MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Monday, March 30, 2026

PEDOMAN PELAYANAN RUANG BERSALIN

 

PEDOMAN PELAYANAN RUANG BERSALIN

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

 

            Diperkirakan 85% kehamilan dan persalinan normal, sedangkan 15% diantaranya akan mengalami komplikasi. Sebagian komplikasi ini dapat diprediksi dan dipersiapkan sehingga tidak sampai mengakibatkan kematian. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kematian ibu dan bayi antara lain:

1.     Pemeriksaan kehamilan dan persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih

2.     Tenaga kesehatan melakukan penanganan sesuai dengan prosedur yang ada

3.     Tenaga kesehatan mampu mengidentifikasi dini komplikasi

4.     Tenaga kesehatan dapat memberikan pertolongan pertama dan melakukan stabilisasi sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila menemukan komplikasi.

5.     Proses rujukan efektif

6.     Pelayanan di rumah sakit yang cepat dan tepat guna

     

Ruang Lingkup 

 

Ruang lingkup pelayanan ruang bersalin meliputi :

1.          Ibu hamil aterm

2.          Persalinan normal

3.          Bayi Baru Lahir normal

4.          Prarujukan rumah sakit

 

B.      Tujuan Pedoman

Pedoman pelayanan ruang bersalin di Puskesmas Gajahan ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam pemberian pelayanan secara optimal kepada pasien dengan kasus obstetri dan neonatal normal maupun emergensi dasar, sehingga  pada akhirnya dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.

 

C.     Batasan Operasional

 

1.     Persalinan Normal

Persalinan normal menurut WHO adalah persalinan yang dimulai secara spontan, beresiko rendah pada awal persalinan dan tetap demikian selama proses persalinan, bayi lahir secara spontan dalam presentasi belakang kepala pada usia kehamilan 37-42 minggu lengkap dan setelah persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi sehat.

2.     Puskesmas mampu PONED

Adalah puskesmas dengan rawat inap yang mampu menyelenggarakan pelayanan obstertri dan neonatal emergensi/komplikasi tingkat dasar dalam 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

3.     Sistem rujukan

Adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal.   

 

D.     Landasan Hukum

1.     Undang – undang Republik Indonesia No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 54 ayat (1) menyatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan non diskriminatif.

2.     Peraturan Presiden no. 72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional (SKN), Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193; Pelayanan kesehatan kepada Peserta Jaminan Kesehatan harus memperhatikan mutu pelayanan, berorientasi pada aspek keamaan pasien, efektifitas tindakan, kesesuaian dengan kebutuhan pasien, serta efiseiensi baiya.

3.     Peraturan Menteri Kesehatan no 01 tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Perseorangan, Bab III tentang Sistem Rujukan.

4.     Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyaraka

BAB II

STANDAR KETENAGAAN

 

A.    Kualifikasi  Sumber Daya Manusia

 

     Pelayanan di ruang bersalin dilaksanakan oleh bidan yang telah memiliki Surat Izin Kerja (SIK) dan berkolaborasi dengan dokter umum di Puskesmas Gajahan.

B.    Jadwal Kegiatan, termasuk Pengaturan Jaga/Shift

1.              Pengaturan jadwal bidan dibuat dan di pertanggung jawabkan oleh Koordinator.

2.              Jadwal jaga dibuat untuk jangka waktu satu bulan dan didistribusikan pada akhir bulan sebelum pelaksanaan jadwal.

3.              Untuk bidan yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu, maka petugas tersebut dapat bertukar jadwal dengan sejawatnya dan mencatatakan perubahan jaga tersebut di lembar jadwal jaga.

4.              Jadwal dinas terbagi atas dinas pagi, dinas sore, dinas malam, lepas malam, libur  dan cuti.


 

BAB III

STANDAR FASILITAS

 

A.    Denah Ruangan

TROLI ALAT

 

BED PARTUS

BED PARTUS

BED PARTUS

SPOEL HOEK (TEMPAT CUCI ALAT)

KAMAR MANDI PASIEN

MEJA RESUSITASI BAYI

MEJA ANTROPOMRTRI BAYI

Meja administrasi

Meja komputer

KM PETUGAS

BED OBSERVASI

LEMARI ARSIP

PINTU MASUK

LEMARI BAHAN HABIS PAKAI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


B.    Standar Fasilitas

 

I.       Fasilitas & Sarana

 

Ruangan bersalin di puskesmas Gajahan terdiri dari 3 bed partus, 1 meja resusitasi, 1 meja antropometri bayi., 2 lemari bahan habis pakai, 2 lemari arsip, 1 meja administrasi, dan 1 meja komputer.

II.   Peralatan

Peralatan yang tersedia di ruang bersalin puskesmas Gajahan adalah sbb

Alat maternal:

1.     Meja instrumen 2 rak 2 buah

2.     Bak Instrumen tertutup besar 1 buah

3.     Bak Instrumen tertutup sedang 4 buah

4.     Bak Instrumen tertutup kecil 3 buah

5.     Tromol kasa 2 buah

6.     Timbangan injak dewasa 1 buah

7.     Pengukur tinggi badan (microtoise) 1 buah

8.     Standar infus 1 buah

9.     Lampu periksa Halogen 1 unit

10.  Tensimeter/ sphygmomanometer dewasa 2 buah

11.  Stetoskop dewasa 1 buah

12.  Stetoskop bayi 1 buah

13.  Termometer 1 buah

14.  Tabung oksigen + Regulator 1 unit

15.  Masker oksigen + Kanula nasal 4 unit

16.  Tempat tidur periksa (examination bed) 1 unit

17.  Lemari Obat 2 buah

18.  Meteran/ metline 2 buah

19.  Pita pengukur lengan atas (LILA) 1 buah

20.  Pocket Fetal Hearth Rate Monitor (Doppler) 1 unit

21.  Tempat tidur untuk persalinan (Partus bed) 2 unit

22.  Plastik alas tidur 3 buah

23.  Klem kasa (korentang) 1 buah

24.  Tempat klem kasa (korentang) 1 buah

25.  Kacamata/ goggle 2 buah

26.  Masker 1 kotak

27.  Apron 1 kotak

28.  Sterilisator kering 1 buah

29.  Tempat sampah tertutup 3 buah

30.  Setengah Kocher 3 buah

31.  Gunting episiotomy 3 buah

32.  Gunting talipusat 3 buah

33.  Gunting benang 3 buah

34.  Pinset anatomis 3 buah

35.  Pinset sirurgis 3 buah

36.  Needle holder 3 buah

37.  Nelaton kateter 2 buah

38.  Jarum jahit tajam (cutting) MH 32 8 buah

39.  Jarum jahit tajam (cutting) MH 28 12 buah

40.  Klem Kelly/ Klem Kocher lurus 3 buah

41.  Mangkok iodin 3 buah

42.  Benang chromic 3/0 1 kotak

43.  Spuit disposable (steril) 1 ml 100 buah

44.  Spuit disposable (steril) 3 ml 200 buah

45.  Spuit disposable (steril) 5 ml 200 buah

46.  Spuit disposable (steril) 10 ml 10 buah

47.  Infus Set Dewasa 20 buah

48.  Kateter intravena 20 G 10 buah

49.  Kateter intravena 22 G 20 buah

50.  Kateter Folley dewasa 16 G 4 buah

51.  Kantong urin 4 buah

52.  Sarung tangan steril 7 50 pasang

53.  Sarung tangan steril 7,5 50 pasang

54.  Sarung tangan panjang (manual plasenta) 10 pasang

55.  Plester non woven 1 gulung

56.  Sabun cair untuk cuci tangan 1 buah

57.  Povidon Iodin 10 % 1 buah

58.  Alkohol 75 % 1 buah

Alat Neonatal/bayi:

1.     Timbangan neonatus + bayi 1 buah

2.     Lampu emergensi 1 buah

3.     Kit resusitasi neonates 1 unit

4.     Sungkup resusitasi 1 set

5.     Pompa penghisap lendir elektrik 1 set

6.     Kantong Metode Kanguru 1 buah

7.     Kanula penghisap lendir neonatus 3 buah

8.     Klem tali pusat 50 buah

 

e.  Ambulance

         Untuk menunjang pelayanan terhadap pasien puskesmas memiliki 1 ( satu ) unit ambulance yang siap 24 jam beserta pengemudi.

 

Fasilitas & Sarana untuk Ambulance

A.  Perlengkapan Ambulance

1.     Ac

2.     Sirine

3.     Lampu rotater

4.     Sabuk pengaman

5.     Sumber listrik / stop kontak

6.     Lemari untuk alat medis

7.     Lampu ruangan

8.     Wastafel

 

 

 

 

 


 

BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN

 

A.  TATA LAKSANA PELAYANAN RUANG BERSALIN

          I.     Petugas Penanggung Jawab

                   Bidan dengan kolaborasi dokter Puskesmas Gajahan.

        II.     Perangkat Kerja

-        Partus Set

-        Tensimeter

-        Stetoskop

-        ATK

-        Doppler

-        Metline

-        Tourniquete

      III.    Tata Laksana

1.   Petugas menerima kunjungan ibu hamil yang akan melahirkan baik yang datang sendiri maupun yang dirujuk oleh masyarakat/kader atau bidan

2.   Petugas akan melakukan pemeriksaan kondisi ibu, dan mengidentifikasi terhadap adanya kemungkinan komplikasi

3.   Apabila kondisi ibu memungkinkan untuk ditangani di puskesmas maka ibu akan dipersiapkan untuk melahirkan di puskesmas

4.   Apabila kondisi ibu tidak memungkinkan ditangani di puskesmas, maka petugas mempersiapkan atau memberikan penanganan awal untuk menstabilkan kondisi ibu sambil menghubungi rumah sakit yang akan menerima rujukan.

5.   Ibu dirujuk ke rumah sakit dengan pengawalan tenaga kesehatan yang terlatih hingga diterima di rumah sakit yang dituju.

 

Kasus-kasus yang membutuhkan rujukan:

·       Kehamilan dengan Skor Poedji Rochjati lebih dari 12

·       Perdarahan dalam persalinan/atonia uteri

·       Preeklamsi Ringan/berat

·       Eklamsi

·       Abortus

·       Retensio plasenta

·       Ketuban Pecah Dini (KPD)

·       Rupture perineum derajad III sampai IV

·       Infeksi

·       Penyakit lain yang mengancam keselamatan ibu bersalin

·       Persalinan pre-term

·       Persalinan post-term / serotinus

·       BBLR

·       Asfiksi sedang sampai berat

·       Grafik patograf menunjukan persalinan sudah masuk ke fase bertindak

 

E.  TATA LAKSANA TRANSPORTASI PASIEN

I.   Petugas Penanggung Jawab

-          Bidan

-          Supir Ambulan

II.   Perangkat Kerja

-          Ambulan

-          Alat Tulis

III.   Tata Laksana Transportasi Pasien

1.     Pengemudi ambulan mempersiapkan ambulan dan menempatkannya di depan pintu keluar dengan posisi sedemikian sehingga memudahkan pasien masuk.

2.     Petugas bersama dengan pengemudi menaikkan pasien dan menempatkannya di bed pasien di ambulan dengan posisi senyaman mungkin bagi pasien.

3.     Pengemudi mengendarai ambulan sambil petugas pendamping pasien memastikan kondisi pasien tetap stabil

4.     Setelah sampai di rumah sakit yang dituju, petugas menyerahkan surat rujukan dan pasien kepada petugas di rumah sakit


BAB V

LOGISTIK

 

OBAT YANG DIPERLUKAN DALAM PELAYANAN RUANG BERSALIN

I.               Perdarahan

·       Ringer Laktat (500 ml)

·       NaCl 0,9% (500 ml)

·       Metil ergometrin maleat injeksi 0,2 mg (1 ml)

·       Metil ergometrin maleat tablet 75 mg (tablet)

·       Oksitosin injeksi 10 IU (1 ml)

·       Transfusi set dewasa

·       Kateter intravena no. 18 G

·       Kateter Folley no.18

·       Kantong urin dewasa

·       Disposible syringe 3 ml

·       Disposible syringe 5 ml

 

II.            Hipertensi dalam kehamilan

·       Ringer Laktat (500 ml)

·       MgSO4 20% (25 ml)

·       MgSO4 40% (25 ml)

·       Glukonas kalsikus 10% injeksi (20 ml)

·       Diazepam 5 mg injeksi (2 ml)

·       Nifedipin 10 mg (tablet)

·       Transfusi set dewasa

·       Kateter intravena no. 18 G

·       Kateter Folley no.18

·       Kantong urin dewasa

·       Disposible syringe 3 ml

·       Disposible syringe 5 ml

·       Disposible syringe 10 ml

 

III.          Infeksi

·       Ringer Laktat (500 ml)

·       NaCl 0,9% (500 ml)

·       Ampisilin 1 g injeksi

·       Metronidazol 500 mg injeksi

·       Amoksilin 500 mg (tablet)

·       Oksitosin injeksi 10 IU (1 ml)

·       Aquadest pro injeksi (25 ml)

·       Parasetamol 500 mg (tablet)

·       Infus set dewasa

·       Kateter intravena no. 18 G

·       Kateter Folley no.18

·       Kantong urin dewasa

·       Disposible syringe 3 ml

·       Disposible syringe 5 ml

 

IV.          Abortus

·       Ringer Laktat (500 ml)

·       NaCl 0,9% (500 ml)

·       Diazepam 5 mg injeksi (2 ml)

·       Metil ergometrin maleat injeksi 0,2 mg (1 ml)

·       Metil ergometrin maleat tablet 75 mg (tablet)

·       Amoksilin 500 mg (tablet)

·       Asam Mefenamat 500 mg (tablet)

·       Infus set dewasa

·       Kateter intravena no. 18 G

·       Disposible syringe 3 ml

·       Disposible syringe 5 ml

 

V.             Robekan jalan lahir

·       Ringer Laktat (500 ml)

·       NaCl 0,9% (500 ml)

·       Lidokain HCl 2% injeksi (2 ml)

·       Oksitosin injeksi 10 IU (1 ml)

·       Metil ergometrin maleat injeksi 0,2 mg (1 ml)

·       Amoksilin 500 mg (tablet)

·       Asam Mefenamat 500 mg (tablet)

·       Chromic catgut no.1, atraumatik (sachet)

·       Chromic catgut no.2/0 atau 3/0, atraumatik (sachet)

·       Transfusi set dewasa

·       Kateter intravena no. 18 G

·       Kateter Folley no.18

·       Kantong urin dewasa

·       Disposible syringe 3 ml

·       Disposible syringe 5 ml

 

VI.          Syok anafi laktik

·       Ringer Laktat (500 ml)

·       NaCl 0,9% (500 ml)

·       Adrenalin 0,1% injeksi (1 ml)

·       Difenhidramin HCl 10 mg injeksi (1 ml)

·       Dexametason 5 mg injeksi (1 ml)

·       Transfusi set dewasa

·       Kateter intravena no. 18 G

·       Kateter Folley no.18

·       Kantong urin dewasa

·       Disposible syringe 3 ml

·       Disposible syringe 5 ml

 

KEBUTUHAN OBAT PELAYANAN NEONATAL EMERGENSI DASAR

·       Vit.K1/Pithomenadion inject

·       Spuit 1 ml (utk vit.K)

·       Salep mata tetrasiklin 1%

·       Cairan infus RL Botol infus 500 ml

·       Cairan infus NaCl 0,9% Botol infus 500 ml

·       Cairan infus Dextrose 10% Botol infus 500 ml

·       Aquadest untuk pelarut Botol

·       Alkohol 70%

·       Povidone Iodine

·       Penicillin procain

·       Ampicillin injeksi

·       Gentamisin injeksi Vial 2 ml isi 20 mg

·       Gentamisin injeksi Vial 2 ml isi 80 mg

·       Fenobarbital injeksi

·       Diazepam injeksi Ampul 1 ml dan 2 ml

·       Abbocath/wing needle

·       Vaksin Hepatitis Uniject


 

BAB VI

KESELAMATAN PASIEN

 

A.             Pengertian

Keselamatan Pasien ( Patient Safety ) adalah suatu sistem dimana puskesmas membuat asuhan pasien lebih aman.

Sistem tersebut meliputi :

  • Asesmen resiko
  • Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien
  • Pelaporan dan analisis insiden
  • Implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko

 

Sistem ini mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh :

  • Kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan
  • Tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil

 

B.             Tujuan

§  Terciptanya budaya keselamatan pasien di puskesmas

§  Meningkatnya akuntabilitas puskesmas terhadap pasien dan masyarakat

§  Menurunkan Kejadian Tidak  Diharapkan ( KTD ) di puskesmas

§  Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan Kejadian Tidak Diharapkan ( KTD )

 

STANDAR KESELAMATAN PASIEN

1.     Pasien mendapatkan informasi mengenai Hak pasien

2.     Melakukan pendidikan pasien dan keluarga

3.     Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan

4.     Penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien

5.     Mendidik staf tentang keselamatan pasien

6.     Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien

 

  1. TATA LAKSANA

a.     Melakukan upaya pencegahan kejadian tidak diinginkan terhadap pasien.

b.     Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kondisi yang terjadi pada pasien

c.     Melaporkan setiap kejadian kepada kordinator klinis

d.     Mengobservasi keadaan umum pasien

e.     Mendokumentasikan kejadian tersebut


 

BAB VII

KESELAMATAN KERJA

 

I.          Pendahuluan

         Angka pengidap HIV di Indonesia terus meningkat secara bermakna. Demikian juga penyakit-penyakit lain yang penularannya melalui produk darah atau benda yang terkontaminasi dengan produk darah penderita seperti Hepatitis B dan Hepatitis C.

         Maka sudah seharusnya setiap orang yang bersentuhan dengan penderita penyakit ini harus melakukan rosedur Kewaspadaan Umum atau Universal Precaution untuk menjaga dirinya sendiri tidak tertular penyakit dan tidak menularkan penyakit.

 

II.        Tujuan

a.       Mencegah petugas kesehatan tertular penyakit dari pasien.

b.       Mencegah petugas kesehatan menularkan penyakit kepada pasien.

 

III.     Prinsip Keselamatan Kerja

Prinsip utama prosedur Universal Precaution dalam kaitan keselamatan kerja adalah menjaga higiene sanitasi individu, higiene sanitasi ruangan dan sterilisasi peralatan. Ketiga prinsip tesebut dijabarkan menjadi 5 (lima) kegiatan pokok yaitu :

a.   Cuci tangan guna mencegah infeksi silang

b.   Pemakaian alat pelindung diantaranya pemakaian sarung tangan guna mencegah kontak dengan darah serta cairan infeksi yang lain.

c.   Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai

d.   Pengelolaan jarum dan alat tajam untuk mencegah perlukaan

e.   Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan.

 

 

 

 

 

BAB VIII

PENGENDALIAN MUTU

 

Kinerja pelaksanaan di ruang bersalin Puskesmas Gajahan  dapat dievaluasi dengan menggunakan indikator sebagai berikut:

1.   Bila ada kasus dengan resiko, petugas ada permasalahan/kegagalan dalam melaksanakan tindakan

2.   Melaksanakan laporan hasil kegiatan setiap bulan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IX

PENUTUP

 

Pedoman ini sebagai acuan bagi pelaksanaan kegiatan di ruang bersalin di puskesmas Gajahan sehingga tercapai hasil pelayanan yang optimal bagi keselamatan ibu bersalin dan bayi baru lahir.

Ruang bersalin Puskesmas Gajahan di harapkan sebagai  tempat rujukan tingkat pertama pada kasus ibu bersalin dan neonatal.

 

 

 

Plt. Kepala UPTD Puskesmas Gajahan

Pejabat Teknis UKP

 

 

dr. Tutik Asmi

 

 

dr. Agil Priambodo

    NIP. 19730812 200501 2 013

 

NIP. 19810926 200902 1 005

 

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER