POA
(PLAN OF ACTION)
HIV
![]()
![]()
![]()
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Human Immunodeficiency Virus (HIV) di sebabkan
oleh virus yang di sebut HIV, yaitu sejenis virus yang ada dalam darah manusia
yang dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga pengidapnya mdah terserang
infeksi lain, seperti tuberculosis, sariawan dan diare yang berkepanjangan. Strategi
penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko
penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak sosial
dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar
individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. Hal
ini memerlukan peran aktif multi pihak baik pemerintah maupun masyarakat
termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya
penanggulangan HIV dan AIDS dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, yang
menyangkut area pencegahan, pengobatan, mitigasi dampak dan pengembangan
lingkungan yang kondusif.
Lingkup kegiatan program HIV
/ AIDS adalah melakukan konseling pada penderita dan keluarga, pemeriksaan HIV
/ AIDS pada petugas kesehatan di wilayah kerja Bareng, pemeriksaan HIV / AIDS
pada keluarga penderita suspek.
Dengan masih adanya
penderita HIV / AIDS di kabupaten Jombang, maka perlu disusun POA untuk
memudahkan petugas tehnis lapangan agar apa yang menjadi tujuan peningkatan
upaya kesehatan masyarakat yang optimal dapat tercapai.
1.2 TUJUAN
A.
TUJUAN UMUM
Masyarakat umum lebih mengetahui tentang
pengertian HIV, cara pencegahan dan penularannya serta peran serta masyarakat
dalam penangulangan penyakit HIV AIDS
B.
TUJUAN KHUSUS
1. Memiliki ilmu tentang pengetahuan HIV maka
masyarakat akan mengurangi stigma pada ODHA yang ada di lingkungan masyarakat
2. Dengan adanya poli VCT maka akan mengetahui status hiv seseorang akan di ketahui
lebih dini
3. Tersedianya data penderita HIV/AIDS sehingga
memudahkan penanganannya
ke depan agar lebih baik
Untuk memprediksi dan mencegah terjadinya KLB HIV / AIDS di wilayah
kerja
Puskesmas Bareng
BAB II
KEADAAN UMUM DAN DATA DEMOGRAFI
Kecamatan Bareng
merupakan wilayah kabupaten Jombang dengan luas wilayah sebesar 5421,20 Ha
terletak di ketinggian 90 meter diatas permukaan laut, dengan suhu sekitar 230 C – 300 C. Terdiri dari 13
desa, 52 dusun, 115 RW, 306 RT dengan ibukota kecamatan berada di wilayah desa
Bareng . Wilayah kerja Puskesmas Bareng
adalah seluruh wilayah Puskesmas Bareng karena Puskesmas Bareng adalah satu-satunya
Puskesmas yang ada di kecamatan Bareng. Puskesmas Bareng terletak di jalan raya
Dr. Sutomo no. 47 Bareng kabupaten Jombang, yang berjarak ± 200 m dari kantor
kecamatan Bareng, 30 mKm dari ibukota kabupaten Jombang , dan 80 Km dari
ibukota propinsi Jawa timur. Batas wilayah kerja Puskesmas Bareng sebagai
berikut:
· Utara
: kecamatan Mojowarno
· Selatan
: Kecamatan Kandangan
· Timur
: kecamatan Wonosalam
· Barat
: kecamatan Ngoro
Tata guna lahan :
· Pemukiman: 529 Ha
· Tegal
: 2.215 Ha
· Sawah
: 2.613,20 Ha
· Hutan
:
64 Ha
Dengan bentuk wiayah :
· Dataran sampai berombak : 44%
· Berombak sampai berbukit : 56%
Jarak
pusat pemerintahan wilayah dengan:
· Desa/kelurahan terjauh : 8 Km
(15 menit)
· Ibukota kabupaten : 30 Km (30 Menit)
· Ibukota propinsi : 80 Km ( 2 jam)
BAB III
ANALISA HASIL KEGIATAN
HIV/ AIDS di puskesmas
Bareng selama tahun 2014
Jumlah kasus : 11 orang
Dirawat inap : -
Dilaporkan : 11 orang
Meninggal : 2 orang
Jenis kegiatan yang
sudah dilakukan selama 2014 :
- Konseling pada penderita dan keluarga.
- Penyuluhan di sekpolah – sekolah tingkat
SMP,SMA mengenai HIV/AIDS
- Pendampingan perawatan jenazah pada pasien
HIV AIDS
PERMASALAHAN :
a. Masyarakat belum mengetahui cara perawatan
jenasah penderita HIV/ AIDS.
b. Pasien penderita HIV AIDS merasa di
kucilkan di lingkungan masyarakat
c. Kurangnya pengetahuan masyarakat atau
pelajar tentang pengetahuan HIV AIDS
d. Terkendalanya pemeriksaan HIV pada ibu
hamil dan keluarga penderita suspek karena puskesmas bareng belum bisa
melaksanakan pemeriksaan HIV
- Kurangnya sarana untuk perawatan jenazah
pasien HIV
BAB IV
RENCANA KEGIATAN PROGRAM HIV
TAHUN 2016
|
NO |
KEGIATAN |
URAIAN KEG |
SASARAN |
|
1 |
Penyuluhan HIV |
Sosialisasi pengetahuan
HIV cara Pencegahan dan penularan |
Masyarakat/pelajar |
|
2 |
Pemeriksaan HIV |
Pemeriksaan semua ibu
hamil dan Penderita suspek |
Masyarakat |
|
3 |
Kunjungan ke rumah ODHA |
Memberikan dukungan moral Kepada ODHA |
ODHA |
Jenis kegiatan
yang akan dilakukan pada tahun 2016 :
- Konseling pada penderita dan keluarga.
- Pemeriksaan HIV/ AIDS pada keluarga penderita suspek.
- Penyuluhan di sekolah – sekolah tingkat
SMP,SMA mengenai HIV/AIDS
RENCANA PEMECAHAN MASALAH:
v Bekerjasama dengan lawyer suport dari LSM
bila ada penderita suspek atau positif HIV yang meninggal dunia untuk perawatan
jenasah.
v Pengajuan peralatan perawatan jenasah ke
dinas kesehatan.
v Melakukan kunjungan BABke rumah ODHA untuk
memberikan dukungan moral dan keteraturan minum obat
v Melakukan pemeriksaan berkala untuk
petugas kesehatan yang beresiko tertular AIDS.
v Melakukan penyuluhan pengetahuan tentang
HIV AIDS, pencegahan dan penularannya
v Merujuk pasien ke poli VCT RSUD Jombang
yang di duga Suspect HIV / AIDS
v Pengajuan pendirian poli VCT ke dinas
kesehatan agar bisa melaksanakan pemeriksaan HIV tanpa harus lagi merujuk
pasien
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
1. Hasil kegiatan program HIV tahun 2013 memenuhi target dari SPM yang
telah ditentukan yaitu 100%
2. Secara garis besar tidak ada kendala dalam
penanganan penderita HIV
tetapi
masalah- masalah tehnis masih sering terjadi
5.2 SARAN
1. Untuk bidan desa segera melapor/ koodinasi
dengan pemegang program HIV jika ada warga yang di curigai suspek
- Perlu
adanya koordinasi antar petugas pemegang program HIV jika di temukan
penderita HIV yang periksa di tempat lain
- Diharapkan
Dinas kesehatan memberikan persetujuan di bentuknya poli VCT di puskesmas
bareng agar lebih mudah mendeteksi lebih dini status HIV seseorang
No comments:
Post a Comment