MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Thursday, March 12, 2026

POA (PLAN OF ACTION) HIV

 

 

POA

(PLAN OF ACTION)

HIV

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

  1.1       LATAR BELAKANG

 

Human Immunodeficiency Virus (HIV) di sebabkan oleh virus yang di sebut HIV, yaitu sejenis virus yang ada dalam darah manusia yang dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga pengidapnya mdah terserang infeksi lain, seperti tuberculosis, sariawan dan diare yang berkepanjangan. Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. Hal ini memerlukan peran aktif multi pihak baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya penanggulangan HIV dan AIDS dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, yang menyangkut area pencegahan, pengobatan, mitigasi dampak dan pengembangan lingkungan yang kondusif.

Lingkup kegiatan program HIV / AIDS adalah melakukan konseling pada penderita dan keluarga, pemeriksaan HIV / AIDS pada petugas kesehatan di wilayah kerja Bareng, pemeriksaan HIV / AIDS pada keluarga penderita suspek.

 

Dengan masih adanya penderita HIV / AIDS di kabupaten Jombang, maka perlu disusun POA untuk memudahkan petugas tehnis lapangan agar apa yang menjadi tujuan peningkatan upaya kesehatan masyarakat yang optimal dapat tercapai.

 

 

  1.2     TUJUAN

 

 

A.    TUJUAN UMUM

 

 

Masyarakat umum lebih mengetahui tentang pengertian HIV, cara pencegahan dan penularannya serta peran serta masyarakat dalam penangulangan penyakit HIV AIDS

 

 

 

 

 

 

B.    TUJUAN KHUSUS

 

1.     Memiliki ilmu tentang pengetahuan HIV maka masyarakat akan mengurangi stigma pada ODHA yang ada di lingkungan masyarakat

2.      Dengan adanya poli VCT maka akan mengetahui status hiv seseorang akan di ketahui lebih dini

3.     Tersedianya data penderita HIV/AIDS sehingga memudahkan penanganannya   
 ke depan agar lebih baik
  Untuk memprediksi dan mencegah terjadinya KLB HIV / AIDS di wilayah kerja    
  Puskesmas Bareng

 

BAB II

KEADAAN UMUM DAN DATA DEMOGRAFI

 

             Kecamatan Bareng merupakan wilayah kabupaten Jombang dengan luas wilayah sebesar 5421,20 Ha terletak di ketinggian 90 meter diatas permukaan laut, dengan suhu sekitar 230 C – 300 C. Terdiri dari 13 desa, 52 dusun, 115 RW, 306 RT dengan ibukota kecamatan berada di wilayah desa Bareng .  Wilayah kerja Puskesmas Bareng adalah seluruh wilayah Puskesmas Bareng karena Puskesmas Bareng adalah satu-satunya Puskesmas yang ada di kecamatan Bareng. Puskesmas Bareng terletak di jalan raya Dr. Sutomo no. 47 Bareng kabupaten Jombang, yang berjarak ± 200 m dari kantor kecamatan Bareng, 30 mKm dari ibukota kabupaten Jombang , dan 80 Km dari ibukota propinsi Jawa timur. Batas wilayah kerja Puskesmas Bareng sebagai berikut:

·       Utara         : kecamatan Mojowarno

·       Selatan      : Kecamatan Kandangan

·       Timur        : kecamatan Wonosalam

·       Barat         : kecamatan Ngoro

Tata guna lahan :

·       Pemukiman:    529 Ha

·       Tegal          : 2.215 Ha

·       Sawah        : 2.613,20 Ha

·       Hutan         :      64 Ha

 Dengan bentuk wiayah :

·       Dataran sampai berombak                        : 44%

·       Berombak sampai berbukit           : 56%

 Jarak pusat pemerintahan wilayah dengan:

·       Desa/kelurahan terjauh                 :   8 Km (15 menit)

·       Ibukota kabupaten                        : 30 Km (30 Menit)

·       Ibukota propinsi                            : 80 Km ( 2 jam)

 

 

BAB III

ANALISA HASIL KEGIATAN

 

 

HIV/ AIDS di puskesmas Bareng selama tahun 2014

            Jumlah kasus               : 11 orang

            Dirawat inap               : -

            Dilaporkan                  : 11 orang

            Meninggal                   : 2   orang

 

Jenis kegiatan yang sudah dilakukan selama 2014 :

  1. Konseling pada penderita dan keluarga.
  2. Penyuluhan di sekpolah – sekolah tingkat SMP,SMA mengenai HIV/AIDS
  3. Pendampingan perawatan jenazah pada pasien HIV AIDS

 

PERMASALAHAN :

a.     Masyarakat belum mengetahui cara perawatan jenasah penderita HIV/ AIDS.

b.     Pasien penderita HIV AIDS merasa di kucilkan di lingkungan masyarakat

c.     Kurangnya pengetahuan masyarakat atau pelajar tentang pengetahuan HIV AIDS

d.     Terkendalanya pemeriksaan HIV pada ibu hamil dan keluarga penderita suspek karena puskesmas bareng belum bisa melaksanakan pemeriksaan HIV

    1. Kurangnya sarana untuk perawatan jenazah pasien HIV

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

RENCANA KEGIATAN PROGRAM HIV TAHUN 2016

 

 

NO

KEGIATAN

URAIAN KEG

SASARAN

1

Penyuluhan HIV

Sosialisasi pengetahuan HIV cara

Pencegahan dan penularan

Masyarakat/pelajar

2

Pemeriksaan HIV

Pemeriksaan semua ibu hamil dan

Penderita suspek

Masyarakat

3

Kunjungan ke rumah ODHA

Memberikan dukungan moral

Kepada ODHA

ODHA

 

 

Jenis kegiatan yang akan dilakukan pada tahun 2016 :

 

  1. Konseling pada penderita dan keluarga.
  2. Pemeriksaan HIV/ AIDS pada  keluarga penderita suspek.
  3. Penyuluhan di sekolah – sekolah tingkat SMP,SMA mengenai HIV/AIDS

 

RENCANA PEMECAHAN MASALAH:

 

v  Bekerjasama dengan lawyer suport dari LSM bila ada penderita suspek atau positif HIV yang meninggal dunia untuk perawatan jenasah.

v  Pengajuan peralatan perawatan jenasah ke dinas kesehatan.

v  Melakukan kunjungan BABke rumah ODHA untuk memberikan dukungan moral dan keteraturan minum obat

v  Melakukan pemeriksaan berkala untuk petugas kesehatan yang beresiko tertular AIDS.

v  Melakukan penyuluhan pengetahuan tentang HIV AIDS, pencegahan dan penularannya

v  Merujuk pasien ke poli VCT RSUD Jombang yang di duga Suspect HIV / AIDS

v  Pengajuan pendirian poli VCT ke dinas kesehatan agar bisa melaksanakan pemeriksaan HIV tanpa harus lagi merujuk pasien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

 

5.1 KESIMPULAN

 

1. Hasil kegiatan program HIV tahun 2013 memenuhi target dari SPM yang
             telah ditentukan yaitu 100%

2. Secara garis besar tidak ada kendala dalam penanganan penderita HIV

   tetapi masalah- masalah tehnis masih sering terjadi

 

5.2    SARAN

 

1.   Untuk bidan desa segera melapor/ koodinasi dengan pemegang program HIV jika ada warga yang di curigai suspek

  1. Perlu adanya koordinasi antar petugas pemegang program HIV jika di temukan penderita HIV yang periksa di tempat lain
  2. Diharapkan Dinas kesehatan memberikan persetujuan di bentuknya poli VCT di puskesmas bareng agar lebih mudah mendeteksi lebih dini status HIV seseorang

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment