|
Pemerintah Kota Surakarta |
SOP |
FISIOTERAPI PADA
ULTRASONIC |
UPTD Puskesmas Pajang |
|
|
No.
Dokumen |
: SOP.PJ.ADMEN. 001 |
|||
|
No.
Revisi |
:
00 |
|||
|
Tgl.
Terbit |
: |
|||
|
Halaman
|
: 1 / 3 |
|||
|
Ditetapkan Oleh |
Kepala UPTD Puskesmas Pajang
dr. Wahyu
Indianto NIP.
19681118 200003 1 004 |
|||
1. PENGERTIAN
1.1 Terapi Ultrasonic yaitu suatu usaha pengobatan
dengan menggunakan mekanisme
getaran dengan frekuensi
lebih dari 20
KHz. Didalam praktek klinik frekuensi yang digunakan antra 0,7 MHz – 3
MHz, dengan intensitas 1 – 3 w / cm2
2. TUJUAN
2.1 Prosedur ini dibuat sebagai acuan bagi petugas dalam penerapan langkah-langkah bagi fisioterapi untuk melaksanakan asuhan
fisioterapi secara tepat, efektif, efisien dengan hasil yang optimal dengan
modalitas ultrasonic.
3. KEBIJAKAN
3.1 SK
4. REFERENSI
4.1 Guideline SPO Fisioterapi,
2001
4.2 Dokumen World Confederation
for Physical therapy (WCPT), 2007
5. LANGKAH-LANGKAH
PROSEDUR
5.1 Petugas melakukan assesment untuk menemukan masalah dan
menentukan program agar arus ultrasonic tepat sasaran.
5.2 Petugas memberi
penjelasan langkah terapi serta tujuannya aga pasien memahami pogram.
5.3 Petugas menentukan
area terapi yang tepat agar terapi efektif.
5.4 Petugas memilih
tranduser dinamis atau statis.
5.5 Petugas
memposisikan pasien seenak mungkin.
5.6 Petugas mengatur
frekuensi, jenis arus dan intensitas dan waktu terapi agar tepat sasaran.(Area
seluas 1 cm2 membutuhkan waktu sekitar 1 menit)
5.7 Petugas memberikan
tindakan terapi.
5.8 Petugas
memperhatikan kondisi pasien setelah diterapi dan efek samping yang mungkin
timbul.
5.9 Petugas
mengembalikan peralatan ketempat semula
6.
DIAGRAM ALIR
6.1 Diagram Alir
7. UNIT TERKAIT
7.1 Ruang pemeriksaan
Fisioterapi
8
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN
|
No |
Yang dirubah |
Isi Perubahan |
Tgl.mulai diberlakukan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment