|
Pemerintah Kota Surakarta |
SOP |
FISIOTERAPI PADA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP) |
UPTD Puskesmas Pajang |
|
|
No.
Dokumen |
: SOP.PJ.ADMEN. 001 |
|||
|
No.
Revisi |
:
00 |
|||
|
Tgl.
Terbit |
: |
|||
|
Halaman
|
: 1 / 3 |
|||
|
Ditetapkan Oleh |
Kepala UPTD Puskesmas Pajang
dr. Wahyu
Indianto NIP.
19681118 200003 1 004 |
|||
1. PENGERTIAN
1.1 Hernia nukleus pulposus atau HNP merupakan gangguan
yang terjadi akibat adanya penonjolan(hernia) bantalan(nukleus pulposus)
dicakram antar ruas tulang belakang(discus) yang mengakibatkan terjadi
penekanan /penjepitan syaraf.
2. TUJUAN
2.1 Prosedur ini dibuat sebagai acuan bagi petugas dalam penerapan langkah-langkah bagi fisioterapi untuk melaksanakan asuhan
fisioterapi secara tepat, efektif, efisien dengan hasil yang optimal pada
pasien HNP.
3. KEBIJAKAN
3.1 SK
4. REFERENSI
4.1
Guideline SPO Fisioterapi, 2001
4.2
Dokumen World Confederation for Physical therapy (WCPT), 2007
5. LANGKAH-LANGKAH
PROSEDUR
5.1 Petugas melakukan anamnese apakah ditemukan nyeri pada
lumbal spine yang menyebar sampai kaki,posisi duduk lama,jongkok meningkatkan
nyeri dan parestesi.Parestesi pada L5-S1.
5.2 Petugas melakukan
inspeksi yaitu posisi lumbal scoliosis.melakukan tes cepat yaitu gerak fleksi
lumbal nyeri,tes gerak aktif yaitu paresthesi hingga tungkai belakang-kaki.tes
khusus yaitu lasegue sign positif.
5.3 Petugas menentukan
diagnosis fisioterapi yaitu nyeri disertai parestesi karena HNP lumbal segmen.
5.4 Petugas menentukan
rencana fisioterapi yaitu memberikan penjelasan tentang diagnosis dan rencana
intervensi pada pasien,persetujuan pasien terhadap tindakan intervensi
fisioterapi.
5.5 Petugas meminta
kepada pasien atau keluarga untuk menandatangani informed/refusal concent.
5.6 Apabila pasien
atau keluarga telah menyetujui,maka petugas melakukan tindakan intervensi
fisioterapi berupa infra red pada L5-S1 dengan waktu 10 menit.
5.7 Petugas melakukan
tindakan intervensi fisioterapi berupa TENS pada L5-S1 dengan waktu 10 menit.
5.8 Petugas melakukan
tindakan intervensi fisioterapi berupa terapi latihan pada otot lumbal dan
tungkai,setelah itu petugas memberikan edukasi
kepada pasien agar gerakan gerakan tersebut rutin dilakukan di rumah.
5.9 Petugas melakukan
evaluasi berupa nyeri dan ROM Lumbal.
5.10
Petugas melakukan dokumentasi hasil tindakan
fisioterapi ke rekam medik pasien.
6.
DIAGRAM ALIR
6.1 Diagram Alir
7. UNIT TERKAIT
7.1 Ruang pemeriksaan
Fisioterapi
8
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN
|
No |
Yang dirubah |
Isi Perubahan |
Tgl.mulai diberlakukan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment