Monday, August 4, 2025

SOP DIARE AKUT NONSPESIFIK

 

 

 

 

 

 

 

PUSKESMAS

WATUMALANG

DIARE AKUT NONSPESIFIK

Disahkan oleh Kepala Puskesmas

 

 

 

Dr.Dian Hayu N

NIP.19780725 200801 2 018

 

 

 

SPO

 

No. Kode

:

Terbitan

:

No. Revisi                    

:

Tgl. Mulai Berlaku 

:

Halaman                      

:

 

1.   Pengertian

·       Diare adalah keadaan buang-buang air dengan banyak cairan dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain.

·       Diare akut adalah buang air besar lembek/cair konsistensinya encer, lebih sering dari biasanya disertai berlendir, bau amis, berbusa bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya dan berlangsung kurang dari 7 hari.

·       Diare nonspesifik adalah diare yang bukan disebabkan oleh kuman khusus maupun parasit.

·       Cara menentukan derajat dehidrasi

 

Gejala

Derajat Dehidrasi

 

Minimal (< 3% dari berat badan)                                         

Ringan sampai sedang (3-9% dari berat badan)

Berat (> 9% dari berat badan)

Status mental

Baik, sadar penuh

Normal, lemas, atau gelisah, iritabel

Apatis, letargi, tidak sadar

Rasa haus

Minum normal, mungkin menolak minum

Sangat haus, sangat ingin minum

Tidak dapat minum

Denyut jantung

Normal

Normal sampai meningkat

Takikardi, pada kasus berat bradikardi

Kualitas denyut nadi

Normal

Normal sampai menurun

Lemah atau tidak teraba

Pernapasan

Normal

Normal cepat

Dalam

Mata

Normal

Sedikit cekung

Sangat cekung

Air mata

Ada

Menurun

Tidak ada

Mulut dan lidah

Basah

Kering

Pecah-pecah

Turgor kulit

Baik

< 2 detik

> 2 detik

Isian kapiler

Normal

Memanjang

Memanjang, minimal

Ekstremitas

Hangat

Dingin

Dingin

Output urin

Normal sampai menurun

Menurun

Minimal

 

 

 

2.   Tujuan

Agar petugas dapat memahami dan memberikan pengobatan yang tepat pada pasien diare.

3.   Kebijakan

Sebagai pedoman bagi petugas dalam mengobati pasien diare.

4. Referensi      

Kapita Selekta Kedokteran, Jild 1 hal 500-504, Jild 2 hal 470-476

4.   Prosedur

1.   Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut

2.   Petugas melakukan anamnesa pada pasien

3.   Petugas menanyakan keluhan utama pasien, sejak kapan BAB cair, berapa kali BAB dalam sehari, apakah terdapat lendir, darah atau ampas dalam tinja, adakah orang lain yang terkena diare dan makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum diare.

4.   Petugas menanyakan keluhan penyerta diare, apakah pasien mengeluhkan demam, mual, muntah, nyeri perut sampai kejang perut.

5.   Petugas menanyakan adanya gejala dehidrasi seperti lemas, merasa haus, lidah dan kerongkongan kering, suara serak, pada bayi ubun-ubun cekung, air mata tidak keluar dan turgor kulit menurun.

6.   Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah

7.   Petugas mengukur suhu tubuh pasien

8.   Perugas mengukur nadi pasien

9.   Petugas melakukan pemeriksaan fisik pasien, apakah bising usus meningkat, nyeri tekan pada bagian perut, turgor kulit menurun, selaput lendir mulut dan bibir kering.

10.Petugas menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan.

11.Petugas menentukan derajat dehidrasi,

12.Petugas menetukan terapi sesuai dengan penyebab diare, gejala dan derajat dehidrasi,

13. Petugas memberikan pengobatan untuk rehidrasi

1)     Pada pasien diare tanpa dehidrasi (Terapi A):

a)     Berikan cairan (air tajin, larutan gula garam, oralit) sebanyak yang diinginkan hingga diare stop, sebagai petunjuk berikan tiap habis BAB:

·       Anak <1 thn   : 50 – 100 mL

·       Anak 1 – 4 thn              : 100–200 mL.

·       Anak >5 tahun             : 200–300 mL

·       Dewasa          : 300–400 mL

b)     Meneruskan pemberian makanan atau ASI bagi bayi.

 

2)     Pada pasien diare dengan dehidrasi ringan–sedang (Terapi B):

a)     Oralit diberikan 75 mL/kgBB dalam 3 jam, jangan dengan botol.

b)     Jika anak muntah (karena pemberian cairan terlalu cepat), tunggu 5-10 menit lalu ulangi lagi, dengan pemberian lebih lambat (1 sendok tiap 2-3 menit).

14. Petugas merujuk pasien dengan dehidrasi berat ke IGD untuk dilakukan rehidrasi parental

a)     Diberikan Ringer Laktat 100 mL yang terbagi dalam beberapa waktu.

b)     Tiap 1-2 jam pasien diperiksa ulang, jika hidrasi tidak membaik tetesan dipercepat. Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (pasien lebih tua) pasien kembali di periksa

Pemberian Cairan Untuk Bayi Diare Dengan Dehidrasi Berat

Umur

Pemberian pertama

30 mL/kg

Pemberian kemudian

70 mL/kg

Bayi <12 bulan

dalam 1 jam

dalam 5 jam

Bayi/anak  > 12 bulan

dalam 30 menit

2,5 jam

 

15.   Petugas menetukan terapi farmakologi,

a.      Zink selama 10 hari berturut - turut

Bayi < 6 bulan dengan dosis 1 x 10 mg

Bayi > 6 bulan dengan dosis 1 x 20 mg

b.      Pengobatan antibiotic maupun antimikroba hanya untuk kasus tersangka kolera, disentri, atau terbukti giardiasis atau amubiasis

·       Kolera : Kotrimoksazol 2 x  3 tab (awal) dilanjutkan 2 x 2 tab / hari atau Tetrasiklin 4 x 500 mg

·       E. Coli : tidak memerlukan terapi

·       Salmonela : Ampisilin 4 x 1 g atau Kotrimoksazol 4 x 500 mg atau Siprofloksasin 2 x 500 mg

·       Shigella : Ampisilin 4 x 1 g atau Kloramfenikol 4 x 500 mg

·       Amebiasis : Metronidazol 4 x 500 mg atau Tetrasiklin 4 x 500 mg

·       Giardiasis : Klorokuin 3 x 100 mg atau Metronidazol 3 x 250 mg

·       Virus : Simtomatik & Suportif

c.      Pemberian anti emetik seperti antacid, B6, domperidon jika pasien mual

16.   Petugas menyarankan agar pasien tetap meneruskan makan dan minum lebih banyak, untuk bayi tetap meneruskan ASI,

17.   Petugas memberikan informasi kesehatan mengenai diare dan prinsip pengobatan, perawatan selama di rumah (rehidrasi oral di rumah), waktu untuk kontrol ulang dan upaya supaya diare tidak terulang

18.   Petugas menuliskan resep untuk mengobati gejala dan penyebab diare:

19.   Petugas menulis hasil pemeriksaan, diagnose dan terapi pada rekam medic pasien

20.   Petugas menulis hasil pemeriksaan pada buku register.

 

d.   Diagram Alir

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

menulis diagnose pasien ke buku register.

menginstruksikan pasien untuk istirahat dan menghindari pencetus

melakukan pemeriksaan fisik

menyerahkan resep ke pasien

menulis resep  untuk pengobatan simptomatis

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan anamnesa pada pasien

memanggil pasien sesuai nomor urut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


e.    Dokumen Terkait

Rekam medic, register, blanko resep

f.    Distribusi

Apotik, IGD

 

 

 

 

 

g.   Rekaman historis  perubahan

No

Yang dirubah

Isi Perubahan

Tgl.mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

PUSKESMAS

WATUMALANG

DIARE

Disahkan oleh Kepala Puskesmas

 

 

 

Dr.Dian Hayu N

NIP.19780725 200801 2 018

 

 

 

DAFTAR TILIK

 

No. Kode

:

Terbitan

:

No. Revisi                    

:

Tgl. Mulai Berlaku 

:

Halaman                      

:

 

No

Langkah Kegiatan

Ya

Tidak

Tidak Berlaku

1

Apakah

Petugas memanggil pasies sesuai nomor urut

 

 

 

2

Apakah

Petugas melakukan anamnesa pada pasien

 

 

 

3

Apakah

Petugas menanyakan keluhan utama pasien, sejak kapan BAB cair, berapa kali BAB dalam sehari, apakah terdapat lendir, darah atau ampas dalam tinja, adakah orang lain yang terkena diare dan makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum diare.

 

 

 

4

Apakah

Petugas menanyakan keluhan penyerta diare, apakah pasien mengeluhkan demam, mual, muntah, nyeri perut sampai kejang perut.

 

 

 

5

Apakah

Petugas menanyakan adanya gejala dehidrasi seperti lemas, merasa haus, lidah dan kerongkongan kering, suara serak, pada bayi ubun-ubun cekung, air mata tidak keluar dan turgor kulit menurun.

 

 

 

6

Apakah

Petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah

 

 

 

7

Apakah

Perugas mengukur nadi pasien

 

 

 

8

Apakah

Petugas mengukur suhu tubuh pasien

 

 

 

9

Apakah

Petugas melakukan pemeriksaan fisik pasien, apakah bising usus meningkat, nyeri tekan pada bagian perut, turgor kulit menurun, selaput lendir mulut dan bibir kering.

 

 

 

8

Apakah

Petugas menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan.

 

 

 

9

Apakah

Petugas menuliskan resep untuk mengobati gejala dan penyebab diare:

a.      Adsorben : norit, kaolin pectin, attapulgit

b.      Anti muntah : anacid, B6 domperidon

c.      Penyebab diare :

a. Kolera : Kotrimoksazol 2 x  3 tab (awal) dilanjutkan 2 x 2 tab / hari atau Tetrasiklin 4 x 500 mg

b. Coli : tidak memerlukan terapi

c. Salmonela : Ampisilin 4 x 1 g atau Kotrimoksazol 4 x 500 mg atau Siprofloksasin 2 x 500 mg

d. Shigella : Ampisilin 4 x 1 g atau Kloramfenikol 4 x 500 mg

e. Amebiasis : Metronidazol 4 x 500 mg atau Tetrasiklin 4 x 500 mg

f. Giardiasis : Klorokuin 3 x 100 mg atau Metronidazol 3 x 250 mg

g. Virus : Simtomatik & Suportif

4. Terapi Suportif: Oralit, umur < 12 bulan : 400 ml/hari (2 bungkus); 1-4 tahun 600-800 ml/hari (3-4 bungkus); > 5 tahun : 800-1.000 ml/hari (4-5 bungkus); dewasa 1.200-2.800/hari

 

 

 

10

Apakah

Apabila ditemukan tanda-tanda dehidrasi, petugas mengarahkan pasien ke IGD.

 

 

 

11

Apakah

Petugas menulis hasi pemeriksaan, diagnose dan terapi pada rekam medic pasien

 

 

 

12

Apakah

Petugas menulis hasil diagnose pada buku register.

 

 

 

 

CR: …………………………………………%.

………………………………

                                                                                           Pelaksana/ Auditor 

                                                                                                                 

 

 

                                                                                             (………………………………)

No comments:

Post a Comment