Dinas Kesehatan Kota Surakarta |
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PEMANTAUAN SUHU COLDCHAIN |
UPTD Puskesmas Gajahan |
|||||||
No. Dokumen
|
: SOP-GJH-UKP-0037
|
||||||||
|
No. Revisi |
:
00 |
||||||||
|
Tgl. MulaiBerlaku |
:
… Mei
2016 |
||||||||
|
Halaman |
:
1 / 1 |
||||||||
|
DitetapkanOleh : Plt. Kepala UPTD Puskesmas Gajahan
drg. Supraptini NIP. 19600323 198801 2 002 |
|||||||||
|
1. Pengertian |
Cara untuk mengetahui suhu vaksin selama
pendistribusian dan penyimpanan, apakah vaksin pernah terpapar / terkena
panas yang berlebih ataupun suhu yang terlalu dingin (beku). Sehingga petugas
mengetahui kondisi vaksin yang digunakan dalam keadaan baik atau tidak. |
|
2. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memantau suhu vaksin. |
|
3. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Gajahan No ...... |
|
4. Referensi |
Pedoman
Teknis Imunisasi Tingkat PuskesmasTahun 2005 |
|
5. Prosedur |
1.
Meletakkan Thermometer Muller dan Freeze tag
diantara vaksin sensitif beku. 2.
Mencatat suhu di Thermometer Muller / Thermometer
yang tertera pada Cold Chain vest Frost pada buku pencatatan suhu. 3.
Mencatat suhu Cold Chain pagi dan sore, pagi saat
tiba di Puskesmas dan saat akan meninggalkan Puskesmas. 4.
Memperhatikan suhu pada Thermometer saat
mengambil vaksin. 5.
Saat mengambil vaksin usahakan < 5 menit. 6.
Melaporkan kepada Kepala Puskesmas apabila
terjadi kerusakan pada alat. |
|
6. Unit Terkait |
KIA |


No comments:
Post a Comment