MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 6, 2026

PANDUAN TERAPI LATIHAN

 

PANDUAN TERAPI  LATIHAN

 

A.    DEFINISI

              Terapi latihan adalah suatu usaha pengobatan dalam fisioterapi yang dalam pelaksanaanya mengunakan latihan – latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif. Terapi latihan adalah suatu usaha untuk mempercepat penyembuhan dari suatu injury atau penyakit tertentu yang telah merubah cara

hidup yang normal

Adapun tujuan dari terapi latihan adalah mencegah gangguan fungsi, mengembangkan, memperbaiki, mengembalikan dan memelihara :
1.Kekuatan     otot.
2.Daya  tahan  dan     kebugaran     kardiovaskuler
3.Mobility        dan     flexibility
4.Stabilitas
5.Rileksasi
6.Koordinasi, keseimbangan dan kemampuan fungsional.

 

B.    RUANG LINGKUP

                Terapi latihan yang merupakan salah satu modalitas fisioterapi diberikan pada gangguan penurunan kekuatan otot/kelemahan, gangguan gerak sendi,gangguan koordinasi maupun kemampuan fungsional dari grup otot, gangguan gerak dari otot dan tulang,gangguan sirkulasi darah.

Adapun teknik yang digunakan

a)    Gerak aktif (active movement)

Yaitu bentuk latihan dimana gerakan yang terjadi akibat kontraksi otot

Dari otot yang bersangkutan tanpa pengaruh dari luar.disini pasien bergerak secara aktif.bisa dilakukan secara grup atau individual otot.

b)    Gerak pasif (pasive exercise)

Yaitu bentuk latihan dimana gerakan dilakukan oleh tenaga fisioterapi sementara pasien tidak melakukan gerakan dan dalam kondisi rileksasi.

c)    Gerak melawan tahanan (resisted exercise)

Yaitu suatu latihan otot yang bekerja dalam suatu gerakan untuk melawan suatu tahanan.Latihan resisted disini bisa beruapa hold relax ataupun contrac relax.

 

C.   TATA LAKSANA

-       Pasien dilakukan pemeriksaan di BP/KIA, petugas merujuk ke poli fisioterapi

-       Petugas fisioterapi melakukan identifikasi atau assesmen fisioterapi

-       Fisioterapis memberikan penjelasan tentang terapi yang akan diberikan

-       Fisioterapis melakukan tindakan/intervensi fisioterapi :

Pada kondisi nilai otot 0 sampai 1 dilakukan pasif exercise

Pada kondisi nilai otot 2 sampai 5 dilakukan active exercise

Pada kondisi untuk tujuan meningkatkan kekuatan otot / strengthening dilakukan resisted exercise,sedangkan untuk meningkatkan lingkup gerak sendi digunakan metode hold relak ataupun contrac relak.

-     Fisioterapis melakukan evaluasi saat,sesudah terapi

-     Fisioterapis melakukan edukasi kepada pasien

                    -      Pasien pulang dengan menyelesaikan administras

 

D.   DOKUMENTASI

              Setelah dilakukan proses terapi, fisioterapi melakukan pendokumentasian dari proses fisioterapi dan hasil setelah pemberian terapi yang berupa hasil dari nilai kekuatan otot,lingkup gerak sendi,aktifitas yang sudah bisa dilakukan oleh pasien.Semua didokumentasikan dalam lembar rekam medis pasien.

   

 

No comments:

Post a Comment