Monday, August 11, 2025

SOP MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DENGAN DEMAM MALARIA

 

 

 

 

 

 

 


UPTD

PUSKESMAS

SELOMERTO 1

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DENGAN DEMAM MALARIA

Disahkan oleh Kepala Puskesmas Selomerto 1

 

 

 

 

Dr.SUMANTO

NIP. 196409092002121001

SPO

No. Kode

:

Terbitan

:

No. Revisi

:

Tgl. Mulai Berlaku

:  1 Mei 2013

Halaman

: 1/4

 

1.  Tujuan

Sebagai pedoman petugas dalam menklasifikasikan penyakit dan memberikan pengobatan yang sesuai pada kasus dengan masalah Malaria

2.  Kebijakan

v Sebagai panduan bagi petugas yang bertugas di poli MTBS dalam menklasifikasikan penyakit dan memberikan pengobatan yang sesuai pada kasus dengan masalah Malaria

v Pelaksanaan manajamen terpadu balita sakit dengan malaria harus mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam spo

3.  Ruang Lingkup

Anak balita sakit umur 2 bulan sampai dengan 5 tahun dengan klasifikasi masalah Malaria

4.  Definisi

 

 

 

v Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronis, yang disebabkan oleh protozoa genus plasmodium dan ditandai dengan panas, anemia, dan splenomegali

v Pelayanan terhadap anak sakit dengan menggunakan metode Managemen Terpadu Balita Sakit yang mana dalam penerapannya petugas diajarkan untuk memperhatikan secara cepat semua gejala anak sakit, sehingga segera dapat ditentukan apakah anak dalam keadaan sakit berat dan perlu segera dirujuk  atau penyakitnya tidak parah dan hanya perlu pengobatan saja ,dan pemberian konseling

v Pelaksanaan MTBS dilakukan oleh Penanggung Jawab dan Pelaksana Program MTBS sebagai Fasilitator, beserta Bidan Desa sebagai Pelaksana Kegiatan MTBS di Poli MTBS.

v Pelaksanaan MTBS dilakukan pada setiap anak balita yang sakit dan berkunjung ke puskesmas dan PKD

5.  Prosedur

a.    Petugas Memanggil pasien

b.    Petugas Mempersiapkan Alat bukti kegiatan (register,Formulir MTBS)

c.    Petugas Mencuci tangan

d.    Petugas Menanyakan kepada ibu mengenai masalah anaknya

e.    Petugas Menimbang BB,mengukur TB dan mengukur suhu tubuh anak

f.     Petugas Memeriksa tanda bahaya umum,meliputi :

1)  Anak tidak bisa minum/menetek

2)  Anak memutahkan semuanya

3)  Anak Kejang

4)  Anak letargis/tidak sadar

g.    PetugasMenanyakan kepada ibu berapa lama keluhan utama, mempunyai sakit/masalah demam:

1)    Sudah berapa lama anakdemam?

2)    Jika lebih dari 7 hari, apakahdemam setiap hari?

3)    Apakah pernah mendapatobat anti malaria dalam2 minggu terakhir?

h.     Petugas menanyakan dan menentukan daerah risiko malaria * :Risiko Tinggi, Risiko Rendah atau Tanpa Risiko.

1)    Jika Risiko Rendah/Tanpa Risiko malaria, tanyakan:Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 mingguterakhir?

2)    Jika ya, tentukan daerah Risiko sesuai tempat yang dikunjungi,

3)    Ambil sediaan darah: tidak dilakukan untuk daerah Tanpa Risiko

Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hariterakhir,

ATAU

Periksa mikroskopis darah jika sudah pernah dilakukan RDTdalam 28 hari terakhir

i.      Petugaslihat dan raba :

1)    Lihat dan raba adanya kakukuduk.

2)   Lihat adanya pilek

j.     Petugas Memeriksa dan menklasifikasikan sesuai dengan gejala/keluhan (penyakitberatdengandemam, malaria, demam mungkinbukanmalaria)

k.    Petugas memberikan penanganan/tindakan/pengobatan sesuai klasifikasi masalah malaria

a.   Penyakitberatdengandemam

1)    Jika hasil RDT/mikroskopis positif untuk Falsiparum atau mixed, beridosis pertama suntikan Artemeter.

2)    Jika hasil RDT/mikroskopis negatif, tidak perlu diberi suntikananti malaria.

3)    Beri dosis pertama suntikan antibiotik.

4)    Beri dosis pertama parasetamol jika demam tinggi ( 38.5°C).

5)   Cegah agar gula darah tidak turun. RUJUK SEGERA.

b.  Malaria

1)   Jika RDT positif Falsiparum, atau positif non Falsiparum, atau positifmixed, beri antimalaria oral yang sesuai (lihat bagan pengobatan)

2)   Beri dosis pertama parasetamol jika demam tinggi ( 38.5°C).

3)   Nasihati kapan kembali segera.

4)   Kunjungan ulang jika tetap demam setelah minum obat anti malaria 3 hariberturut-turut.

c.   Demam mungkinbukanmalaria

1)    Beri dosis pertama parasetamol jika demam tinggi ( 38.5°C).

2)    Obati penyebab lain dari demam **

3)    Jika demam tiap hari selama > 7 hari, RUJUK untuk pemeriksaan lanjutan.

4)    Nasihati kapan kembali segera.

5)   Kunjungan ulang 2 hari jika tetap demam.

l.     Petugas menentukan dilakukan rujukan segera?

m.  Petugas memberikan tindakan dan pengobatan pra rujukan?

n.    Petugas merujuk anak, memberikan penjelasan dan membuat surat rujukan?

o.    Petugas Menentukan tindakan dan pengobatan untuk anak yang tidak memerlukan  Rujukan segera

p.    Petugas Memilih obat yang sesuai dan menentukan dosis obat ,jadwal pemberian dan Mengajarkan ibu cara cara pemberian obat dirumah

q.    Petugas Memberikan konseling ,meliputi

1)   Pemberian makan

2)   Pemberian cairan

3)   Kapan harus kunjungan ulang

4)   Menasehati ibu untuk menjaga kesehatan dirinya

r.     Petugas Mempersilahkan ibu untuk mengambil obat ke loket obat

s.    Petugas Mencuci tangan

t.     Petugas mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan, therapy dan tindakan

6.  Diagram alir:

Memanggil pasien

 

 

Mempersiapkan Alat dan bukti kegiatan (register, status)

 

 
Oval: Mencuci Tangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


YA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


7.   Referensi

v Buku MTBS Modul 1 s/d Modul 5 Depkes RI dan Dinkes Prop Jateng 2006

v Buku kuliah 2 ilmu kesehatan anak, fakultas kesehatan universitas Indonesia, cetakan ketujuh. Infomedika Jakarta 1997.                                                                                                                                        

8.   Dokumen Terkait

v Formulir MTBS

v Lembar status rawat jalan

v Buku Register

v Surat rujukan

9.   Distribusi                

v Puskesmas

v PKD

 

10.          Rekaman Historis Perubahan

 

NO

 

Yang Dirubah

Isi Perubahan

Tgl Mulai Diperlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 


UPTD

PUSKESMAS

SELOMERTO 1

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

DENGAN DEMAM MALARIA

 

 

DAFTAR TILIK

 

No. Kode

:

Terbitan

:

No. Revisi

:

Tgl. Mulai Berlaku

:

Halaman

: 1/2

 

No

Kegiatan

Ya

Tidak

Tidak

Berlaku

1

Apakah

Petugas memanggil pasien?

 

 

 

2

Apakah

Mempersiapkan Alat dan bukti kegiatan (register, status)?

 

 

 

3

Apakah

Petugas mencuci tangan?

 

 

 

4

Apakah

Petugas menanyakan masalah anaknya?

 

 

 

5

Apakah

Petugas  menimbang BB,TB dan mengukur suhu tubuh?

 

 

 

6

Apakah

Petugas memeriksa tanda bahaya umum?

 

 

 

7

Apakah

Petugas Menanyakan kepada ibu berapa lama keluhan utama, mempunyai sakit/masalah demam:

1)    Sudah berapa lama anakdemam?

2)    Jika lebih dari 7 hari, apakahdemam setiap hari?

3)    Apakah pernah mendapatobat anti malaria dalam2 minggu terakhir?

 

 

 

8

Apakah

Petugas menanyakan dan menentukan daerah risiko malaria * :Risiko Tinggi, Risiko Rendah atau Tanpa Risiko.

1)    Jika Risiko Rendah/Tanpa Risiko malaria, tanyakan:Apakah anak berkunjung keluar daerah ini dalam 2 mingguterakhir?

2)    Jika ya, tentukan daerah Risiko sesuai tempat yang dikunjungi,

3)    Ambil sediaan darah: tidak dilakukan untuk daerah Tanpa Risiko

Periksa RDT jika belum pernah dilakukan dalam 28 hariterakhir, ATAUPeriksa mikroskopis darah jika sudah pernah dilakukan RDTdalam 28 hari terakhir

 

 

 

9

Apakah

Petugas lihat dan raba :

1)    Lihat dan raba adanya kakukuduk.

2)    Lihat adanya pilek?

 

 

 

10

Apakah

Petugas Memeriksa dan menklasifikasikan sesuai dengan gejala/keluhan (penyakitberatdengandemam, malaria, demam mungkinbukanmalaria)?

 

 

 

11

Apakah

Petugas memberikan penanganan / tindakan / pengobatan sesuai klasifikasi masalah malaria

a. Penyakitberatdengandemam

1)    Jika hasil RDT/mikroskopis positif untuk Falsiparum atau mixed, beridosis pertama suntikan Artemeter.

2)    Jika hasil RDT/mikroskopis negatif, tidak perlu diberi suntikananti malaria.

3)    Beri dosis pertama suntikan antibiotik.

4)    Beri dosis pertama parasetamol jika demam tinggi ( 38.5°C).

5)   Cegah agar gula darah tidak turun. RUJUK SEGERA.

b. Malaria

1)    Jika RDT positif Falsiparum, atau positif non Falsiparum, atau positifmixed, beri antimalaria oral yang sesuai (lihat bagan pengobatan)

2)    Beri dosis pertama parasetamol jika demam tinggi ( 38.5°C).

3)    Nasihati kapan kembali segera.

4)    Kunjungan ulang jika tetap demam setelah minum obat anti malaria 3 hariberturut-turut.

c. Demam mungkinbukanmalaria

1)    Beri dosis pertama parasetamol jika demam tinggi ( 38.5°C).

2)    Obati penyebab lain dari demam **

3)    Jika demam tiap hari selama > 7 hari, RUJUK untuk pemeriksaan lanjutan.

4)    Nasihati kapan kembali segera.

5)    Kunjungan ulang 2 hari jika tetap demam.

 

 

 

12

Apakah

Petugas menentukan dilakukan rujukan segera?

 

 

 

13

Apakah

Petugas memberikan tindakan dan pengobatan pra rujukan?

 

 

 

14

Apakah

Petugas merujuk anak, memberikan penjelasan dan membuat surat rujukan?

 

 

 

15

Apakah

Petugas memberikan tindakan dan pengobatan untuk anak yang tidak memerlukan dirujuk?

 

 

 

16

Apakah

Petugas memilih obat yang sesuai, dosis pemberian ,jadwal pemberian dan cara pemberian?

 

 

 

17

Apakah

Petugas Memberikan konseling ,meliputi?

6)  Pemberian makan

7)  Pemberian cairan

8)  Kapan harus kunjungan ulang

9)  Menasehati ibu untuk menjaga kesehatan dirinya

 

 

 

18

Apakah

Petugas Mempersilahkan ibu untuk mengambil obat ke loket obat?

 

 

 

19

Apakah

Petugas mencuci tangan?

 

 

 

20

Apakah

mendokumentasikansemua hasil pemeriksaan, therapy dan tindakan?

 

 

 

 

CR       : …………………………%.

Selomerto,……………………..

 

Pelaksana/Auditor

 

 

 

 

(……………………..)

No comments:

Post a Comment