Friday, March 6, 2026

763A SOP PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA

 

 

PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA

Image result for bakti husadaImage result for bakti husadaImage result for bakti husada

SOP

No.Dokumen : 061/SOP/PUSK-TD/II/2018

No. Revisi       : 0

Tgl. Terbit       : 01 Maret 2018

Halaman        :1/3

UPT Puskesmas Tangkahan Durian

 

 

Zufrizal,SKM

Nip.197310201994031003

1.     Pengertian

Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit.

2.     Tujuan

a.     Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi daripada dengan injeksi parenteral lain.

b.     Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan

c.     Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar

3.     Kebijakan

SK Kepala Puskesmas  Nomor: 053/SK/PUSK-TD/II/2018 tentang penggunaan dan pemberian obat dan atau cairan intravena

4.     Referensi

Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan

5.     Prosedur

a.     Buku catatan pemberian obat atau kartu obat

b.     Kapas alkohol

c.     Sarung tangan

d.     Obat yang sesuai

e.     Spuit 2 ml – 5 ml

f.      Bak spuit

g.     Baki obat

h.     Plester

i.      Perlak pengalas

j.      Pembendung vena (torniquet)

k.     Kassa steril (bila perlu)

l.      Bengkok

6.     Langkah-langkah

a.     Cuci tangan

b.     Salam terapeutik

c.     Identifikasi klien

d.     Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan diberikan

e.     Atur klien pada posisi yang nyaman

f.      Pasang perlak pengalas

g.     Oval: Mencatat hasil tindakkan pada kartu status pasienBebaskan lengan klien dari baju atau kemeja

h.     Letakkan pembendung

i.      Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan, peradangan, atau rasa gatal. Menghindari gangguan absorbsi obat atau cidera dan nyeri yang berlebihan.

j.      Pakai sarung tangan

k.     Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol, dengan gerakan sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode ini dilakukan untuk membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme.

l.      Pegang kapas alkohol, dengan jari-jari tengah pada tangan non dominan.

m.   Buka tutup jarum. Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm dibawah area penusukan dengan tangan non dominan. Membuat kulit menjadi lebih kencang dan vena tidak bergeser, memudahkan penusukan. Sejajar vena yang akan ditusuk perlahan dan pasti. Pegang jarum pada posisi 30.

n.     Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum ke dalam vena

o.     Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel dari spuit dan tangan dominan menarik plunger.

p.     Observasi adanya darah pada spuit

q.     Jika ada darah, lepaskan terniquet dan masukkan obat perlahan-lahan.

r.      Keluarkan jarum dengan sudut yang sama seperti saat dimasukkan, sambil melakukan penekanan dengan menggunakan kapas alkohol pada area penusukan

s.      Tutup area penusukan dengan menggunakan kassa steril yang diberi betadin

t.      Kembalikan posisi klien

u.     Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan

v.     Buka sarung tangan

w.    Cuci tangan

x.     Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

 

7.     Bagan Alir

Oval: Mencatat hasil tindakkan pada kartu status pasien
Oval: Menjelaskan prosedur kepada pasien

Melakukan tindakkan sesuai  prosedur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


8.     Hal-hal yang perlu diperhatikan

Monitor pasien terhadap tindakan

9.     Unit terkait

Ruang Tindakan

10.  Dokumen Terkait

a.     Rekam Medis

b.     Register

11.  Rekaman historis perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tgl.mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment