|
UPTD PUSKESMAS GARUNG |
KLINIK
SANITASI |
Disahkan oleh Kepala UPTD Puskesmas Garung
dr. Lilis Handayani U NIP.196903102002122003 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
SPO |
No.
Kode |
: |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Terbitan |
: |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
No. Revisi |
: |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tgl.
MulaiBerlaku |
: |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Halaman |
: |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1.
Tujuan |
Untuk menggali masalah lingkungan dan perilaku yang berkaitan dengan
penyakit yang berbasis lingkungan kemudian
memberikan saran tindak lanjut perbaikan lingkungan dan perilaku yang tepat
sesuai dengan masalah |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2.
Kebijakan |
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan klinik sanitasi |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3.
Ruanglingkup |
Kegiatan klinik santasi dilaksanakan di Puskesmas Garung (dalam gedung)
dan wilayah kerja Puskesmas Garung (luar gedung) |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4. Definisi |
v Klinik Sanitasi adalah suatu wahana masyarakat dalam
mengatasi masalah kesehatan lingkungan untuk pemberantasan penyakit dengan
bimbingan, penyuluhan dan bantuan teknis dari petugas klinik
sanitasi/sanitarian v Klinik Sanitasi dilaksanakanolehpetugaskliniksanitasi/sanitarian v Klinik Sanitasi melayani konseling hal-hal sebagai
berikut : -
Pembangunan Sarana
sanitasi yang memenuhi syarat -
Penyakit yang
berhubungan dengan air meliputi penyakit diare, DBD, malaria dan kulit -
Penyakit yang
penularannya berkaitan dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang jelek
yaitu ISPA dan TB paru -
Penyakit yang
penyebabnya atau cara penularannya melaui makanan yaitu diare, kecacingan dan
keracunan makanan - Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pengguna
bahan kimia dan pestisida di rumah tangga |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5. Prosedur |
A. Dalam Gedung a. Pasien 1.
Petugas menerima
kartu rujukan status dari petugas poliklinik 2.
Petugas mempelajari
diagnosa rujukan dari petugas poliklinik 3.
Petugas mempelajari
catatan medik pasien 4.
Petugas mencatat
nama penderita, jenis kelamin, umur, pekerjaan, alamat dan diagnosis penyakit
ke dalam buku register 5.
Petugas memanggil
pasien 6.
Petugas melakukan
wawancara dan identifikasi masalah kesehatan lingkungan sesuai dengan
formulir wawancara masing masing jenis penyakit 7.
Petugas mencari
dugaan penyebab penyakit dari hasil wawancara 8.
Petugas memberitahukan
dugaan penyebab penyakit kepada pasien 9.
Petugas memberikan
saran dan konseling yang mengarah kepada perilaku 10.
Petugas membuat
kesepakatan jadwal pertemuan selanjutnya (bila diperlukan) 11.
Petugas melakukan
kunjungan lapangan/rumah klien (bila diperlukan) 12.
Petugas mencatat
semua hasil konsultasi di Buku Register b. Klien 1.
Petugas memanggil
klien 2.
Petugas menanyakan
nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat
3.
Petugas mencatat
nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat ke dalam buku register 4.
Petugas menanyakan
masalah yang dihadapi klien 5.
Petugas melakukan
wawancara dengan klien sesuai permasalahan yang dihadapi 6.
Petugas mencari
dugaan penyebab permasalahan berdasar hasil wawancara 7.
Petugas memberitahukan
dugaan penyebab masalah kepada klien 8.
Petugas memberikan
saran pemecahan masalah yang sederhana, murah dan mudah untuk dilaksanakan
klien 9.
Petugas membuat
kesepakatan jadwal pertemuan selanjutnya (bila diperlukan) 10.
Petugas melakukan
kunjungan lapangan/rumah klien (bila diperlukan) 11.
Petugas mencatat
semua hasil konsultasi di Buku Register B. Luar Gedung 1.
Petugas mempelajari
hasil wawancara/konseling di dalam gedung 2.
Petugas menyiapkan
peralatan dan kelengkapan lapangan yang diperlukan seperti formulir kunjungan
lapangan, media penyuluhan dan alat sesuai dengan jenis penyakit/masalah 3.
Petugas membawa
peralatan dan kelengkapan lapangan yang diperlukan seperti formulir kunjungan
lapangan, media penyuluhan dan alat sesuai dengan jenis penyakit/masalah 4.
Petugas memberitahukan/menginformasikan
kepada bidan desa 5.
Petugas memberitahukan/menginformasikan
kepada perangkat desa 6.
Petugas melakukan
pemeriksaan/pengamatan lingkungan 7.
Petugas melakukan
pemeriksaan/pengamatan perilaku 8.
Petugas menyimpulkan
hasil kunjungan lapangan 9.
Petugas memberi
tahu kesimpulan hasil kunjungan lapangan kepada pasien/kilen 10. Petugas memberikan saran tindak lanjut kepada
pasien/klien dan keluarga pasien/keluarga klien |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
6. Diagram Alir |
A. Dalam gedung 1.
Pasien
Memanggil pasien Melakukan wawancara
Melakukan kunjungan
lapangan/rumah
TIDAK 2. Pasien
YA
TIDAK
B. Luar Gedung
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
7.
Referensi |
Standar Prosedur Operasional Klinik Sanitasi Untuk
Puskesmas, 2005 |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
8. DokumenTerkait |
1. Register
KlinikSanitasi 2. PanduanWawancara 3. Leaflet/Media penyuluhan 4. KartuRujukan
Internal 5. Kartu
Status Sanitasi 6. Formulir Kunjungan lapangan |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
9.
Distribusi |
Program Kesehatan Lingkungan |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
10.
Rekamanhistorisperubahan
|
No |
Yang
dirubah |
Isi
Perubahan |
Tglmulaidiberlakukan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
UPTD PUSKESMAS WONOSOBO 2 |
KLINIK
SANITASI |
||||||||||
|
DAFTAR TILIK |
No.
Kode |
: |
|
||||||||
|
Terbitan |
: |
|
|||||||||
|
No.
Revisi |
: |
|
|||||||||
|
Tgl.
Mulaiberlaku |
: |
|
|||||||||
|
Halaman |
: |
|
|||||||||
|
NO |
KEGIATAN |
YA |
TIDAK |
TIDAK
BER LAKU |
|||||||
|
A.
DALAM GEDUNG 1.
Pasien |
|
|
|
||||||||
|
1. |
Apakah petugas menerima kartu rujukan status dari
petugas poliklinik? |
|
|
|
|||||||
|
2. |
Apakah petugas mempelajari diagnosa rujukan dari
petugas poliklinik? |
|
|
|
|||||||
|
3. |
Apakah petugas mempelajari catatan medik pasien? |
|
|
|
|||||||
|
4. |
Apakah petugas mencatat nama penderita, jenis kelamin,
umur, pekerjaan, alamat dan diagnosis penyakit ke dalam buku register? |
|
|
|
|||||||
|
5. |
Apakah petugas memanggil pasien? |
|
|
|
|||||||
|
6. |
Apakah petugas melakukan wawancara dan identifikasi
masalah kesehatan lingkungan sesuai dengan formulir wawancara masing masing
jenis penyakit? |
|
|
|
|||||||
|
7. |
Apakah petugas mencari dugaan penyebab penyakit
berdasar atas hasil wawancara? |
|
|
|
|||||||
|
8. |
Apakah petugas memberitahukan dugaan penyebab
penyakit kepada pasien? |
|
|
|
|||||||
|
9. |
Apakah petugas memberikan saran dan konseling yang
mengarah kepada perilaku? |
|
|
|
|||||||
|
10. |
Apakah petugas membuat kesepakatan jadwal pertemuan
selanjutnya (bila diperlukan)? |
|
|
|
|||||||
|
11. |
Apakah petugas melakukan kunjungan lapangan/rumah klien
(bila diperlukan)? |
|
|
|
|||||||
|
12. |
Apakah petugas mencatat semua hasil konsultasi di Buku
Register? |
|
|
|
|||||||
|
2.
Klien |
|
|
|
||||||||
|
1. |
Apakah petugas mMemanggil klien? |
|
|
|
|||||||
|
2. |
Apakah
petugas mMenanyakan nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, alamat? |
|
|
|
|||||||
|
3. |
Apakah petugas mMencatat nama, umur, jenis kelamin,
pekerjaan, alamat ke dalam buku register? |
|
|
|
|||||||
|
4. |
Apakah petugas mMenanyakan masalah yang dihadapi klien? |
|
|
|
|||||||
|
5. |
Apakah petugas mMelakukan wawancara dengan klien sesuai
permasalahan yang dihadapi? |
|
|
|
|||||||
|
6. |
Apakah petugas mencari dugaan penyebab permasalahannya
berdasar atas hasil wawancara? |
|
|
|
|||||||
|
7. |
Apakah petugas memberitahukan dugaan penyebab masalah
kepada klien? |
|
|
|
|||||||
|
8. |
Apakah petugas memberikan saran pemecahan masalah yang
sederhana, murah dan mudah untuk dilaksanakan klien? |
|
|
|
|||||||
|
9. |
Apakah petugas membuat kesepakatan jadwal pertemuan
selanjutnya (bila diperlukan)? |
|
|
|
|||||||
|
10. |
Apakah petugas melakukan kunjungan lapangan/rumah klien
(bila diperlukan)? |
|
|
|
|||||||
|
11. |
Apakah petugas mencatat semua hasil konsultasi di Buku
Register? |
|
|
|
|||||||
|
B.
LUAR GEDUNG |
|
|
|
||||||||
|
1. |
Apakah petugas mempelajari hasil wawancara/konseling di
dalam gedung? |
|
|
|
|||||||
|
2. |
Apakah petugas menyiapkan peralatan dan kelengkapan
lapangan yang diperlukan seperti formulir kunjungan lapangan, media
penyuluhan dan alat sesuai dengan jenis penyakit/masalah? |
|
|
|
|||||||
|
3. |
Apakah petugas membawa peralatan dan kelengkapan
lapangan yang diperlukan seperti formulir kunjungan lapangan, media
penyuluhan dan alat sesuai dengan jenis penyakit/masalah? |
|
|
|
|||||||
|
4. |
Apakah petugas memberitahukan/menginformasikan kepada
bidan desa? |
|
|
|
|||||||
|
5. |
Apakah petugas memberitahukan/menginformasikan kepada
perangkat desa? |
|
|
|
|||||||
|
6. |
Apakah petugas melakukan pemeriksaan/pengamatan
lingkungan? |
|
|
|
|||||||
|
7. |
Apakah petugas melakukan pemeriksaan/pengamatan
perilaku? |
|
|
|
|||||||
|
8. |
Apakah petugas menyimpulkan hasil kunjungan lapangan? |
|
|
|
|||||||
|
9. |
Apakah petugas memberi tahu kesimpulan hasil kunjungan
lapangan kepada pasien/kilen? |
|
|
|
|||||||
|
10. |
Apakah petugas memberikan saran tindak lanjut kepada
pasien/klien dan keluarga pasien/keluarga klien? |
|
|
|
|||||||
CR =
Wonosobo, 2014
Pelaksana /Auditor










No comments:
Post a Comment