MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Monday, March 30, 2026

KERANGKA ACUAN KUNJUNGAN NEONATUS

KERANGKA ACUAN

KIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KERANGKA ACUAN

KUNJUNGAN NEONATUS

 

I.  PENDAHULUAN

 

LATAR BELAKANG 

Indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat ditandai dengan jumlah kematian ibu, jumlah kematian bayi dan usia harapan hidup. Sampai saat ini kematian bayi masih merupakan salah satu masalah prioritas bidang kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) serta lambatnya penurunan angka tersebut, menunjukkan bahwa pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak sangat mendesak untuk ditingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas  pelayanannya.

              Tujuan keempat dan kelima Millenium Development Goals /MDGs pada tahun 2015 bagi Indonesia merupakan tantangan yang sangat berat  walaupun berbagai upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan ibu dan bayi baru lahir telah diterapkan di Indonesia tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Sesuai dengan kesepakatan global  Indonesia diminta untuk menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 17 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

    Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003, Indonesia telah berhasil menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 35/1000 KH (2002) menjadi 34/1000 KH (2007). Pada kasus kematian bayi sebagian besar ( 44%) terjadi pada masa neonatal (SDKI 2002-2003). Dibanding dengan Angka Kematian Bayi, penurunan kematian neonatal terjadi sangat lambat dari 20/1000 KH (2002) menjadi 19/1000 KH.

               Angka Kematian Bayi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2006 sebesar 35/1000 kelahiran hidup dan pada tahun 2008 menjadi 32,2/ 1000 kelahiran hidup. Angka Kematian  Neonatal sebesar 21/1000 kelahiran hidup (SDKI 2007). Penyebab kematian bayi kebanyakan karena  BBLR (41,39%), Asfiksia (19%), Infeksi (4,92%) dan trauma lahir (12,79%).

    Di Kabupaten Lumajang Angka Kematian Bayi tahun 2008 sebesar 6,94/ 1000 kelahiran hidup(114 kasus), dan tahun 2009 menjadi 7,99/1000 kelahiran hidup (130 kasus ). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan AKB dari tahun 2008 ke tahun 2009. Sedangkan kasus kematian neonatal di Kabupaten Lumajang sebesar 5,6/1000 kelahiran hidup pada tahun 2009. Penyebab kematian bayi yang kebanyakan karena BBLR (42,85%), Asfiksia (32,14%), dan infeksi (12,5%), yang sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan yang baik pada masa  neonatal. Kematian bayi merupakan ukuran penting kesehatan Nasional karena variabel tersebut berkaitan dengan berbagai faktor antara lain kesehatan ibu, kondisi sosial ekonomi, praktik kesehatan masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan.

    Resiko terbesar kematian bayi baru lahir  terjadi pada 24 jam pertama, minggu pertama dan bulan pertama  kehidupannya. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan pelayanan neonatal. Berdasarkan standar minimal pelayanan neonatal dijelaskan bahwa setiap neonatus berhak memperoleh pelayanan kesehatan sedikitnya dua kali pada minggu pertama dan satu kali pada minggu ke-2 setelah lahir.

                  Cakupan Kunjungan Neonatus (KN) adalah pelayanan kesehatan kepada bayi umur 0-28 hari sesuai dengan standar oleh Bidan desa yang memiliki kompetensi klinis kesehatan neonatal, paling sedikit 3 kali pada satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu, baik di sarana pelayanan kesehatan maupun melalui kunjungan rumah.

Kunjungan Neonatus murni (KN murni) adalah kunjungan neonatus yang dilakukan pada 6-48 jam setelah lahir, sedangkan Kunjungan Noenatus lengkap (KN lengkap) adalah kunjungan yang dilakukan sebanyak 3 kali selama periode 0-28 hari yaitu pada 6-48 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari setelah lahir. Kunjungan neonatus bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin komplikasi yang terjadi pada bayi sehingga dapat segera ditangani dan bila tidak dapat ditangani maka dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap untuk mendapatkan perawatan yang optimal.

                  Dalam memberikan pelayanan neonatus, bidan menggunakan  pendekatan komprehensif yang meliputi pelayanan kesehatan neonatal dasar (pemeriksaan neoantus, tindakan resusitasi, pencegahan hipotermi, pemberian ASI dini dan eksklusif, pencegahan infeksi berupa perawatan mata, tali pusat, kulit, dan pemberian imunisasi); pemberian injeksi vitamin K1; imunisasi hepatitis B; Untuk mencatat kegiatan digunakan form Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) dan konseling perawatan bayi dirumah menggunakan buku KIA.8

                  Menurut Departemen Kesehatan RI dalam Panduan Bidan ditingkat Desa tahun 1993, menyebutkan bahwa bidan desa adalah bidan yang ditempatkan, diwajibkan tinggal didesa serta bertugas melayani masyarakat di wilayah kerjanya yang meliputi satu sampai dua desa. Dalam melaksanakan tugasnya bidan bertanggung jawab kepada Kepala Puskesmas

 

II. TUJUAN

 

  1. TUJUAN UMUM

Kunjungan neonatal bertujuan untuk meningkatkan akses neonates terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan pada bayi atau mengalami masalah.

  1. Tujuan Khusus Kunjungan neonatal bertujuan untuk Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit melalui pemantauan pertumbuhan,imunisasi,serta peningkatan kualitas hidup bayi dengan stimulasi tumbuh kembang dengan melakukan kunjungan sebanyak 3 kali yaitu 1. Kunjungan Neonatal ke 1 (KN 1) dilakukan dalam kurun waktu 6-48 jam setelah bayi lahir.

3. Kunjungan Neonatal ke-2 (KN 2) dilakukan pada kurun waktu hari ke-3 sampai dengan hari ke 7 setelah bayi lahir.

Kunjungan Neonatal ke-3 (KN-3) dilakukan pada kurun waktu hari ke-8 sampai dengan hari ke-28 setelah lahir.

 

III.               TATA NILAI PROGRAM

Tata nilai yang diterapkan pada kunjungan neonatus adalah adalah : 7 S

1.       Senyum

2.       Sapa

3.       Sentuh

4.       Sopan santun

5.       Sabar

6.       Siaga

7.       Semangat

 

IV.     TATA HUBUNGAN KERJA

 

1.   Penanggung jawab : Kepala   Puskesmas

Mempunyai tugas untuk melakukan koordinasi dengan tim mutu untuk melaksanankan kegiatan sesuai dengan Program kegiatan KIA mulai dari perencanaan,pelaksanaan serta pengawasan/ monev  kegiatan

2.    Tim Managemen Mutu

Memonitor kemajuan  setiap pelaksanaan kegiatan dan mengevaluasi

Bersama mengatasi permasalahan

3.   Sie penanggung jawab UKM

Membina system komunikasi dg sasaran ,antar lintas program /sektoral , dan melakukan upaya pembinaan  mulai dari pelayanan s/d pencatatan pelaporan dr PDCA

4.   Pelaksana Kebidanan :

4.1.             Bidan Koordinator                          

Mempunyai tugas untuk koordinasi tentang pencatatan ,pelaporan,           serta evaluasi program KIA / KB.

4.2.             Penggungjawab program KB ;

 koordinasi kegiatan KB dan pencatatan dan pelaporan serta evaluasi

4.3.             Penanggung jawab program anak; koordinasi kegiatan pelayanan program anak.

4.4.             Penanggungjawab program kesehatan reproduksi remaja ; koordinasi  kegiatan program KRR

4.5.             Penanggungjawab program kesehatan lansia ; koordinasi kegiatan program lansia

 

A.   LINTAS PROGRAM

1.   Promosi Kesehatan

Bekerjasama dalam promosi kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat

2.   Gizi

Integrasi peningkatan gizi untuk ibu dan anak ; konseling KEK,PMT balita,Vitamin A, garam beryodium dll

3.   Laboratorium ;   skreening kadar Hb,HB,HIV/AIDS, gula darah serta protein urine.

4.   BP ; koordinasi tentang penyakit –penyakit yang mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang anak

5.   Gigi ;    koordinasi pada ibu hamil dan anak dengan keluhan kesehatan gigi

6.   Kesehatan lingkungan ;  koordinasi penyakit – penyakit yang menyerang ibu dan anak ,misal diare ,cara CTPS,PHBS dll

7.   Immunisasi :    koordinasi pada calon pengantin, ibu ,bayi serta balita.

8.   Fisioterapi :    koordinasi pada ibu dan anak dengan keluhan tulang serta otot.

9.   P2 : koordinasi terhadap penyakit – penyakit yang berbasis lingkungan pneomoni,ispa dll.

 

B.  LINTAS SEKTORAL

1.   Perangkat  desa dan seluruh jajaran,tokoh masyarakat,tokoh agama ,kader kesehatan   dll

2.   PKK

3.   FKK

4.   Dinas terkait diwilayah kerja ; KUA,Dinas Pendidikan dll

 

                                                                                                                        

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

 

    Memberikan pelayanan KIA bermutu dan berkwalitas sesuai dengan SOP

1.   SOP ANC

2.   SOP  ANC terpadu

3.   SOP Melaksanakan rujukan wajib (lab , imunisasi, Gizi) dan bila mana perlu

4.   SOP Pelayanan aseptor secara rasionalisasi( kondom, suntik, IUD,pil, implant)

5.   SOP Konseling pemilihan alkon / ganti cara

6.   SOP Melaksanakan rujukan  aseptor dg komplikasi berat

7.   SOP  Penyuluhan  dan penjadwalan  kunjungan ke sekolah (SMP,SMA) di wilayah kerja

8.   SOP pembentukan konselor sebaya

9.   SOP konseling Remaja

10.    SOP Pembentukan POSYANDU  LANSIA

11.    SOP Pemeriksaan kesehatan rutin

12.    SOP Senam LANSIA

13.    SOP Paguyuban LANSIA

14.    SOP Rujukan LANSIA dengan RESTI

 

**Mematuhi pelaksanaan  jadwal  kegiatan 

**Membina hubungan yg baik dg LINPROG/LINSEK

**Membuat jejaring  komunikasi dengan sasaran

VI.     SASARAN

1.   Bayi

2.   Balita

3.   Ibu

 

VII.    JADWAL KEGIATAN

No

Kegiatan

Jan

Peb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sept

Okt

Nop

Des

1

Pemeriksaan (sasaran)

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

2

Rujukan

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

3

 Posyandu

v

V

v

v

v

v

v

v

v

V

v

v

4

Kelas Bumil

v

V

v

v

v

v

v

v

v

V

v

V

5

Konseling

v

V

v

V

v

v

V

v

v

V

V

v

V

6

Posyandu LANSIA

V

V

v

V

v

v

V

v

V

v

v

7

Evaluasi hasil kegitan program

v

V

v

v

v

V

v

v

v

v

v

V

7

Analisa masalah 

v

V

v

v

v

v

v

v

v

v

v

V

8

Studi banding

v

v

v

9

Pembinaan remaja tk sekolah

v

 

V

 

v

V

10

Linprog Linsek

V

V

V

V

 

V

 

V

 

V

 

V

 

V

 

V

 

V

 

V

 

 

 

VIII.  EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

1.    Setiap akhir bulan  Binsa melaporkan data pencapaian hasil dr pelaksanaan masing masing program/ KEGIATAN

2.    Koordinator KIA Merekapitulasi  dari seluruh pelaporan dalam wilayah puskesmas kemudian sesuai jadwal untuk bersama diolah, dianalia , di evaluasi Di buat RTL

3.    Seminggu sekali diadakan kajian tentang kesulitan /masalah , informasi baru sehingga dpt mendukung  kevalidan data

4.    Membuat evaluasi  SEBULAN SEKALIpencapaian setiap sasaran berdasarkan target setiap indicator  program .

 

 

IX.  PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

 

1.   pencatatan di buat dlam bentuk format laporan yang  telah terlampir secara tertulis dalam bentuk  table data pencapaian , data kujungan ,  table analisa masalah dan rencana  tindak lanjut , membuat data dinding berupa grafik grafik, kantong persalinan , peta sasaran resiko tinggi, dll  agar mudah di baca dan di evaluasi

2.   Pelaporan setiapa bulan sekali sesuai tanggal yang di sepakati

3.   pelaporan  sesuai : 1, jenjang dr  DANSA, dengan perwilayah desa ke coordinator wilayah puskesmas , kemudian ke dinas kesehatan Kabupaten berlanjut ke propinsi dan Pusat sesuai tanggal yg ditentukan.

 

 

 

    

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER