|
|
PEMBERIAN CAIRAN
INTRAVENA |
|
||||||||||||||||||||||||
|
SOP |
No.Dokumen : 061/SOP/PUSK-TD/II/2018 |
|||||||||||||||||||||||||
|
No. Revisi : 0 |
||||||||||||||||||||||||||
|
Tgl. Terbit : 01
Maret 2018 |
||||||||||||||||||||||||||
|
Halaman :1/3 |
||||||||||||||||||||||||||
|
UPT Puskesmas Tangkahan
Durian |
|
Zufrizal,SKM Nip.197310201994031003 |
||||||||||||||||||||||||
|
1. Pengertian |
Injeksi
intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh
darah vena dengan menggunakan spuit. |
|||||||||||||||||||||||||
|
2.
Tujuan |
a.
Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi
daripada dengan injeksi parenteral lain. b.
Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan c.
Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar |
|||||||||||||||||||||||||
|
3.
Kebijakan |
SK Kepala Puskesmas Nomor: 053/SK/PUSK-TD/II/2018 tentang penggunaan dan pemberian obat dan atau cairan intravena |
|||||||||||||||||||||||||
|
4.
Referensi |
Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan |
|||||||||||||||||||||||||
|
5.
Prosedur |
a.
Buku catatan pemberian obat atau kartu obat b.
Kapas alkohol c.
Sarung tangan d.
Obat yang sesuai e.
Spuit 2 ml – 5 ml f.
Bak spuit g.
Baki obat h.
Plester i.
Perlak pengalas j.
Pembendung vena (torniquet) k.
Kassa steril (bila perlu) l.
Bengkok |
|||||||||||||||||||||||||
|
6.
Langkah-langkah |
a.
Cuci tangan b.
Salam terapeutik c.
Identifikasi klien d.
Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan
diberikan e.
Atur klien pada posisi yang nyaman f.
Pasang perlak pengalas g.
h.
Letakkan pembendung i.
Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan,
peradangan, atau rasa gatal. Menghindari gangguan absorbsi obat atau cidera
dan nyeri yang berlebihan. j.
Pakai sarung tangan k. Bersihkan
area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol, dengan gerakan sirkuler dari
arah dalam keluar dengan diameter sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode
ini dilakukan untuk membuang sekresi dari kulit yang mengandung
mikroorganisme. l. Pegang
kapas alkohol, dengan jari-jari tengah pada tangan non dominan. m. Buka tutup
jarum. Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm dibawah area penusukan dengan
tangan non dominan. Membuat kulit menjadi lebih kencang dan vena tidak
bergeser, memudahkan penusukan. Sejajar vena yang akan ditusuk perlahan dan
pasti. Pegang jarum pada posisi 30. n. Rendahkan
posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum ke dalam vena o. Lakukan
aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel dari spuit dan tangan
dominan menarik plunger. p. Observasi
adanya darah pada spuit q. Jika ada
darah, lepaskan terniquet dan masukkan obat perlahan-lahan. r. Keluarkan
jarum dengan sudut yang sama seperti saat dimasukkan, sambil melakukan
penekanan dengan menggunakan kapas alkohol pada area penusukan s. Tutup area
penusukan dengan menggunakan kassa steril yang diberi betadin t. Kembalikan
posisi klien u. Buang
peralatan yang sudah tidak diperlukan v. Buka
sarung tangan w. Cuci
tangan x. Dokumentasikan
tindakan yang telah dilakukan |
|||||||||||||||||||||||||
|
7.
Bagan Alir |
Melakukan
tindakkan sesuai prosedur |
|||||||||||||||||||||||||
8.
Hal-hal yang perlu diperhatikan |
Monitor pasien terhadap tindakan |
|||||||||||||||||||||||||
|
9.
Unit terkait |
Ruang Tindakan |
|||||||||||||||||||||||||
|
10.
Dokumen Terkait |
a. Rekam Medis b. Register |
|||||||||||||||||||||||||
|
11.
Rekaman historis perubahan |
|
|||||||||||||||||||||||||




No comments:
Post a Comment