STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DIARE AKUT PADA ORANG DEWASA

 

 

 

Dinas Kesehatan Kota Surakarta

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

        DIARE AKUT PADA ORANG DEWASA

 

 

UPTD

PuskesmasGajahan

No. Dokumen

: SOP-GJH-UKP-0043

No. Revisi

: 00

Tgl. MulaiBerlaku

: 4 Pebruari 2016

Halaman

: 1 / 1

DitetapkanOleh :

Plt. Kepala UPTDPuskesmasGajahan

 

 

dr.TutikAsmi

NIP. 19730812 200501 2 013

 

1. Pengertian

Diare adalah suatu keadaan dimana buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dimana kandungan air lebih banyak dari biasanya, frekuensi lebih dari 3 kali perhari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya yaitu diare akut dan kronis. Secara klinis diare akut dibagi 2 golongan yaitu koleriform dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja dan disentriform yang didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah.

 

2. Tujuan

Semua pasien dengan diare prioritaskan rehidrasi oral

3. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Gajahan No.440 / 006 /I / 2016, tentangPelayananKlinis Yang BerorientasiPadaPasien

4. Referensi

PermenkesRi No.5 Th 2014,tentang PanduanPraktikKlinisBagiDokter Di FasilitasPelayananKesehatan Primer

5. Prosedur

1.    Etiologi:

1.1.    Penyebab utama diare akut adalah infeksi baik oleh bakteri, parasit maupun virus. Diare kronik penyebabnya bervariasi dan tidak semuanya diketahui.

2.    Penatalaksanaan:

2.1.    Rehidrasi sebagai prioritas utama. Oral dapat diberikan oralit. Bila rehidrasi oral sulit dan sudah terjadi dehidrasi berikan cairan RL atau NaCl isotonik selanjutnya pasien dapat dirujuk ke rumah sakit

2.2.    Terapi simptomatik. Diberikan sangat hati-hati atas pertimbangan yang rasional

3.    Terapi definitif. Pemberian edukasi sangat penting sebagai pencegahan. Juga penting higiene perorangan, sanitasi lingkungan, dan terapi farmakologi seperti berikut:

3.1.    Kolera eltor      : tetrasiklin 4 x 500 mg/hr selama 3 hari

3.2.    Salmonellosis   : ampisilin 4 x 1 gr/hr selama 10 – 14 hari

3.3.    Shigellosis       : ampisilin 4 x 1 gr/hr selama 5 hari

Amoebiasis             : metronidazol 4 x 500 mg/hr selama 3 hari

6. Unit Terkait

BP UMUM, IGD

 

 

 

                                                                                                                

 

No comments:

Post a Comment