MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Saturday, March 28, 2026

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PENDATAAN KADARZI

 

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PENDATAAN KADARZI 

KLATEN SELATAN TAHUN 2016

 

 

I. PENDAHULUAN

 

        Gambaran keadaan gizi masyarakat di Indonesia sampai saat ini belum memuaskan. Pada tahun 2000 diperkirakan ada 25 % anak  Indonesia yang mengalami gizi kurang, 7 % diantaranya gizi buruk, dan sekitar 50 % Bumil   menderita anemia gizi.

         Masalah gizi disebabkan oleh banyak factor yang saling terkait. Secara langsung keadaan gizi dipengaruhi oleh kecukupan asupan makanan dan keadaan kesehatan individu. Kedua factor tersebut selain dipengaruhi oleh masalah ekonomi dan pelayanan kesehatan, juga dipengaruhi oleh pola asuh anak yang tidak memadai. Oleh karena itu masalah gizi harus dipecahkan melalui pendekatan keluarga dan pendekatan terpadu, tidak hanya dari masalah kesehatan saja, melainkan harus melibatkan sector lain yang terkait.

         Untuk menanggulangi masalah gizi, sejak tahun 1960-an pemerintah mulai mengembangkan UPGK ( Usaha Perbaikan Gizi Keluarga ). UPGK adalah kegiatan yang berintikan penyuluhan gizi melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang didukung oleh kegiatan lintas sector. Kegiatan utama UPGK diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu. Sejak tahun 1997 dengan adanya krisis ekonomi, kegiatan Posyandu mulai menurun. Hal ini disebabkan oleh karena menurunnnya partisipasi masyarakat untuk membawa bayi atau balitanya ke Posyandu. OLeh karena itu selama tiga tahun terakhir ditemukan kasus – kasus gizi buruk yang sebelumnya sudah jarang ditemukan.

          Untuk menanggulangi masalah tersebut, melalui Inpres no. 8 tahun 1999 Pemerintah mencanangkan Gerakan penangggulangan masalah pangan dan gizi. Gerakan tersebut dilaksanakan melalui 4 strategi utama yaitu pemberdayaan keluarga, pemberdayaan masyarakat, pemantapan kerjasama lintas sector serta peningkatan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan. Sejalan dengan gerakan tersebut, di dalam Undang - Undang NO. 25 tahun 2000 tentang Program Pemberdayaan Nasional ( Propenas ) dan didalam Visi Indonesia Sehat 2010, ditetapkan bahwa 80 % keluarga di Indonesia menjadi keluarga mandiri sadar gizi ( Kadarzi ), karena keluarga mempunyai nilai yang amat strategis dan menjadi inti dalam pembangunan seluruh masyarakat serta menjadi tumpuan dalam pembangunan manusiai seutuhnya.

           Kadarzi adalah kekuarga yang seluruh anggota keluarganya melakukan perilaku gizi seimbang, mampu mengenali masalah kesehatan dan gizi bagi setiap anggota keluarganya dan mampu mengambil langkah – langkah untuk mengatasi masalah gizi yang dijumpai oleh anggota keluarganya. Untuk mencapai Kadarzi diperlukan serangkaian kegiatan pemberdayaan diberbagai tingkatan mulai dari keluarga, masyarakat, dan petugas yang diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap perbaikan gizi masyarakat melalui gerakan nasional.

 

 

 

 

II. TUJUAN

 

  1. Tujuan Umum

     Tercapinya keadaan gizi yang optimal untuk seluruh anggota                

      keluarga.

 

  1. Tujuan Khusus

a.  Meningkatnya pengetahuan dan perilaku anggota keluarga dalam           

     mengatasi maslah gizi.

      b. Meningkatnya kepedulian masyarakat dalam menanggulangi

          masalah gizi keluarga.

      c. Meningkatanya kemampuan dan ketrampilan petugas dalam

          memberdayakan masyarakat / keluarga dalam mencegah dan

          mengatasi masalah gizi.

 

III.  METODOLOGI

 

  1. Desain survey

Desain yang digunakan dalam survey ini adalah desain potong lintang ( cross sectional ) dengan menggunakan system cluster.

 

  1. Populasi

Populasi adalah semua kepala keluarga yang tinggal di wilayah kegiatan pendataan kadarzi di wilayah Puskesmas Klaten Selatan

 

  1. Penentuan sample        

a.     Seluruh kepala keluarga pada setiap wilayah harus mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sample, sample yang diambil diutamakan kepala keluarga yang mempunyai balita dulu, kemudian terdapat ibu hamil dan semua kepala keluarga di wilayah kegiatan.

b.     Metode pemilihan sample perlu mengikuti cara yang benar dan praktis.

 

  1. Besar sampel

            Puskesmas Klaten Selatan melakukan pendataan kadarzi di 16 desa/kelurahan

            dengan jumlah sample sebanyak 50 kepala keluarga per kelurahan. Jadi

            seluruhnya  kepala keluarga di 16 desa/kelurahan.

 

  1.  Data yang dikumpulkan

 

             Data yang dikumpulkan adalah data Indikator kadarzi yang

             digunakan untuk menilai perubahan perilaku gizi anggota keluarga.. 

             Antara lain :

 

1.    Kebiasaan makan beraneka ragam makanan.

2.    Kebiasaan memantau pertumbuhan berat badan bayi dan balita.

3.    Kebiasaan mengkonsumsi garam beryodium.

4.    Kebiasaan memberikan ASI eksklusive.

5.    Kebiasaan memberikan suplemen gizi.

      

   

   6.  Tenaga Pengumpul Data

Tenaga pengumpul data adalah Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Wonosobo I dibantu oleh kader.

 

 

     

       7.  Cara Pengumpulan Data

    a. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka

        oleh  Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas / kader. Dilakukan di        

        rumah responden dengan menggunakan kuesioner pendataan  

        kadarzi.

               b. Responden yang diwawancarai adalah ibu rumah tangga atau

                   anggota keluarga lainnya yang dianggap paling mengetahui  

                   keadaan rumah tangga serta perilaku gizi anggota keluarga.

 

IV.  PENDANAAN

 

      Dana  untuk  pelaksanaan  kegiatan   Pendataan kadarzi  bersumber   dari Dana BOK

 

V. RENCANA PELAKSANAAN  KEGIATAN.

 

 

No

Desa /

Kelurahan

Tanggal / Bulan ......2016

Pelaksanaan kegiatan

Pengolahan Dt

Pelaporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Danguran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Gayamprit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Glodogan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Jetis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Kajoran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Karanglo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

Merbung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

Ngalas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

Nglinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

Sumberejo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

Tegalyoso

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

Trunuh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui :

Kepala Puskesmas Klaten Selatan

 

 

 

drg. Dwi Atmanti Nuswantari

NIP 19630717 199303 2 002

Klaten ,....................................

 

Pelaksana Gizi

Puskesmas Klaten Selatan

 

 

 

Tri sartini

NIP..............................

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER