|
|
PENGELOLAAN KALA II PERSALINAN |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: 440/C/VII/SOP/7/2018/00... |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Terbit |
: 01-07-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 - 6 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
|
|||
|
1.
Pengertian |
Pengelolaan kala II Persalinan adalah
pengelolaan yang dimulai dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir |
|||
|
2.
Tujuan |
Sebagai acuan dalam melaksanakan pengelolaan
kala II persalinan |
|||
|
3.
Kebijakan |
Surat
Keputusan Kepala Puskesmas Abcde Nomer ...... .. tentang Pelayanan Klinis |
|||
|
4.
Referensi |
Buku
Panduan APN (Asuhan Persalinan Normal), Kemenkes, 2009 |
|||
|
5.
Alat
dan Bahan |
1.
2 klem 2.
Gunting Epis 3.
Kocher ½ 4.
Gunting tali pusat 5.
Pengikat tali pusat 6.
Folley Kateter 7.
2 pasang sarung tangan steril 8.
Kassa 9.
Gulungan kapas basah
(menggunakan larutan DTT) 10.
Duk/kain steril 11.
Penghisap lendir 12.
Spuit 3 cc 13.
Partograf 14.
Status ibu 15.
Formulir rujukan 16.
Alat
Tulis 17.
Termometer 18.
Metelin
19.
Bengkok 20.
Dopler 21.
Jam 22.
Stetoskop 23.
Tensimeter 24.
Sarung tangan rumah tanggan 1
pasang 25.
Larutan klorin 0,5% dalam
wadah 26.
Air
DTT dalam wadah 27.
Masker, kacamata, alas kaki,
celemek 28.
Tempat plasenta 29.
Tempat sampah basah dan
kering 30.
Waslap 31.
Perlengkapan resusitasi bayi 32.
Oxytocin 33.
Injeksi
Vitamin K 34.
Salep mata 35.
Pakaian
Bayi 36.
Pakaian
Ibu 37.
Jarit
Ibu 38.
Underpad |
|||
|
6.
Langkah- langkah/ Prosedur |
1. Petugas
melihat tanda dan gejala kala II a.
Ibu mempunyai dorongan meneran b.
Ibu merasakan adanya tekanan pada anus c.
Perineum menonjol d.
Vulva dan anus membuka 2. Petugas menyiapkan peralatan a.
Mematahkan oxytocyn b.
Memasukkan oxytocyn ke dalam spuit 3 cc c.
Siapkan partus set,
klem tali pusat, kasa steril kedalam Bak Instrumen 3. Petugas menyiapkan diri untuk pertolongan
persalinan a.
Memakai celemek b.
Melepas perhiasan pada tangan, mencuci
tangan dengan sabun dibawah air mengalir c.
Memakai sarung tangan 4. Petugas memastikan pembukaan lengkap dan janin
baik a. Membersihkan
vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan dari vulva ke perineum b. Melakukan
pemeriksaan dalam, memastikan pembukaan sudah lengkap dan ketuban sudah pecah c. Bila
ketuban belum pecah lakukan pemecahan ketuban d. Pastikan
kepala sudah masuk, tidak teraba bagian kecil janin atau tali pusat e. Masukkan
½ kocher yang dipegang tangan kiri dengan bimbingan telunjuk dan jari tengah
tangan kanan hingga menyentuh selaput ketuban f. Saat
his berkurang kekuatannya, gerakkan ujung
jari tangan kanan membimbing ½ kocher menggores selaput ketuban hingga
pecah g.
Keluarkan ½ kocher dengan tangan kiri,
masukkan ke bengok h. Pertahankan
jari-jari tangan kanan tetap dalam vagina hingga yakin bahwa kepala turun dan
tidak teraba tali pusat i.
Keluarkan jari-jari tangan kanan dari
vagina 5. Petugas menyiapkan ibu dan keluarga untuk
membantu proses pimpinan meneran a. Memberitahu
ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, bila merasa sudah ingin
meneran meminta ibu untuk meneran saat ada his b. Meminta
bantuan keluarga untuk menyiapkan ibu untuk meneran dalam posisi yang dirasa
nyaman, ½ duduk, jongkok, miring kiri 6. Petugas memimpin meneran a. Melakukan
pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran b. Memimpin
ibu untuk meneran pada saat his c. Mendukung
ibu dalam usaha meneran d. Memberi
kesempatan istirahat di saat tidak ada his e. Memberi
minum f. Bila
ibu belum mempunyai dorongan kuat untuk meneran, tunggu hingga ibu mempunyai
dorongan kuat untuk meneran (maksimal 60 menit) anjurkan ganti posisi miring
kiri, jongkok g. Bila
bayi belum lahir setelah dipimpin meneran selama 2 jam untuk primipara/1 jam
multipara, segera lakukan rujukan 7. Petugas melakukan persiapan
kelahiran bayi a. Saat
kepala bayi terlihat di vulva dengan diameter 5-6cm, mengambil kain bersih,
melipat 1/3 bagian dan meletakkannya di bawah bokong ibu b.
Membuka partus set 8. Petugas menolong kelahiran bayi a. Saat
sub occiput tampak di bawah symphisis,
tangan kanan melindungi perineum dengan di alas lipatan kain di bawah
bokong ibu tangan kiri menahan puncak kepala agar tidak terjadi deflexi yang
terlalu cepat saat kepala lahir (minta ibu untuk batuk-batuk), bila
didapatkan mekonium pada air ketuban, segera setelah kepala lahir lakukan
penghisapan pada mulut dan hidung dengan penghisap lender b. Mengusapkan
kasa/kain bersih untuk membersihkan muka janin dari lendir dan darah c. Memeriksa
lilitan tali pusat d. Menunggu
hingga kepala bayi selesai melakukan putar paksi luar secara spontan e. Setelah
bayi menghadap paha ibu, tempatkan kedua tangan pada biparietal kepala janin.
Bila terdapat lilitan tali pusat ketat hingga menghambat putaran paksi
luar/lahirnya bahu, minta ibu berhenti meneran, dengan perlindungan tangan kiri, memasang klem di 2 tempat pada tali
pusat kemudian dipotong diantara 2 klem Setelah bahu lahir, tangan kanan
menyangga kepala. Leher dan bahu bayi bagian posterior dengan ibu jari pada leher (bagian bawah kepala) dan
kempat jari pada bahu dan dada/punggung janin. Sementara tangan kiri memegang
lengan dan bahu bagian anterior saat badan dan lengan lahir f. Setelah
badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung ke arah bokong dan
tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan jari telunjuk
tangan kiri diantara kedua lutut janin) 9. Petugas melakukan penananganan bayi
baru lahir a. Setelah
seluruh badan bayi lahir, punggung bayi bertumpu pada lengan kanan sedemikian
rupa sehingga bayi menghadap kearah penolong. Nilai bayi, kemudian letakkan
di perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari badan. b. Segera
mengeringkan bayi terutama kepala, kecuali tangan. Untuk menghilangkan lemak
putih atau vernik, Mulut dan hidung dibersihkan. c. Lakukan
pemotongan tali pusat d. Bila
tidak memerlukan resusitasi bayi ditengkurapkan di dada perut ibu dengan
kulit bayi melekat pada kulit ibu. e. Keduanya
diselimuti, bayi dapat diberi topi f. Anjurkan
ibu untuk menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendapati putting g. Biarkan
bayi mencari puting susu sendiri h. Dukung
ibu sampai proses menyusu awal selesai |
|||
|
7.
Diagram
Alir |
|
|||
8.
Hal-Hal
yang Perlu Diperhatikan |
|
|||
|
9.
Unit Terkait |
Ruang Persalinan |
|||
|
10. Dokumen Terkait |
1. Rekam Medis 2. Buku Register 3. Status Pasien 4. Partograf 5. Buku KIA |
11.
Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tgl. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|



No comments:
Post a Comment