Friday, June 20, 2025

PEDOMAN PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN

 

PEDOMAN PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.         Latar Belakang

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi dan umur harapan hidup rata rata di Indonesia berkisar 66 tahun baik laki laki maupun perempuan, berdasar hal tersebut menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang ada dimasyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak masih cukup tinggi

Sehubung hal tersebut maka pelaynan kesehatan dimasyarakat perlu ditingkatkan baik bersifat promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Puskesmas sebagai penanggung jawab penyelenggaraan upaya kesehatan terdepan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetapi juga sebagai pusat komunikasi masyarakat.

Namun dalam pelaksanaannya puskesmas masih menghadapi berbagai masalah antara lain kegiatan puskesmas kurang berorientasi pada masalah kebutuhan masyarakat dan keterlibatan masyarakat yang merupakan andalan penyelenggaraan pelayanan kesehatan belum dikembangkan secara optimal.

Disadari untuk mengatasi masalah tersebut sesuai dengan salah satu azas penyelenggaraan puskesmas yaitu pemberdayaan masyarakat yaitu puskesmas wajib menggerakkan dan memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan sehingga promosi kesehatan sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan.

 

B.  Tujuan Pedoman

Sebagai acuan petugas puskesmas untuk menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan diwilayah kerja puskesmas.

 

C.  Ruang Lingkup Pelayanan

    Ruang lingkup petugas puskesmas dan masyarakat diwilayah kerja puskesmas.

 

D.  Batasan Operasional

Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran diri, oleh untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong diri sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.

 

E.         Landasan Hukum

Undang Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

Peraturan Menteri Kesehatan No. 585 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas.

 

 

 

 

BAB II      STANDAR KETENAGAAN

 

A.     Kualifikasi Sumber Daya Manusia

Puskesmas membentuk tim Promosi kesehatan yang bertanggung jawab kepada kepala Puskesmas, tim promkes terdiri anggota profesi yang ada di puskesmas yaitu tenaga Promkes, Dokter, Dokter gigi, Bidan, Perawat, Perawat gigi, Nutrisionis, Sanitarian, Psykolog, Rekam Medik, Asisten apoteker, Analis kesehatan dan Fisioterapis yang dikoordinir oleh penanggung jawab Promkes.

Pelaksaan promosi kesehatan dilakukan didalam gedung dan diluar gedung dan semua karyawan yang ada dipuskesmas terlibat.

 

B.     Distribusi Ketenagaan

 

          Pada jam kerja (7.30 – 14.30) distribusi ketenagaan adalah sbb:

·       Penanggung jawab promkes : 1 Sanitarian

·       Dokter           : 3 dokter umum dan 1 dokter gigi                               

·       Bidan            :  7 Bidan

·       Perawat        :  7 Perawat , 3 Perawat gigi

·       Nutrisionis     :  2 Nutrisionis

·       Sanitarian     :  1 Sanitarian

·       Psykolog       :  1 Psykolog

·       Rekam Medik:  2 Perekam medik

·       Ass Apoteker:   2 Ass apoteker

·       Analis Kes    :   2 Analis kesehatan

·       Fisioterapis   :   1 Fisioterapy

 

     

C.     Jadual Kegiatan

1.    Pengaturan jadwal penyuluhan atau kegiatan pemberdayaan masyarakat dokter, perawat, bidan, nutrisionis, sanitarian dibuat bersama-sama dan di pertanggung jawabkan oleh penanggung jawab promkes.

2.    Sebelum melaksanakan kegiatan selalu berkoordinasi dengan pelaksana kegiatan.

3.    Pelaksana promosi kesehatan yang dilakukan didalam gedung bisa dilakukan di ruang pendaftaran, ruang poli, ruang obat, laboratorium sampai kasir.

 

         

BAB III    

STANDAR  FASILITAS

 

A.     Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksana kegiatan Promosi kesehatan dilakukan diwilayah kerja Puskesmas baik didalam gedung puskesmas atau diluar gedung.

 

 

B.     Standar Fasilitas

Sarana dan Prasarana

Sarana pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan:

a.      Motor Dinas

b.      Laptop

c.      Proyektor

d.      Layar

e.      Leaflet/brosur

f.        Poster

g.      Lembar balik

h.      Pantom

 

 

BAB IV   

TATALAKSANA PELAYANAN

 

Strategi Promosi Kesehatan:

1. Pemberdayaan

2. Bina Suasana

3. Advokasi

4. Kemitraan

Uraian Strategi tersebut diatas adalah sebagai berikut :

Pemberdayaan

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan individu, keluarga, masyarakat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan. (Perkesmas,UKS, penyuluhan keluarga, Bina keluarga balita, Posyandu dll).

 

Bina Suasana

Bina Suasana adalah upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang mendorong individu, keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan mrningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan sehat dan berperan aktif dalam setiap upaya penyenggraan kesehatan.

 

Advokasi

Advokasi merupakan upaya atau proses yang terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak pihak yang terkait (tokoh masyarakat informal dan formal) agar masyarakat dilingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatan dan menciptakan lingkungan sehat.

 

Kemitraan

Kemitraan merupakan upaya dalam bekerja sama antara petugas kesehatan dan sasaran dalam pelaksanaan pemberdayaan, bina suasana dan advokasi  sehingga dalam pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan berjalan baik dan lancar.

Ada 3 prinsip kemitraan yaitu Kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan.

 

 

BAB V    

LOGISTIK

               

      Dalam pelaksanaan promosi kesehatan diperlukan  ketersediaan logistic, yang antara lain berupa :

1.    Leaflet /brosur

2.    Poster

3.    Lembar balik Penyuluhan

4.    Pantom

5.    Laptop

6.    Proyektor

7.    Buku KIA

                                             

 

BAB VI    

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN DIDALAM GEDUNG

 

Yang dimaksud dengan promosi kesehatan didalam gedung puskesmas adalah promosi kesehatan yang dilaksanakan dilingkungan dan gedung puskesmas seperti di pendaftaran, ruang pengobatan, ruang perawatan, laboratorium, ruang obat tempat pembayaran dan halaman puskesmas, adapun pelaksanaan promosi kesehatan yang dilakukan didalam gedung puskesmas sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh puskesmas.  Untuk kegiatan promosi kesehatan didalam gedung antara lain:

1.    Di tempat pendaftaran

Dilakukan promosi tentang alur pelayanan, jenis pelayanan yang ada di puskesmas, Informasi masalah kesehatan atau tentang denah ruang pelayanan.

2.    Di Ruang Pelayanan dan perawatan

Petugas kesehatan yang melayani pasien meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan pasien berkenaan dengan penyakitnya, obat yang harus diminum serta penyuluhan kapan harus kembali atau kontrol.

3.    Di ruang obat

Petugas menerang obat harus diminum sehari berapa kali, harus diminum habis atau tidak juga menerangkan pemakaian obat luar atau dalam.

 

 

 

 

 

BAB VII

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN DILUAR GEDUNG

Promosi kesehatan yang dilakukan diluar gedung adalah promosi kesehatan yang dilakukan petugas diluar gedung puskesmas yaitu diwilayah kerja puskesmas, adapun kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan diluar gedung antara lain:

1.    Kunjungan rumah yaitu tindak lanjut promosi kesehatan yang telah dilakukan didalam gedung puskesmas.

2.    Pemberdayaan berjenjang yaitu promosi kesehatan secara menyeluruh sebaiknya tidak dilakukan oleh petugas kesehatan sendiri, yaitu bekerja sama dengan pemuka masyarakan dan kader kesehatan.

3.    Pengorganisasian masyarakat

Promosi kesehatan melalui orgamisani yang ada dimasyarakat yaitu melalui SMD, MMD

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII 

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

 

          Pemantauan dan evaluasi dilaksanakan setelah perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dan perencanaan kegiatan dibuat serici mungkin sehingga mudah dalam melaksanakan kegiatan.

Pemantauan dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian dan pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas baik didalam gedung maupun diluar gedung sedang evaluasi dilakukan setiap pertengahan dan ahir tahun

 

 

 

 

 

 

 

BAB IX   

PENUTUP

 

 

          Promosi Kesehatan menjadi tugas bagi seluruh petugas kesehatan di puskesmas dan yang paling pentingpromosi kesehatan adalah upaya pemberdayaan baik pemberdayaan pada pasien maupun terhadap individu/ keluarga/ masyarakat yang sehat. Namun demikian upaya pemberdayaan ini akan lebih berhasil jika didukung oleh upaya bina suasana dan advokasi. Peluang pelaksanaan promosi kesehatan dapat dilakukan didalam gedung dan diluar gedung puskesmas sehingga peluang ini dapat dimaanfaatkan sehingga upaya Promosi kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik.

.

 

 

No comments:

Post a Comment