PANDUAN
PELAYANAN PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPPORTUNISTIK
(IO)
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM RACHMI DEWI
Nomor: 1248/RSHU/CEO-SK/Xy2015
Tentang
PANDUAN
PELAYANAN
PASIEN HIV/AIDS
DENGAN
INFEKSIOPORTUNISTIK (IO)
DI
RUMAH SAKIT UMUM RACHMI DEWI
DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM RACHMI DEWI
MENIMBANG
|
:
|
a. bahwa dengan terjadinya peningkatan kejadian HIV/AIDS yang bervariasi mulai dari epidemi rendah, epidemi terkonsentrasi dan epidemi meluas,
perlu dilakukan upaya penanggulangan b. bahwa agar penyelenggaraan pelayanan pasien HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik
diperlukan suatu Panduan Pelayanan HIV/AIDS
dengan Infeksi Oportunistik (10); c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam butir a dan b, perlu
ditetapkan dengan Surat
Keputusan Direktur RSU Rachmi dewi. |
|
MENGINGAT |
: |
1. Undang - Undang RI No. 36 tahun 2009
tentang Kesehatan; 2.
Undang - Undang Rl
No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit; 3.
Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS; 4.
Surat
Keputusan Direktur PT. Cipta Karya Rachmi dewi No. 006.2/CKHU/C-SK/III/2015 tentang Struktur Organisasi Rumah sakit umum rachmi
dewi; 5.
Surat
Keputusan Direktur PT. Cipta Karya Rachmi dewi No. 007/CKHU/C-SK/III/2015 tentang Pengangkatan Chief Executive Officer Rumah
sakit umum rachmi dewi, Surabaya; 6.
Surat
Keputusan Direktur No. 1018/RSHU/CEO-SK/1X/2015 tentang Perubahan
dan Penetapan Susunan Tim HIV/AIDS RSHU. |
MEMUTUSKAN:
|
MENETAPKAN |
: |
KEPUTUSAN
DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM RACHMI DEWI TENTANG PANDUAN PELAYANAN PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK (IO) DI RUMAH SAKIT UMUM RACHMI DEWI. |
|
PERTAMA |
: |
Memberlakukan
Panduan Pelayanan Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik (IO) di Rumah Sakit Umum Rachmi Dewi sebagaimana tersebut dalam lampiran surat keputusan ini; |
|
KEDUA |
: |
Surat Keputusan
ini berlaku sejak ditetapkan. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan/kurang
sempurna pada perkembangan-perkembangan yang akan datang akan ditinjau, ditarik dirubah atau diralat
sesuai dengan kondisi yang ada; |
|
KETIGA |
: |
Hal-hal yang dipandang perlu dan belum diatur dalam Surat Keputusan
ini akan ditetapkan kemudian. |
Ditetapkan di :
Pada tanggal :
Direktur RSU
Rachmi Dewi
……………………………………..
DAFTARISI
Halaman
SuratKeputusan................................................................................................................ ............................................................................................... i
Daftar lsi.................................................................................................................. iii
BAB I DEFINISI................................................................................................................ .............................................................................................. 1
BAB II RUANGLINGKUP................................................................................................................ .............................................................................................. 2
2.1 Informasi Dasar HIV 2
2.2 Perjalanan Infeksi HIV 2
2.3 Jenis infeksi oportimistik 3
BAB III 3.1 TATA LAKSANA................................................................................................................ .............................................................................................. 4
BAB IV DOKUMENTASI................................................................................................................ .............................................................................................. 5
Lampiran
BAB I
DEFINISI
I.
Definisi
Infeksi
oportimistik adalah infeksi yang disebabkan oleh organismen yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk. Mereka membutuhkan
"kesempatan" untuk menginfeksi sesorang.
Pasien
yang terinfeksi HIV akan mengalami beberapa infeksi oportunistik akibat penurunan imunitas. Infeksi oportunistik yang terjadi dapat
terlihat secara sistemik berupa infeksi paru, infeksi
gastrointestinal, tumor dan keganasan, serta infeksi oportunistik oral berupa
peningkatan frequensi penyakit mulut penderita.
BAB II
RUANG LINGKUP
Buku Panduan Teknis Infeksi Oportunistik ini
membahas gambaran umum Infeksi Oportunistik dan
tatalaksana HIV, yang mencakup:
2.1 Informasi
Dasar HIV
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Imune Deficiency
Syndrome) yang termasuk kelompok
retrovirus. Seseorang yang terinfeksi HIV, akan mengalami infeksi seumur hidup. Kebanyakan orang dengan
HIV/AIDS (ODHA) tetap asimtomatik
(tanpa tanda dan gejala dari suatu penyakit) untuk jangka -waktu lama. Meski
dernikian, sebetulnya mereka telah dapat menulari orang lain. Jadi, AIDS adalah
bentuk lanjut dari infeksi HIV, yang merupakan kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi ini
berjalan secara progresif merusak
sistem kekebalan tubuh, sehingga penderita tidak dapat menahan serangan infeksi jamur, bakteri, atau virus.
Kebanyakan orang dengan HIV akan
meninggal dalam beberapa tahun seetelah tanda pertama AIDS muncul bila tidak ada pelayanan dan terapi yang diberikan.
2.2 Perjalanan
Infeksi HIV
Sesudah HIV memasuki tubuh seseorang, maka tubuh
akan terinfeksi dan virus mulai
mereplikasi diri dalam sel orang tersebut (terutama sel limfosit T CD4 dan
makrofag). Virus HIV akan mempengaruhi nsistem kekebalan tubuh dengan menghasilkan antibodi untuk HIV. Masa
antara untuk masuknya virus dengan
terbentuknya antibodi yang dapat dideteksi oleh pemeriksaan laboratorium adalah selama 2-12 mingu dan
disebut masa window period, Selama masa ini pasien sangat infeksius, mudah meularkan kepada orang
lain, meskipun hasil
pemeriksaan laboratoriumnya masih negatif.
Orang. yang terinfeksi HIV tetap tanpa tanda dan
gejala dalam jangka waktu yang
cukup lama, bahkan bisa sampai 10 tahun. Namun orang tersebut bisa menularkan infeksinya kepada orang lain.
Sesudah jangka waktu tertentu, yang HSV), oral
hairy cell leukolakia (OHL), oral candidiasis (OC), papular pruritic eruption (PPE), Pneumocystis carinii pneumonia (PCP),
cryptococcal meningitis (CM), renitis cytomegalovirus (CMV), dan mycobacterium
avium (MAC).
2.3 Jenis infeksi oportunistik
Infeksi oportunistik yang paling sering
terjadi pada pasien AIDS yang tidak dapat diobati
adalah:
• Protozoa: toxoplasma gondii, isospora belii,
spesies Cryptosporidium
• Fungi: Candida albicans, cryptococcus
neoformans, coccidiodes immitis, histoplasma capsulatum,
pneumocytis jiroveci
•Bakteri: mycobacterium tuberculosis,
mycobacterium avium-intracellulare,
listeria monocytogenes, spesies salmonela •Virus: cytomegalovirus,, virus herpes simplex, virus vacella zoosster,
adenovirus, virus poliomavirus JC, virus hepatitis B
dan C
BAB III
TATALAKSANA
Penatalaksanaan
infeksi oportunistik yang didapat pada pasien dengan HW positif dilakukan secara komprehensif dan integratif
sesuai dengan gejala yang timbul sampai
dengan kondisi pasien tersebut stabil dan siap untuk dialih rawat ke rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah.
Dalam
melaksanakan perawatan pasien HIV positif dengan infeksi oportunistik, petugas melakukan upaya pencegahan penularan
dengan menggunakan cara:
1.
Menerapkan
cuci tangan 6 langkah sesuai standar WHO
2.
Menggunakan
APD atau alat pelindung diri (universal precaution) seperti kacamata
google, apron, masker wajah, sarung tangan dissposible, sepatu booth, dan cap nurse
3.
Penanganan
alat medis tajam baik dalam penggunaan, serah terima, penyimpanan maupun pembuangan sebagai limbah medis
4.
Penerapan
budaya aman dalam kamar operasi maupun kamar bersalin
BAB IV
DOKUMENTASI
1.
Formulir
assesmen awal rawat inap
2.
Formulir
persetujuan tindakan kedokteran
3.
Formulir
penolakan tindakan kedokteran
No comments:
Post a Comment