|
Pemerintah Kota Surakarta |
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PEMANTAUAN
STATUS GIZI ANAK BALITA |
UPTD Puskesmas Gajahan |
|
|
No. Kode |
: ........... |
||
|
Terbitan |
: Pertama |
||
|
No.
Revisi |
: 00 |
||
|
Tgl. Mulai Berlaku |
: 1 September 2015 |
||
|
Halaman |
: 1 / 4 |
||
|
Ditetapkan Oleh |
PEMANTAUAN
STATUS GIZI ANAK BALITA (PSG) |
Plt Kepala UPTD
Puskesmas Gajahan
dr. Tutik Asmi NIP. 19730812 200501 2 013 |
|
A. Pendahuluan
Peningkatan derajat kesehatan
masyarakat sangat diperlukan dalam mengisi pembangunan yang dilaksanakan oleh
bangsa Indonesia. Salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan adalah
perbaikan gizi masyarakat, gizi yang
seimbang dapat meningkatkan ketahanan tubuh, dapat meningkatkan
kecerdasan dan menjadikan pertumbuhan yang normal (DEPKES RI, 2004).
Namun sebaliknya gizi yang tiak
seimbang menimbulkan masalah yang sangat sulit sekali ditanggulangi, masalah
gizi yang tidak seimbang itu adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang Vitamin
A (KVA), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) dan Anemia Gizi Besi (Depkes
RI, 2004).
Khusus untuk masalah Kurang
Energi Protein (KEP) atau biasa dikenal dengan gizi kurang atau yang sering
ditemukan secara mendadak adalah gizi buruk terutama pada anak balita, masih
merupakan masalah yang samgat sulit ditanggulangi oleh pemerintah, walaupun
penyebab gizi buruk itu sendiri pada dasarnya sangat sederhana yaitu kurang
intake (konsumsi) makanan terhadap kebutuhan makan seseorang, namun tidak
demikian oleh pemerintah dan masyarakat karena masalah gizi buruk adalah
masalah ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga, tetapi anehnya
didaerah-daerah yang telah swasembada pangan bahkan telah terdistribusi merata
sampai ketingkat rumah tangga (misalnya program raskin), masih sering ditemukan
kasus gizi buruk, padahal sebelum gizi buruk ini terjadi, telah melewati
beberapa tahapan yang dimulai dari penurunan berat badan dari berat badan ideal
seorang anak sampai akhirnya terlihat anak tersebut sangat buruk (gizi buruk).
Jadi masalah sebenarnya adalah masyarakat atau keluarga balita belum mengetahui
cara menilai status berat badan anak (status gizi anak) atau juga belum
mengetahui pola pertumbuhan berat badan anak, sepertinya masyarakat atau
keluarga hanya tahu bahwa anak harus diberikan makan seperti halnya orang
dewasa harus makan tiap harinya.
- Latar Belakang
Status Gizi Anak adalah keadaan
kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat
gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur
secara antropometri dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHO_NCHS dengan
indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB.
Penimbangan Berat Badan (BB) dan
Pengukuran Tinggi Badan (TB) dilakukan oleh petugas klinik gizi sesuai dengan
syarat- syarat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang baik
dan benar penggunaan timbangan berat badan dan meteran tinggi badan
(mikrotoisme).
Penentuan umur anak ditentukan
sesuai tanggal penimbangan BB dan Pengukuran TB, dikurangi dengan tanggal
kelahiran yang diambil dari data identitas anak pada sekolah masing-masing,
dengan ketentuan 1 bulan adalah 30 hari fan 1 tahun adalah 12 buan.
Balita Gizi Buruk dihitung
berdasarkan indikator BB/TB dan hasilnya <-3SD baku rujukan WHO NCHS.
Balita gizi Kurang dihitung
berdasarkan indikator BB/TB dan hasilnya berada diantara -2SD s/d -3SD baku
rujukan WHO NCHS.
Balita stuned adalah status gizi
balita yang didasarkan pada indeks Pajang badan / Tinggi badan menurut Umur.
C. Tujuan
Tujuan
Umum :
Tersedianya informasi status gizi
balita secara berkala untuk keperluan perencanaan, penetapan kebijakan dan
evaluasi program perbaikan gizi.
Tujuan Khusus :
a. Mendapatkan data berat badan dan panjang/tinggi
badan balita
b. Mendapatkan data status gizi di tingkat
kelurahan
c. Tersebar luasnya informasi status gizi balita
kepada penentu kebijakan, pengambilan keputusan, lintas program, lintas
sektoral, dan pengguna lainya.
E.
Tata
Nilai Program
Pelaksanaan pemantauan status gizi dilakukan oleh
petugas secara profesional,akurat,santun,dan terstandarisasi,dan memilki
inovasi guna menigkatkan cakupan yang akan dicapai
F. Tata hubungan kerja
/Pembagian peran Lintas Program /Lintas Sektoral
Pemantauan
status gizi anak balita merupakan kegiatan yang melibatkan semua petugas
Puskesmas. Sedangkan dengan lintas sektoral
bekerjasama dengan posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gajahan
G. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
1.Melakukan pengukuran berat badan dan
tinggi badan anak balita di Posyandu
wilayah kerja Puskesmas Gajahan
2.Semua data antropometri anak balita di konfersi
dengan tabel WHO /NCHS
3.Melakukan pencatatan dan pelaporan.
4.Melaporkan hasil kegiatannya ke Dinas kesehatan
Kota Surakarta
H. Cara melaksanakan kegiatan
1.Semua Sasaran anak balita diukur dengan alat timbang badan terstandar
2.Semua anak balita diukur tinggi badan dengan alat Microtoice.
3.Dilakukan konfersi tabel WHO/NCHS tentang status Gizi
4.Menentukan status gizi anak balita berdasarkan BB/TB
5.Pencatatan dan pelaporan.
I. Sasaran
Semua Balita sasaran posyandu berumur 0 – 60 bulan di
setiap kelurahan di kecamatan Pasar Kliwon binaan Puskesmas Gajahan.
J.
Jadwal
Pelaksanaan Kegiatan
|
No |
Kegiatan |
BULAN |
|||||||||||
|
I |
II |
III |
IV |
V |
VI |
VII |
VIII |
IX |
X |
XI |
XII |
||
|
1 |
Pemantauan Status Gizi balita /PSG |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kegiatan ini dijadwalkan dilaksanakan setiap tahun :
- pemantauan Status Gizi : bulan September
K. Evaluasi pelaksanaan
kegiatan dan pelaporan
1.
Waktu : selesai
pelaksanaan kegiatan
2.
Pelaksana
a.
Kepala Puskesmas
b.
Penanggungjawab
program
- Dokumen laporan yang berisi : laporan hasil kegiatan
ditujukan kepada Kepala Puskesmas
L. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan
1.
Evaluasi terhadap
ketepatan pelaksanaan waktu kegiatan
2.
Evaluasi terhadap
pelaksanaan kegiatan :
a.
Waktu :
1)
Setiap akhir
pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal
2)
Tribulan ke-dua
b.
Pelaksana
1)
Penanggung jawab
program
c.
Dokumen laporan yang
berisi : notulen, rencana tindak lanjut, rekomendasi, hasil olah dan analisis
data, laporan evaluasi, laporan hasil kegiatan.
No comments:
Post a Comment