MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 31, 2026

SOP PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM

 

 

 

LOGO KOTA METRO.png

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM

logo-puskesmas.png

Dinas Kesehatan Kota Metro

No. Dokumen

: 800/       /SOP/UKP/ II/2016

UPTD Puskesmas Yosomulyo

SOP

Tanggal Terbit

:    Februari 2016

Disetujui oleh,

Kepala UPTD Puskesmas Yosomulyo

 

No. Revisi

:

 

Halaman

: ½

Hendarto, SKM, M.Kes

NIP 197701141996021001

A. Pengertian

:   Yang dimaksudkan pengelolaan sampah dan limbah medis ini adalah bagi sampah dan limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan laboratorium.

B. Tujuan

:   Agar sampah dan limbah medis tidak menjadi sumber penularan penyakit di lingkungan Puskesmas Yosomulyo.

C. Kebijakan

:  

D. Referensi

:   Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat jenderal bina pelayanan medik, Direktorat bina pelayanan penunjang medik Tahun 2008

E. Alat dan Bahan

:  

F.  Prosedur

Diagram Alir

1.  Petugas menempatkan sampah pada satu tempat sampah khusus untuk sampah medis yang sudah diberi tanda dan dilapis plastik berwarna kuning.

2.  Petugas melepaskan plastik yang sudah penuh dari tempat sampah.

3.  Petugas menyerahkan sampah medis tersebut kepada petugas sanitarian.

4.  Petugas memasukkan larutan lisol ke dalam pot yang berisi sisa sampel sputum hasil pemeriksaan BTA.

5.  Petugas menutup pot sputum kembali dengan rapat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian kantong tersebut diikat.

6.  Petugas menempatkan pada satu bak sampah besar bertutup yang berlapis plastik berwarna kuning.

7.  Petugas menempatkan sampah medis spuilt dan blood lancet pada satu wadah khusus berupa sebuah box kertas yang berwarna kuning bertuliskan safety box.

 

 

Rectangle: Rounded Corners: Petugas menempatkan sampah medis spuilt dan blood lancet pada satu wadah khusus berupa sebuah box kertas yang berwarna kuning bertuliskan safety box.








Rectangle: Rounded Corners: Menempatkan pada satu bak sampah besar bertutup yang berlapis plastik berwarna kuning.Rectangle: Rounded Corners: Menutup pot sputum dengan rapat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian diikat.Rectangle: Rounded Corners: Memasukkan larutan lisol ke dalam pot yang berisi sisa sampel sputum hasil pemeriksaan BTA.Rectangle: Rounded Corners: Menyerahkan sampah medis kepada petugas sanitarian.Rectangle: Rounded Corners: Melepaskan plastik yang penuh dari tempat sampah.Rectangle: Rounded Corners: Petugas menempatkan sampah pada satu tempat sampah khusus dilapis plastik berwarna kuning.

 

Halaman

: 2/2

Hendarto, SKM, M.Kes

NIP.197701141996021001

8.  Petugas menyerahkan kepada sanitarian apabila safety box tersebut sudah terisi penuh.

9   Petugas sanitarian membakar sampah medis dan sampah sisa hasil pemeriksaan menggunakan ineserator.

 

Rectangle: Rounded Corners: Petugas sanitarian membakar sampah medis dan sampah sisa hasil pemeriksaan menggunakan ineserator.


Rectangle: Rounded Corners: Petugas menyerahkan kepada sanitarian apabila safety box tersebut sudah terisi penuh.

G. Hal-hal yang perlu diperhatikan

:  

H. Unit Terkait

:  

I.  Dokumen Terkait

:  

 

 

J.   Rekaman Historis

No

Halaman

Yang diubah

Perubahan

Diberlakukan Tgl.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

LOGO KOTA METRO.png

PENGELOLAAN REAGEN

logo-puskesmas.png

Dinas Kesehatan Kota Metro

No. Dokumen

: 800/       /SOP/UKP/ II /2016

UPTD Puskesmas Yosomulyo

SOP

UKP

Tanggal Terbit

:       Februari  2016

Disetujui oleh,

Kepala UPTD Puskesmas Yosomulyo

 

No. Revisi

:

 

Halaman

: ½

Hendarto, SKM, M.Kes

NIP 197701141996021001

A. Pengertian

:  

B. Tujuan

:   Sebagai pedoman bagi petugas laborat dalam melakukan penyimpanan reagen.

C. Kebijakan

:   Penyimpanan reagen yang benar dapat menjaga kualitas dan mutu reagen tersebut, sehingga dapat mendukung hasil pemeriksaan laboratorium yang lebih akurat.

D. Referensi

:   Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat jenderal bina pelayanan medik, Direktorat bina pelayanan penunjang medik Tahun 2008

E. Alat dan Bahan

:  

F.  Prosedur

Diagram Alir

1.  Petugas menggunakan kaidah pertama masuk-pertama keluar (FIFO) first in first out yaitu reagen yang lebih dulu masuk persediaan harus digunakan lebih dahulu.

2.  Petugas menggunakan reagen yang mempunyai masa kadaluwarsa pendek untuk dipakai terlebih dahulu (FEFO), first expire first out guna menjamin barang tidak rusak akibat penyimpanan lama.

3.  Petugas menyimpan larutan berwarna dan larutan organik dalam botol cokelat.

4.  Petugas menempatkan reagen pada tempat yang steril.

5.  Petugas menyimpan reagen pada tempa yang tidak terkena sinar matahari langsung.

6.  Petugas menyimpan reagen pada suhu kamar atau suhu dingin (2oC – 8oC) tergantung jenis reagen.

7.  Petugas membuat kartu stok pemakaian reagen.

 

Rectangle: Rounded Corners: Petugas membuat kartu stok pemakaian reagen.







Rectangle: Rounded Corners: Petugas menyimpan reagen pada tempa yang tidak terkena sinar matahari langsung.Rectangle: Rounded Corners: Petugas menyimpan reagen pada suhu kamar atau suhu dingin (2oC – 8oC) tergantung jenis reagen.
7.	Petugas membuat kartu stok pemakaian reagen.







Rectangle: Rounded Corners: Petugas menempatkan reagen pada tempat yang steril.Rectangle: Rounded Corners: Petugas menyimpan larutan berwarna dan larutan organik dalam botol cokelat.Rectangle: Rounded Corners: Petugas menggunakan reagen yang mempunyai masa kadaluwarsa pendek untuk dipakai terlebih dahulu (FEFO), first expire first out guna menjamin barang tidak rusak akibat penyimpanan lama.Rectangle: Rounded Corners: Petugas menggunakan kaidah pertama masuk-pertama keluar (FIFO) first in first out yaitu reagen yang lebih dulu masuk persediaan harus digunakan lebih dahulu.

 

Halaman

: 2/2

Hendarto, SKM, M.Kes

NIP 197701141996021001

KUALIFIKASI PENYIMPANAN REAGEN DI LABORAT

No

Nama Reagen

Kemasan

Suhu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

 

Alkohol 70%

Metanol

Larutan truk

Larutan hayem

Na Citrat 3,8%

Giemsa stain

HCl 0,1 N

Eosin 1%

EDTA 10%

Oil Immersi

Glucosure stik

UA sure stik

Cholesterol stik

Trigliserida stik

Combistik

PP Tes

Amonium Oxalat

Widal

Golongan Darah

 

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Botol cokelat

Tube

Tube

Tube

Tube

Tube

Tube

Botol cokelat

Vital

Vital

 

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruangan

Suhu ruang

 8oC

 8oC

 

 

 

 

G. Hal-hal yang perlu diperhatikan

:  

H. Unit Terkait

:  

I.  Dokumen Terkait

:  

 

 

J.   Rekaman Historis

No

Halaman

Yang diubah

Perubahan

Diberlakukan Tgl.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

LOGO KOTA METRO.png

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PETUGAS LABORATORIUM

logo-puskesmas.png

Dinas Kesehatan Kota Metro

No. Dokumen

: 800/ 226 /SOP/UKP/ II /2016

UPTD Puskesmas Yosomulyo

SOP

UKP

Tanggal Terbit

:    Februari 2016

Disetujui oleh,

Kepala UPTD Puskesmas Yosomulyo

 

No. Revisi

:

 

Halaman

: ½

Hendarto, SKM, M.Kes

NIP 197701141996021001

A. Pengertian

:   K3 merupakan bagian dari pengelolaan laborat, pemahaman keamanan laboratorium dengan melakukan tindakan pengelolaan spesimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia, mencegah potensi infeksi dari petugas ke petugas lain untuk keluarga dan ke masyarakat.

B. Tujuan

:   Mengurangi bahaya yang terjadi melalui kontak dengan spesimen yang berpotensi terinfeksi kuman patogen.

C. Kebijakan

:   Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bagi Petugas harus mengikuti langkah-langkah yang tertuang dalam SOP.

D. Referensi

:   Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat jenderal bina pelayanan medik, Direktorat bina pelayanan penunjang medik Tahun 2008

E. Alat dan Bahan

:  

F.  Prosedur

Diagram Alir

1.  Setiap calon petugas diwajibkan melakukan pemeriksaan foto thorakh.

2.  Petugas harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditentukan di laboratorium.

3.  Petugas yang sedang hamil  diusahakan tidak memeriksa spesimen yang diduga mengandung TORCH.

4.  Petugas memastikan bahwa bahan bekas pakai dan limbah infektif dibuang secara aman setelah melalui proses dekontaminasi sebelumnya.

5.  Petugas melakukan pemeriksaan cek up laborat setiap tahun.

6.  Petugas harus sudah divaksinasi hepatitis B dan rebella.

7.  Petugas menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).

 

 

 

Rectangle: Rounded Corners: Petugas menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).










Rectangle: Rounded Corners: Petugas harus sudah divaksinasi hepatitis B dan rebella.Rectangle: Rounded Corners: Petugas melakukan pemeriksaan cek up laborat setiap tahun.Rectangle: Rounded Corners: Petugas memastikan bahwa bahan bekas pakai dan limbah infektif dibuang secara aman setelah melalui proses dekontaminasi sebelumnya.Rectangle: Rounded Corners: Petugas yang sedang hamil  diusahakan tidak memeriksa spesimen yang diduga mengandung TORCH.Rectangle: Rounded Corners: Petugas harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditentukan di laboratorium.Rectangle: Rounded Corners: Setiap calon petugas diwajibkan melakukan pemeriksaan foto thorakh.

 

Halaman

: 2/2

Hendarto, SKM, M.Kes

NIP 197701141996021001

G. Hal-hal yang perlu diperhatikan

:  

H. Unit Terkait

:  

I.  Dokumen Terkait

:  

 

 

J.   Rekaman Historis

No

Halaman

Yang diubah

Perubahan

Diberlakukan Tgl.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER