Saturday, June 21, 2025

KERANGKA ACUAN KEGIATAN GIZI

  


KERANGKA ACUAN KEGIATAN GIZI

 

A.     Pendahuluan

Dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, khususnya pada Bab VIII tentang Gizi, pada pasal 141 ayat 1 menyatakan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat. Dalam rangka mencapai tujuan program gizi yaitu meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat. Sumber Daya Manusia adalah aset yang besar bagi bangsa Indonesia jika seluruh warganya telah menjadi Manusia Indonesia Prima antara lain ditandai dengan warganya yang sehat, cerdas dan produktif. Untuk mewujudkan warga yang sehat cerdas dan produktif diperlukan statusgizi yang optimal dengan cara melakukan perbaikan gizi secara terus menerus melalui berbagai pendekatan yang semakin inovatif. Oleh karena itu pemerintah melalui sektor terkait lebih serius memberikan perhatian pada peningkatan status gizi masyarakat secara menyeluruh.

 

B.      Latar Belakang

Program perbaikan gizi masyarakat merupakan program pokok untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Masalah gizi merupakan masalah yang penanganannya harus dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai sektor, bukan hanya dengan pendekatan medis. Masalah gizi berkaitan erat dengan masalah ekonomi dan perilaku serta pengetahuan masyarakat. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan dampak kedepan jika kesehatan terabaikan. Keadaan gizi masyarakat yang optimal, dapat meningkatkan produktifitas dan angka harapan hidup masyarakat.

Keadaan gizi masyarakat di wilayah Kecamatan Srandakan berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Balita  pada tahun 2014 dengan indikator BB/U diperoleh data balita status gizi buruk 0,41 %, kurang 1,6%, baik 93,9% dan lebih 4,1%. Dengan indikator TB/U terdapat balita dengan status gizi sangat pendek 0,26%, pendek 1,44% dan normal 98,3%. Sedangkan dengan indikator BB/TB terdapat balita dengan status gizi kurus 0,82% normal 95,98% dan gemuk 3,19%. Prevalensi ibu hamil KEK 15.72 % dan anemia gizi besi 28,06 %. Dampak yang timbul dari masalah Anemia dan KEK tersebut adalah adanya kasus kematian bayi selama tahun 2014 sebanyak 7 balita dengan penyebab kematian adanya penyakit penyerta dan kelahiran BBLR selama tahun 2014 sebesar 0,7%.

Berdasarkan analisis data masalah gizi tahun 2014 diketahui bahwa ibu hamil yang menderita Anemia dan KEK serta KEP balita di wilayah Puskesmas Srandakan sebagian besar berasal dari keluarga miskin, tingkat pendidikan orang tua balita dan ibu hamil rendah, pekerjaan kepala keluarga sebagai buruh, kondisi rumah tidak sehat, perilaku dan pola asuh yang tidak baik. Data penderita gizi buruk tahun 2014 menunjukkan bahwa 57,14 % berusia dibawah 2 tahun. Hal ini tentu akan menurunkan kualitas pertumbuhan 1000 hari pertama kehidupan. Hasil  survei Anemia pada ibu hamil di 10 Puskesmas di Kabupaten Bantul yang mempunyai kasus anemia tinggi dan salah satunya Puskesmas Srandakan menunjukkan hasil bahwa ibu hamil yang menderita anemia kekurangan asupan makanan sumber protein dan vitamin C. Jenis makanan, porsi dan frekuensi makan tidak sesuai dengan standar (Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, 2014).

Sebagai tindak lanjut maka puskesmas sebagai lini terdepan dari strkutur jajaran kementrian kesehatan menjadi penggerak utama di masyarakat dalam penanggulangan masalah gizi serta mengajak semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan penganggulangan masalah gizi.

 

C.     Maksud dan Tujuan

1.     Tujuan umum

Menurunkan masalah gizi dan meningkatkan cakupan program gizi demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

2.     Tujuan khusus

a.     Menurunkan prevalensi Anemia

b.     Menurunkan prevalensi KEK

c.     Menurunkan prevalensi KEP dan Pendek

d.     Meningkatkan cakupan vitamin A

e.     Meningkatkan cakupan garam beryodium

f.      Meningkatkan pengetahuan masyarakat

g.     Meningkatkan status gizi masyarakat

h.     Meningkatkan kesehatan masyarakat

i.      Meningkatkan partisipasi masyarakat di Posyandu

j.      Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk menanggulangi masalah gizi

k.     Terselenggaranya kegiatan penanggulangan masalah gizi secara rutin dan mandiri

 

D.     Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan

Adapun kegiatan program gizi di Puskesmas Srandakan pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :

KEGIATAN

RINCIAN KEGIATAN

 

PROMOTIF

1

Koordinasi kader

2

Refresing Motivator ASI

3

Pelatihan kader Posyandu gizi

4

Pelatihan kader  remaja Karang Taruna

5

Pendampingan Posyandu Remaja

PREVENTIF

1

Pemantauan Status Gizi (PSG)

2

Pemantauan ASI-E

3

Pelaksanaan  Survei Kadarzi

4

Pemantauan Garam Beriodium

5

PSG Anak Sekolah (TBABS)

6

Skrining Anemia

7

Konseling gizi

8

Distribusi Vitamin A

KURATIF

1

Pemeriksaan dokter spesialis anak

2

PMT-P Balita KEP gakin

3

MP-ASI Baduta KEP Gakin

4

PMT-P Ibu Hamil KEK & Anemia gakin

REHABILITATIF

1

Pembinaan orang tua balita KEP, bumil Anemia dan KEK

2

Pendampingan ortu balita KEP, bumil Anemia dan KEK

 

E.      Cara Melaksanakan Kegiatan

Cara melaksanakan kegiatan program gizi di Puskesmas Srandakan adalah :

KEGIATAN

RINCIAN KEGIATAN

CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

PROMOTIF

1

Koordinasi kader

Pertemuan di Puskesmas

2

Refresing Motivator ASI

Rapat/ pertemuan

3

Pelatihan kader Posyandu gizi

Rapat/ pertemuan

4

Pelatihan kader  remaja Karang Taruna

Rapat/ pertemuan

5

Pendampingan Posyandu Remaja

Datang ke Posyandu remaja untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan

PREVENTIF

1

Pemantauan Status Gizi (PSG)

Datang ke Posyandu Balita untuk mendampingi kader dalam pengukuran BB dan TB

2

Pemantauan ASI-E

Datang ke Posyandu Balita untuk mendampingi kader dalam pengisian status ASI-E di KMS

3

Pelaksanaan  Survei Kadarzi

Melalui survei oleh kader gizi dengan sample 300 KK/ Kecamatan

4

Pemantauan Garam Beriodium

Melalui pemeriksaan garam dengan sample 1 kelas SD setiap desa

5

PSG Anak Sekolah (TBABS)

Datang ke sekolah untuk melakukan pengukuran BB dan TB siswa baru

6

Skrining Anemia

Datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan Anemia dengan stik Hb

7

Konseling gizi

Melayani pasien yang datang/ dirujuk ke poli gizi di Puskesmas

8

Distribusi Vitamin A

Membagikan vit.A pada kader Posyandu sesuai jumlah balita

KURATIF

1

Pemeriksaan dokter spesialis anak

Pertemuan di Puskesmas dengan mengundang dokter spesialis

2

PMT-P Balita KEP gakin

Mengundang ibu balita ke Puskesmas dan diberikan edukasi gizi

3

MP-ASI Baduta KEP Gakin

Mengundang ibu balita ke Puskesmas dan diberikan edukasi gizi

4

PMT-P Ibu Hamil KEK & Anemia gakin

Mengundang ibu balita ke Puskesmas dan diberikan edukasi gizi

REHABILITATIF

1

Pembinaan orang tua balita KEP, bumil Anemia dan KEK

Pertemuan/ rapat untuk memberikan edukasi gizi

2

Pendampingan ortu balita KEP, bumil Anemia dan KEK

Datang ke rumah balita/ bumil sasran untuk mengetahui kondisi kesehatan, keluarga dan pola asuh

 

F.      Sasaran

Sasaran kegiatan program gizi di Puskesmas Srandakan antara lain :

KEGIATAN

RINCIAN KEGIATAN

SASARAN

PROMOTIF

1

Koordinasi kader

Kader kesehatan

2

Refresing Motivator ASI

Kader yang ditunjuk sebagai motivator ASI

3

Pelatihan kader Posyandu gizi

Kader Posyandu balita

4

Pelatihan kader  remaja Karang Taruna

Remaja karang taruna

5

Pendampingan Posyandu Remaja

Kader kesehatan remaja

PREVENTIF

1

Pemantauan Status Gizi (PSG)

Semua balita

2

Pemantauan ASI-E

Semua bayi 0-6 bulan

3

Pelaksanaan  Survei Kadarzi

300 KK yang mempunyai bumil/ bufas/ bayi/ balita

4

Pemantauan Garam Beriodium

1 kelas SD setiap desa

5

PSG Anak Sekolah (TBABS)

Semua siswa baru SD, SMP, SMA/ SMK

6

Skrining Anemia

Semua siswa perempuan SMA/ SMK

7

Konseling gizi

Semua pasien yang datang ke klinik gizi atau Posyandu

8

Distribusi Vitamin A

Semua balita 6-60 bulan

KURATIF

1

Pemeriksaan dokter spesialis anak

30 balita KEP/ penyakit penyerta

2

PMT-P Balita KEP gakin

8 balita KEP

3

MP-ASI Baduta KEP Gakin

17 baduta Gakin

4

PMT-P Ibu Hamil KEK & Anemia gakin

20 bumil KEK dan Anemia

REHABILITATIF

1

Pembinaan orang tua balita KEP, bumil Anemia dan KEK

30 orang tua balita KEP

2

Pendampingan ortu balita KEP, bumil Anemia dan KEK

Semua balita KEP, bumil KEK dan Anemia

 

 

G.     Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Cara melaksanakan kegiatan program gizi di Puskesmas Srandakan adalah :

KEGIATAN

RINCIAN KEGIATAN

WAKTU PELAKSANAAN

PROMOTIF

1

Koordinasi kader

Setiap bulan

2

Refresing Motivator ASI

Juli 2015

3

Pelatihan kader Posyandu gizi

Februari 2015

4

Pelatihan kader  remaja Karang Taruna

Maret 2015

5

Pendampingan Posyandu Remaja

Setiap bulan

PREVENTIF

1

Pemantauan Status Gizi (PSG)

Februari 2015

2

Pemantauan ASI-E

Februari 2015

3

Pelaksanaan  Survei Kadarzi

Mei 2015

4

Pemantauan Garam Beriodium

Mei 2015

5

PSG Anak Sekolah (TBABS)

September 2015

6

Skrining Anemia

Oktober 2015

7

Konseling gizi

Setiap hari

8

Distribusi Vitamin A

Februari dan Agustus 2015

KURATIF

1

Pemeriksaan dokter spesialis anak

Juni 2015

2

PMT-P Balita KEP gakin

Mart-Des 2015

3

MP-ASI Baduta KEP Gakin

Apr Jun Sept Nov & Des 2015

4

PMT-P Ibu Hamil KEK & Anemia gakin

Jun-Nov 2015

REHABILITATIF

1

Pembinaan orang tua balita KEP, bumil Anemia dan KEK

Juli 2015

2

Pendampingan ortu balita KEP, bumil Anemia dan KEK

Setiap bulan

 

 

H.     Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan

Evaluasi pelaksanaan kegiatan di lakukan setiap bulan dengan melaporkan hasil kegiatan ke koordinator program dan kepala puskesmas setiap bulan lalu di berikan evaluasi oleh kepala puskesmas

 

I.       Pencacatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan

Pencatatan dan pelaporan program gizi Puskesmas Srandakan di laporkan ke Dinas Kesehatan  Kabupaten Bantul melalui email setiap bulan.

 

No comments:

Post a Comment