|
Puskesmas Cangkringan |
SPO |
NOMOR DOKUMEN : SPO–IMN-05 |
|
|
PEMANTAUAN SUHU
LEMARI ES |
TANGGAL
TERBIT : 01-04-2014 |
||
|
NOMOR
REVISI : 00 |
|||
|
HALAMAN :
1/1 |
|||
|
Dibuat Oleh Penanggung jawab Imunisasi Yutenti D, A.Md Keb NRPTT. 12.4.031066 |
Disetujui Oleh Management Representative dr. Dyah Arum R NIP. 19860512 201101 2
002 |
Disahkan Oleh Ka. Pusk Cangkringan Maryadi, SKM NIP. 19640209 198511 1
001 |
|
|
RUANG LINGKUP |
Prosedur ini mengatur cara pemantauan suhu lemari es. |
||
|
TUJUAN |
1. Mengetahui suhu lemari es tempat penyimpanan vaksin. 2. Menjaga kualitas vaksin. |
||
|
KEBIJAKAN |
Suhu lemari es tempat menyimpan vaksin. |
||
|
PETUGAS |
1. Penanggung jawab imunisasi 2.
Bidan 3.
Penjaga malam |
||
PERALATAN
|
1. Thermometer muller. 2. Freez tag ( Alat pemantauan paparan beku ). 3. VVM ( Alat pemantauan paparan panas ). 4. Buku grafik suhu 5. Kartu Batch |
||
|
PROSEDUR |
1. Meletakkan Thermometer muller dan Freez tag diantara vaksin sensitif beku. 2. Mencatat suhu di Thermometer muller / Thermometer yang tertera pada
lemari es RCW 50 EG. 3. Mencatat suhu lemari es pagi dan siang, pagi saat tiba di Puskesmas dan siang
saat akan meninggalkan Puskesmas. 4. Pada hari libur menugaskan penjaga malam untuk mencatat suhu lemari es
pada pagi dan siang hari. 5. Memperhatikan suhu pada Thermometer saat mengambil vaksin. 6. Saat mengambil vaksin usahakan < 5 menit. 7. Melaporkan kepada Kepala Puskesmas apabila terjadi kerusakan pada alat. |
||
|
REFERENSI |
Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas |
||
No comments:
Post a Comment