KERANGKA
ACUAN
DISTRIBUSI TABLET FE UNTUK REMAJA PUTRI
1.
PENDAHULUAN
Gizi merupakan salah satu factor penentu
utama kualitas sumber daya manusia. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan
mempengaruhi kualitas kehidupan. Kurang gizi pada Balita tidak hanya menimbulkan
gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan
produktifitas di masa dewasa.
Upaya penanggulangan masalah gizi di
Kabupaten Tegal masih di prioritaskan pada masalah gizi utama yang dihadapi
yaitu Gangguan Kekurangan Yodium ( GAKY ), Anemia Gizi Besi ( AGB ), Kekurangan
Energy dan Protein ( KEP ), dan Kekurangan Vitamin A ( KVA ) serta masalah gizi
lebih yang mulai bermunculan.
Program penanggulangan anemia gizi
ditujukan pada sasaran ibu hamil, namun hasilnya masih belum memuaskan.
Mengingat dampaknya yang ditimbulkan bagi kesehatan ibu dan bayinya, maka
program diperluas sebaiknya dilaksanakan sedini mungkin sebelum hamil. Antara
lain sasarannya pada remaja putri (SMP/SMA dan sederajat ), calon pengantin,
WUS ( wanita usia subur ).
Satu diantara tiga Remaja di Indonesia
menderita anemia. Hal ini dapat dimaklumi karena masa remaja adalah masa
pertumbuhan yang membutuhkan zat gizi lebih tinggi termasuk zat besi. Disamping
itu Remaja Putri mengalami menstruasi setiap bulan sehingga membutuhkan zat
besi lebih banyak, sementara jumlah makanan yang dikonsumsinya juga lebih
rendah dari pria karena factor ingin langsing.
Anemia kekurangan zat besi ini
terjadi karena pola konsumsi makanan masyarakat Indonesia yang masih di
dominasi sayuran, sebagai sumber zat besi yang sulit diserap ( non-heme iron ).
Sedangkan daging dan bahan hewani jarang dikonsumsi masyarakat pedesaan.
Diketahui daging dan bahan hewani adalah sumber zat besi yang baik ( heme iron
). Anemia dapat menimbulkan berbagai dampak antara lain :
·
Menurunkan
daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit
·
Menurunnya
aktifitas dan prestasi belajar pada remaja putri
·
Keguguran
pada ibu hamil
·
Perdarahan
pada saat bersalin yang dapat menyebabkan kematian ibu
·
Mudah
terkena penyakit infeksi
·
Menghambat
pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak pada anak-anak
·
Meningkatkan
resiko melahirkan Bayi dengan Berat badan Lahir Rendah atau BBLR ( < 2,5 kg
)
Cara mencegah dan mengobati Anemia :
a. Meningkatkan konsumsi makanan
yang bergizi
Makan makanan yang banyak
mengandung zat besi dari hewani ataupun nabati. Daging,ikan,telur,ayam,hati,
sedangkan yang nabati: kacang-kacangan, tempe, tahu, sayuran warma hijau tua.
Dan makan sayur serta buah yang banyak mengandung vitamin C ( jambu, jeruk ,
tomat, nanas, sirsak, dll )
b.
Menambah
pemasukan zat besi ke dalam tubuh dengan minum Tablet Tambah Darah ( TTD )
c.
Mengobati
penyakit yang menyebabkan atau memperberat anemia, seperti ; kecacingan, TBC,
dll
2. TUJUAN
·
Meningkatkan
status kesehatan dan gizi remaja putri melalui pemberian Tablet Tambah Darah (
TTD ) di sekolah.
3.
SASARAN
·
Siswi
SMAN Pagerbarang dan Siswi MAN Pagerbarang
4.
WAKTU
Bulan September 2013
5. LOKASI
SMAN
Pagerbarang
MAN
Pagerbarang
6.
PELAKSANA
Petugas Gizi
No comments:
Post a Comment