MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Saturday, March 28, 2026

SOP KONSULTASI SANITASI PASIEN RUJUKAN UNTUK PENYAKIT ISPA

 

           

Puskesmas Cangkringan

SPO

 

NOMOR DOKUMEN : SPO-KSN-06

TANGGAL TERBIT   : 01-04-2014

KONSULTASI SANITASI PASIEN RUJUKAN UNTUK PENYAKIT ISPA

NOMOR REVISI         : 00

HALAMAN                 : 1/1

Dibuat Oleh

Koordinator

Kesehatan Lingkungan

 

 

 

Puguh Dharmawan, ST

NIP. 19840630 200604 1 003

Disetujui Oleh

Management Representative

 

 

 

dr. Dyah Arum R

NIP. 19860512 201101 2 002

Disahkan Oleh

Ka. Pusk Cangkringan

 

 

 

 

Maryadi, SKM

NIP. 19640209 198511 1 001

 

 

 

RUANG LINGKUP

 

Prosedur ini mengatur proses konsultasi  pasien penderita ISPA  di klinik sanitasi.

 

TUJUAN

 

Memberi solusi dari permasalahan pasien ISPA yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan.

 

KEBIJAKAN

 

Melakukan diskusi permasalahan dan memberi solusi yang berhubungan dengan sanitasi kesehatan lingkungan kepada pasien penderita ISPA sesuai pedoman yang berlaku.

 

PETUGAS

 

Sanitarian

 

PERALATAN

 

 

 

 

1.    Buku Register Klinik Sanitasi

2.    Panduan wawancara penyakit ISPA

 

 

 

PROSEDUR

 

1.    Pelajari diagnosa rujukan dari dokter dan catatan medik pasien.

2.    Tanyakan permasalahan pasien.

3.    Tanyakan data umum pasien meliputi nama, umur, nama orang tua / KK, pendidikan ayah/ibu, pekerjaan, dan alamat lengkap.

4.    Lakukan wawancara dan identifikasi masalah kesehatan lingkungan sesuai formulir wawancara penyakit ISPA.

5.    Dari hasil wawancara, cari dugaan penyebab penyakit, beritahukan hasilnya kepada pasien.

6.    Berikan saran dan konseling yang mengarah pada perilaku.

7.    Jika diperlukan, buat perjanjian untuk kunjungan rumah.

8.    Catat semua hasil konsultasi dalam  kartu status kesehatan lingkungan dan buku register klinik sanitasi

 

 

REFERENSI

 

 

 

 

 

 

Buku Standar Operasional Klinik Sanitasi untuk Puskesmas,

Depkes RI Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular Dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PPM & PL) tahun 2002,

Halaman 37 s/d 41.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER