KERANGKA
ACUAN
PENCEGAHAN
DAN PENANGGULANGAN
GAKY (GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM)
A.
LATAR
BELAKANG
GAKY
(Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) adalah
gejala yang timbul akibat tubuh seseorang kekurangan yodium secara terus-menerus,
dalam waktu yang cukup lama. Siapapun dapat terkena GAKY, mulai dari janin,
bayi, anak – anak hingga dewasa.
Seseorang
yang kekurangan yodium, tubuhnya akan mengalami gangguan pertumbuhan dan
perkembangan. Kekurangan yodium pada Ibu hamil menyebabkan keguguran, bayi
lahir mati, cacat, kretin. Pada remaja menyebabkan gondok, gangguan pertumbuhan
fisik dan mental, anak menjadi kurang cerdas.
B.
TUJUAN
1. Menurunnya
prevalensi dan mencegah timbulnya gondok endemik
2. Mencegah
terjadinya kretin
C.
TATA
NILAI PROGRAM
Pelaksanaan
kegiatan pecegahan Gondok Endemik harus dilakukan secara professional,
akuntabel, santun, terstandarisasi dan memiliki inovasi untuk menyelesaikan
kendala yang ada di lapangan
Tata
hubungan kerja /Pembagian peran Lintas Program /Lintas Sektoral
a. Kelurahan
Mendukung pelaksanaan kegiatan dengan
menggerakkan masyarakat di wilayah kerja
kelurahan masing-masing
b. TP
PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)
- Sebagai
penggerak dan motivator serta contoh dalam berperilaku hidup sehat di masyarakat
- Membantu
puskesmas dalam mensosialisasikan kegiatan
c. Desa
Siaga
Mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah
masing-masing
d. Program
KIA dan Promkes
Menyediakan
data terkait sasaran
D.
KEGIATAN
POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Pemberian
kapsul minyak beryodium di daerah endemik gondok dengan prevalensi > 20 %,
dengan prioritas kepada Ibu hamil dan bayi.
2. Pendapatan
garam beryodium di SD dan posyandu pada bulan Februari dan Agustus
3. Penyuluhan
tentang GAKY ( Ganggu Akibat Kurang Yodium)
E.
CARA
MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Registrasi
sasaran di desa endemik gondok
2. Registrasi
sasaran SD untuk sampel uji garam beryodium
3. Pemberan
kapsul minyak beryodium, dengan prioritas ibu hamil dan bayi
4. Pemantauan
dengan cara uji garam beryodium di SD terpilih dan semua posyandu pada bulan Februari
dan Agustus
5. Pencatatan
dan pelaporan
F.
SASARAN
1. Sasaran
pemberian kapsul minyak beryodium tergantung persediaan dengan prioritas ibu
hamil dan bayi
2. Sasaran
pemantauan garam beryodium adalah siswa SD dan rumah tangga di posyandu
G.
JADWAL
KEGIATAN
|
NO |
KEGIATAN |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
|
1 |
Perencanaan Kegiatan |
X |
|
|
|
|
|
X |
|
|
|
|
|
|
2 |
Pelaksanaan |
|
X |
|
|
|
|
|
X |
|
|
|
|
|
3 |
Laporan Hasil |
|
|
X |
|
|
|
|
|
X |
|
|
|
|
4 |
Analisis Data |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
X |
|
|
H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN
PELAPORAN
1. Evaluasi
pelaksanaan dilakukan setelah pelaksanaan pemantauan garam beryodium di SD dan
posyandu
2. Pelaporan
hasil kegiatan ke dinas kesehatan seksi gizi.
I.
PENCATATAN,
PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
a.
Waktu
:
1.
Setiap
akhir pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal
2.
Setiap
6 bulan
b.
Pelaksana
1.
Kepala Puskesmas
2.
Penanggungjawab
program
c. Dokumen laporan yang berisi : notulen, rencana
tindak lanjut, rekomendasi, hasil olah dan analisis data, laporan evaluasi,
laporan hasil kegiatan.
No comments:
Post a Comment