|
|
LAYANAN REHIDRASI ORAL AKTIF (POJOK
ORALIT) |
|
|
|||||||||||
|
SOP |
No. Dokumen |
: |
/B/SOP/PKM.Sdu/II/2016 |
|
||||||||||
|
No.
Revisi |
: |
0 |
|
|||||||||||
|
Tgl Terbit |
: |
04
Februari 2016 |
|
|||||||||||
|
Halaman |
: |
1/1 |
|
|||||||||||
|
UPT BLUD PUSKESMAS SEDAU |
|
Ns.Junaidi.S.Kep NIP.197304151992031007 |
|
|||||||||||
|
1.
Pengertian |
Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian diare, dan
sarana bagi petugas kesehatan dalam melakukan kegiatan konseling atau
komunikasi informasi dan edukasi (KIE) . |
|||||||||||||
|
2.
Tujuan |
1.Untuk meningkatkan pengetahuan serta membangun sikap
dan perilaku positif masyarakat untuk berperan aktif dalam penanggulangan
diare pada bayi dan balita 2.Promosi upaya rehidrasi oral 3.Pemberian pelayanan bagi penderita diare ( yang
mengalami dehidrasi ringan-sedang ) diobservasi di layanan Rehidrasi Oral
Aktif paling sedikit 3 jam; orang tua/pengassuh/keluarganya akan diajarkan
bagaimana cara penyiapan oralit dan berapa banyak oralit yang harus diminum
oleh penderita. |
|||||||||||||
|
3.
Kebijakan |
SK Kapus no |
|||||||||||||
|
4.
Referensi |
Evaluasi pelaksanaan program pengendalian diare |
|||||||||||||
|
5. Prosedur |
1.
Lembar balik tatalaksana diare 2.
Oralit 3.
Zinc 4.
Sendok 5.
Gelas 6.
Galon + air 7.
Meja + kursi |
|||||||||||||
|
6. Langkah-langkah |
1.
Berintegrasi dengan program/kegiatan lain seperti MTBS dalam penemuan
kasus diare balita 2.
Pasien diperiksa untuk menentukan diagnosis dan derajat dehidrasi di ruang pengobatan 3.
Dokter menentukan jumlah cairan yang diberikan 4.
Pasien diare dengan derajat
dehidrasi ringan-sedang diarahkan ke ruangan LROA untuk diobservasi 5.
Menjelaskan manfaat oralit dan zinc serta mengajari ibu cara memberikan
oralit, zinc dan cara membuat larutan pengganti oralit apabila tidak
mempunyai oralit kemasan 6.
Mengamati ibu/pengasuh/keluarga saat memberikan oralit dan zinc 7.
Memantau penderita secara periodik dan catat keadaannya (pada BRKP)
setiap 1-2 jam sampai dehidrasi pada penderita teratasi (3-6 jam) 8.
Mencatat /menghitung jumlah oralit yang diberikan 9.
Memberikan zinc dengan dosis sesuai usia anak 10. Memberikan obat lain seperti
penurun panas dan antibiotika apabila ada disentri atau kolera 11. Mencatat pada buku register
LROA |
|||||||||||||
|
7.
Bagan Alir |
Pasien diare dengan derajat ringan-sedang
diobservasi di ruangan LROA Menjelaskan manfaat oralit dan zinc dan
mengajarkan ibu dalam memberikan oralit dan zinc Melakukan observasi pada penderita dan catat
KU pada BRKP setiap 1-2 jam Pencatatan
dan dokumentasikan pada buku register LROA Mencacat jumlah oralit dan
zinc yang diberikan Dokter memeriksa pasien
untuk diagnosis & menentukan derajat dehidrasi Dokter menentukan jumlah cairan dalam 3 jam Berkoordinasi dgn petugas lain (MTBS) |
|||||||||||||
8.
Hal-hal yang perlu diperhatikan |
|
|||||||||||||
|
9.
Unit Terkait |
Poli anak (MTBS) |
|||||||||||||
|
10. Dokumen
Terkait |
1.
Register MTBS 2.
Register Kunjungan
LROA 3.
BRKP 4.
Register anak |
|||||||||||||
|
11.
Rekaman Historis Perubahan |
|
|||||||||||||
No comments:
Post a Comment