MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Saturday, March 7, 2026

SOP INFLUENZA

 

33

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

INFLUENZA

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Influeza adalah infeksi akut saluran nafas (disingkat secara salah : ISPA) yang biasanya terjadi secara epidemi, dengan gejala hidung yang lebih menonjol.

Penyebab : Virus (Rhinovirus, coronavirus, virus influensa A&B, parainfluensa, adenovirus, enterovius, biasanya penyakit ini sembuh sendiri dalam 3 – 5 hari.

 

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaanpasien dengan influenza

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Gambaran klinis

a.    Gejala sistemik khas berupa gejala infeksi virus akut yaitu :demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, nafsu makan hilang.

b.    Gejala lokal yaitu berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorok, kadang batuk kering atau berdahak, hidung tersumbat, bersin, dan ingus encer.

 

Pemeriksaan :

a.  Tenggorok tampak hiperemia

b.  Rongga hidung : konka sembab dan hiperemi

c.    Sekret dapat bersifat serous, seromukus, atau mukopurulen, bila ada infeksi sekunder.

 

 

Penatalaksanaan :

a.    Istirahat dan banyak minum.

b.    Paracetamol : 3x500 mg sehari. Dosis anak: 10 mg/kg/bb/kali untuk menghilangkan nyeri dan demam.

c.     Dekongestan : Efedrin : 3 x 10 mg (dosis anak : 0,5 mg/kg.bb/kali), atau antihistamin CTM bila terdapat udem dan sekret yang berlebihan.

d.    Dekstrometorpan 3 x 10 – 15 mg hanya diberikan kalau batuk kering sangat mengganggu. Pada batuk berdahak dapat diberikan ekspektoran atau mukolitik Gliseril Guayakolat (GG) atau OBH (Obat Batuk Hitam).

e.    Antibiotik hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder.

 

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

No comments:

Post a Comment