.

 

Gradasi yang menunjukan berat ringannya penyakit diperlukan bagi pilihan pengobatan. Gradasi akne vulgaris adalah sebagai berikut:

1.  Ringan, bila:

a.  Beberapa lesi tak beradang pada satu predileksi

b.  Sedikit lesi tak beradang pada beberapa tempat predileksi

c.  Sedikit lesi beradang pada satu predileksi

2.  Sedang, bila:

a.  Banyak lesi tak beradang pada satu predileksi

b.  Beberapa lesi tak beradang pada lebih dari satu predileksi

c.  Beberapa lesi beradang ada satu predileksi

d.  Sedikit lesi beradang pada lebih dari satu predileksi

3.  Berat, bila:

a.  Banyak lesi tak beradang pada lebih dari satu predileksi b.  Banyak lesi beradang pada satu atau lebih predileksi

 

Keterangan:

Sedikit bila  kurang dari 5, beberapa bila 5-10, banyak bila lebih dari10 lesi

Tak beradang :  komedo putih, komedo hitam, papul

Beradang       :  pustul, nodus, kista

 

Pada pemeriksaan ekskohleasi sebum, yaitu pengeluaran sumbatan sebum dengan komedo ekstraktor (sendok Unna) ditemukan sebum yang menyumbat folikel tampak sebagai massa padat seperti lilin atau massa  lebih  lunak  seperti  nasi  yang  ujungnya  kadang  berwarna hitam.

 

Pemeriksaan Penunjang

Umumnya tidak diperlukan.

 

Penegakan Diagnostik (Assessment)

 

Diagnosis Klinis

Ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaaan fisik.

 

Diagnosis Banding

Erupsi akneiformis, Akne venenata, Rosasea, Dermatitis perioral

 

Penatalaksanaan (Plan)

Penatalaksanaan meliputi usaha untuk mencegah terjadinya erupsi (preventif) dan usaha untuk menghilangkan jerawat yang terjadi (kuratif).

 

Pencegahan yang dapat dilakukan :

1.  Menghindari  terjadinya  peningkatan  jumlah  lipid  sebum  dan perubahan isi sebum dengan cara :

a.Diet   rendah   lemak   dan   karbohidrat.   Meskipun   hal   ini diperdebatkanefektivitasnya,namun  bila  pada  anamnesis menunjang, hal ini dapat dilakukan.

b. Melakukan perawatan kulit dengan membersihkan permukaan kulit.

2. Menghindari terjadinya faktor pemicu terjadinya akne, misalnya :

a. Hidup  teratur  dan  sehat,  cukup  istirahat,  olahraga,  sesuai kondisi tubuh, hindari stress.

b. Penggunaan kosmetika secukupnya, baik banyaknya maupun lamanya.

c. Menjauhi  terpacunya  kelenjar  minyak,  misalnya  minuman keras, makanan pedas, rokok, lingkungan yang tidak sehat dan sebagainya.

d.  Menghindari polusi debu, pemencetan lesi yang tidak legeartis, yang dapat memperberat erupsi yang telah terjadi.

 

Pengobatan    akne    vulgaris    ringan    dapat    dilakukan    dengan memberikan farmakoterapi seperti :

1.  Topikal

Pengobatan topikal dilakukan untuk mencegah pembentukan komedo,  menekan  peradangan  dan  mempercepat penyembuhan lesi. Obat topikal terdiri dari :

a.  Retinoid

Retinoidtopikal merupakan obat andalan untuk pengobatan jerawat karena dapat menghilangkan komedo, mengurangi pembentukan mikrokomedo, dan adanya efek antiinflamasi. Kontraindikasi obat ini yaitu pada wanita hamil, dan wanita usia          subur  harus  menggunakan  kontrasepsi  yang  efektif. Kombinasi retinoid topikal dan antibiotik topikal (klindamisin) atau benzoil  peroksida  lebih  ampuh  mengurangi  jumlah inflamasi dan lesi non-inflamasi dibandingkan dengan retinoid monoterapi.         Pasien yang memakai kombinasi terapi  juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang lebih cepat.

b.  Bahan iritan yang dapat mengelupas kulit (peeling), misalnya sulfur (4-8%),   resorsinol   (1-5%),   asam   salisilat   (2-5%), peroksida  benzoil  (2,5-10%),  asam  vitamin  A  (0,025-0,1%), asam azelat (15-20%) atau asam alfa hidroksi (AHA) misalnya asma glikolat (3-8%). Efek samping obat iritan dapat dikurangi dengancarapemakaian berhati-hatidimulai    dengan konsentrasi yang paling rendah.

c.  Antibiotik topikal: oksitetrasiklin 1% atau klindamisin fosfat1%.

d.  Antiperadangan topikal: hidrokortison 1-2,5%.

2.  Sistemik

Pengobatan sistemik ditujukan untuk menekan aktivitas jasad renik   disamping   juga   mengurangi   reaksi   radang,   menekan produksi sebum. Dapat diberikan antibakteri sistemik, misalnya tetrasiklin 250 mg-1g/hari, eritromisin 4x250 mg/hari.

 

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan

 

Pada umumnya tidak diperlukan pemeriksaan penunjang. Konseling dan Edukasi

Dokter perlu memberikan informasi yang tepat pada pasien mengenai penyebab penyakit, pencegahan, dan cara maupun lama pengobatan, serta prognosis penyakitnya. Hal ini penting agar penderita tidak mengharap berlebihan terhadap usaha penatalaksanaan yang dilakukan.

 

Kriteria rujukan

Akne vulgaris sedang sampai berat.

 

Peralatan

Komedo ekstraktor (sendok Unna)

 

Prognosis

Prognosis   umumnya   bonam.   akne   vulgaris   umumnya   sembuh sebelum mencapai usia 30-40 an.

F. Diagram Alir

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment