SOP MENGUKUR SUHU AXILLA
Kata Kunci SEO Utama: SOP Mengukur Suhu Axilla
Kata Kunci Turunan: SOP pemeriksaan suhu tubuh, cara mengukur suhu axilla, pemeriksaan suhu ketiak, SOP tanda vital, pengukuran suhu tubuh pasien, SOP Puskesmas.
1. Pengertian
Pengukuran suhu axilla adalah tindakan mengukur suhu tubuh melalui daerah ketiak (aksila) menggunakan termometer yang sesuai. Pemeriksaan ini merupakan salah satu bagian dari pengukuran tanda vital dan dapat membantu mendeteksi kondisi seperti demam atau hipotermia.
2. Tujuan
Tujuan Umum
Mendapatkan hasil pengukuran suhu tubuh pasien melalui aksila secara akurat, aman, dan terdokumentasi.
Tujuan Khusus
- Mengetahui suhu tubuh pasien.
- Membantu mendeteksi demam atau hipotermia.
- Mendukung penilaian kondisi klinis pasien.
- Memantau perubahan suhu selama perawatan.
- Menjadi data pendukung dalam menentukan tindakan selanjutnya.
3. Kebijakan
Pelaksanaan pengukuran suhu dilakukan sesuai standar pelayanan fasilitas kesehatan, menggunakan termometer yang layak pakai dan mengikuti petunjuk penggunaan alat.
4. Petugas
- Dokter.
- Perawat.
- Bidan sesuai kewenangan.
- Tenaga kesehatan lain yang kompeten.
5. Peralatan
- Termometer digital atau termometer klinis yang sesuai.
- Tisu atau kasa.
- Disinfektan/pembersih termometer sesuai petunjuk alat.
- Sarung tangan bila diperlukan.
- Rekam medis atau lembar observasi.
6. Persiapan
- Cuci tangan sesuai prosedur.
- Pastikan termometer dalam kondisi bersih dan berfungsi baik.
- Periksa kondisi termometer.
- Jelaskan prosedur kepada pasien.
- Pastikan area ketiak dapat diakses.
- Pastikan ketiak tidak dalam kondisi sangat basah karena dapat memengaruhi hasil pengukuran.
- Untuk termometer digital, nyalakan alat dan pastikan siap digunakan.
7. Prosedur Pelaksanaan
A. Pengukuran dengan Termometer Digital
- Cuci tangan.
- Jelaskan tindakan kepada pasien.
- Posisikan pasien dengan nyaman.
- Pastikan ketiak pasien bersih dan kering.
- Letakkan ujung sensor termometer tepat di tengah lipatan aksila, menyentuh kulit.
- Minta pasien merapatkan lengan ke tubuh sehingga termometer terjepit dengan baik.
- Pertahankan posisi sesuai petunjuk penggunaan alat.
- Tunggu sampai termometer memberikan tanda bahwa pengukuran telah selesai.
- Baca hasil pengukuran.
- Catat hasil dalam derajat Celsius (°C).
- Bersihkan/disinfeksi termometer sesuai petunjuk produsen dan kebijakan fasilitas.
- Cuci tangan kembali.
B. Pada Bayi dan Anak
- Posisikan bayi atau anak dengan aman.
- Pastikan ujung termometer berada tepat pada aksila.
- Pegang atau posisikan lengan anak agar sensor tetap menempel pada kulit.
- Jangan meninggalkan bayi atau anak tanpa pengawasan selama proses pengukuran.
- Tunggu hingga pengukuran selesai.
- Catat hasil dan waktu pemeriksaan.
8. Interpretasi Hasil
Hasil pengukuran suhu axilla harus diinterpretasikan bersama kondisi klinis pasien, karena suhu aksila dapat berbeda dari suhu yang diukur pada lokasi tubuh lainnya.
Secara umum:
- Suhu yang meningkat dapat menunjukkan demam, tetapi perlu dikonfirmasi dan dinilai berdasarkan kondisi klinis serta standar yang digunakan fasilitas kesehatan.
- Suhu yang rendah dapat menunjukkan hipotermia dan memerlukan penilaian lebih lanjut apabila disertai gejala klinis.
Jangan menetapkan diagnosis hanya berdasarkan satu angka suhu tanpa mempertimbangkan keadaan pasien.
9. Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pastikan sensor termometer bersentuhan langsung dengan kulit.
- Jangan menempatkan termometer di atas pakaian.
- Ketiak yang terlalu basah dapat memengaruhi hasil.
- Gunakan termometer yang sesuai dengan usia dan kondisi pasien.
- Jangan menggunakan alat yang rusak atau tidak terkalibrasi/terverifikasi sesuai kebijakan fasilitas.
- Untuk hasil yang meragukan, lakukan pengukuran ulang.
- Pada pasien dengan kondisi gawat, pengukuran suhu tidak boleh menunda penanganan kegawatdaruratan.
10. Indikasi Pengukuran Ulang
Lakukan pengukuran ulang apabila:
- Hasil tidak sesuai dengan kondisi klinis pasien.
- Termometer tidak memberikan pembacaan yang stabil.
- Posisi sensor tidak tepat.
- Sensor tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
- Ketiak sangat basah.
- Terdapat keraguan terhadap fungsi alat.
Bila diperlukan, gunakan lokasi pengukuran alternatif yang sesuai dengan kondisi pasien dan kebijakan fasilitas kesehatan.
11. Monitoring dan Evaluasi
Pengukuran suhu dapat dilakukan secara berkala sesuai kondisi pasien, misalnya:
- Pasien demam.
- Pasien dengan dugaan infeksi.
- Pasien pascatindakan tertentu.
- Pasien yang sedang mendapatkan terapi.
- Pasien yang memerlukan pemantauan tanda vital.
Catat perubahan suhu dari waktu ke waktu untuk membantu evaluasi respons terhadap terapi.
12. Dokumentasi
Hasil pemeriksaan dicatat dalam rekam medis atau lembar observasi yang sekurang-kurangnya mencantumkan:
- Tanggal dan waktu pemeriksaan.
- Suhu tubuh.
- Lokasi pengukuran: axilla/aksila.
- Jenis alat bila diperlukan.
- Kondisi khusus bila ada.
- Nama atau paraf petugas.
Contoh dokumentasi:
07-08-2026 | 10.00 WIB | Suhu axilla 38,2°C | Termometer digital | Petugas: ______
13. Edukasi Pasien
Jelaskan kepada pasien bahwa:
- Pengukuran suhu merupakan bagian dari pemeriksaan tanda vital.
- Hasil harus dinilai bersama gejala lainnya.
- Pasien perlu melapor apabila mengalami menggigil, merasa sangat panas, lemas berat, sesak, atau keluhan lain yang memburuk.
- Pemeriksaan ulang dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
14. Indikator Mutu
- Pengukuran suhu dilakukan sesuai prosedur pada 100% pasien yang membutuhkan pemeriksaan.
- Lokasi pengukuran dicatat dengan jelas pada rekam medis.
- Hasil pemeriksaan dicatat pada 100% pasien.
- Termometer dibersihkan sesuai prosedur setelah digunakan.
- Pengukuran ulang dilakukan apabila hasil meragukan atau tidak sesuai kondisi klinis.
15. Alur Singkat SOP
Persiapan alat → Cuci tangan → Identifikasi pasien → Jelaskan tindakan → Pastikan aksila kering → Tempatkan sensor di aksila → Rapatkan lengan → Tunggu hasil → Catat suhu → Bersihkan alat → Cuci tangan → Evaluasi hasil.
Meta Description SEO
SOP Mengukur Suhu Axilla terbaru lengkap dengan pengertian, tujuan, persiapan alat, prosedur pemeriksaan suhu ketiak menggunakan termometer digital, interpretasi hasil, dokumentasi, monitoring, edukasi, dan indikator mutu pelayanan kesehatan.

No comments:
Post a Comment