MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Saturday, March 28, 2026

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PEMANTAUAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH ( PSG AS )

 

Pemerintah Kota Surakarta

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PEMANTAUAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH ( PSG AS )


UPTD Puskesmas Gajahan

No. Kode

: ...........

Terbitan

: Pertama

No. Revisi                    

: 00

Tgl. Mulai Berlaku 

: 1 September 2015

Halaman                      

: 1 / 4

Ditetapkan Oleh

 

Plt Kepala UPTD Puskesmas Gajahan

 

 

 

dr. Tutik Asmi

NIP. 19730812 200501 2 013

A.   Pendahuluan

          Peningkatan derajat kesehatan masyarakat sengat diperlukan dalam mengisi pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia.Salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan adalah perbaikan gizi masyarakat, gizi yang seimbang dapat meningkatkan ketahanan tubuh, dapat meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan pertumbuhan yang normal (Depkes RI, 2004). Namun sebaiknya gizi yang tidak seimbang menimbulkan masalah yang sangat sulit sekali ditanggulangi oleh Indonesia, masalah gizi seimbang yang tidak seimbang itu adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang Vitamin A (KVA), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) dan Anemia Zat Besi (Depkes RI, 2004).

          Khusus untuk masalah Kurang Energi Protein (KEP) atau yang dikenal dengan gizi kurang atau yang sering ditemukan secara mendadak adalah gizi buruk terutama pada anak-anak sekolah, masih merupakan masalah yang sangat sulit sekali ditanggulangi oleh pemerintah, walaupun penyebab gizi buruk itu sendiri pada dasarnya sangat sederhana yaitu kurangnya intake (konsumsi) makanan terhadap kebutuhan makan seseorang, namun tidak demikian oleh pemerintah dan masyarakat karena masalah gizi buruk adalah maslah ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga, tetapi anehnya didaerah-daerah yang telah swasembada pangan bahkan telah terdistribusi merata sampai rumah tangga (misalnya program raskin), masih sering ditemukan kasus gizi buruk, adahal sebelum gizi buruk ini terjadi, telah melewati beberapa tahapan yang dimulai dari penurunan berat badan dari berat badan ideal seorang anak sampai akhirnya terlihat anak tersebut sangat buruk (gizi buruk). Jadi masalah sebenarnya adalah masyarakat atau keluarga anak sekolah belum mengetahui cara manilai sttus berat badan anak (status gizi anak) atau juga belum mengetahui pola pertumbuhan berat badan anak, sepertinya masyarakat atau keluarga hanya tahu bahwa anak harus diberikan makan seperti halnya orang dewasa harus makan tiap harinya.

 

  1. Latar Belakang

Status Gizi Anak adalah keadaan kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antropometri dan dikatagorikan berdasarkan standar baku WHO-NCHS dengan indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB.

Penimbangan Berat Badan (BB) dan Pengukuran Tinggi Badan (TB) dilakukan oleh petugas klinik gizi sesuai dengan syarat-syarat penimbangan berta badan dan pengukuran tinggi badan yang tidak baik dan benar penggunaan timbangan berat badan meteran tinggi badan (mikrotoise). Penentuan umur anak ditentukan sesuai tanggal penimbangan BB dan pengukuran TB, dikurangi dengan tanggal kelahiran yang diambil dari data identitas anak pada sekolah masing-masing, dengan ketentuan satu bulan adalah 30  hari dan i tahun adalah 12 bulan.

-       Anak kurus sekali dihitung berdasarkan indikator BB/TB dan hasilnya <-3SD buku rujukan WHO NCHS.

-       Anak kurus dihitung berdasarkan indikator BB/TB dan hasilnya berada diantara -2SD s/d -3SD buku rujukan WHO NCHS.

-       Anak Sekolah Stunted adalah status gizi anak sekolah yang didasarkan pada indeks panjang badan/tinggi badan menurut umur.

 

C.   Tujuan

Tujuan Umum

Tersedianya informasi status gizi anak sekolah secara berkala untuk keperluan perencanaan, penetapan kebijakan dan evaluasi program perbaikan gizi.

Tujuan Khusus

a.     Mendapatkan data berat badan dan panjang/tinggi badan anak sekolah

b.     Mendapatkan data status gizi anak sekolah

Tersebar luasnya informasi status gizi anak sekolah kepada penentu kebijakan, pengambil keputusan, lintas program, lintas sektoral, dan pengguna lainnya.

 

E.    Tata Nilai Program

Pelaksanaan pemeriksaan dan pemantauan status gizi anak sekolah oleh petugas secara profesional,akurat,Santun,terstandarisasi dan memiliki inovasi untuk meningkatkan cakupan.

F.  Tata hubungan kerja /Pembagian peran Lintas Program /Lintas Sektoral

Pemantauan Status Gizi Anak Sekolah merupakan kegiatan yang melibatkan semua petugas Puskesmas. Sedangkan dengan lintas sektoral  bekerjasama dengan guru UKS dan karyawan Sekolah di wilayah UPTD Puskesmas Gajahan.

 

G. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan.

          1.Melakukan kunjungan ke sekolah TK dan Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Gajahan.

         2.Pengukuran BB dan TB semua anak .

         3.Menentukan Status Gizi anak sekolah Berdasarkan Tabel WHO/NCHS

         4.Melakukan Pencatatan dan pelaporan .    

H. Cara melaksanakan kegiatan

1. Semua Anak Sekolah TK dan SD dilakukan pengukuran.

2. Pengukuran antropometri Berat badan dan tinggi badan menggunakan alat tinggi badan Microtoice

3.Melakukan pencatatan dan dikonfersi berdasarkan tabel status gizi

 

I.    Sasaran

1.Anak Sekolah Taman kanak-kanak /TK

2.Anak Sekolah Dasar /SD

J.  Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

No

Kegiatan

BULAN

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

X

XI

XII

1

Pemantauan Status Gizi anak Sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Kegiatan ini dijadwalkan dilaksanakan setiap tahun :

-       pemantauan Status Gizi     : bulan September

 

K. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

1.      Waktu : selesai pelaksanaan kegiatan

2.      Pelaksana

a.  Kepala Puskesmas

b.  Penanggungjawab program

  1. Dokumen laporan yang berisi : laporan hasil kegiatan ditujukan kepada Kepala Puskesmas

 

L.  Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

1.      Evaluasi terhadap ketepatan pelaksanaan waktu kegiatan

2.      Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan  :

a.  Waktu :

1)         Setiap akhir pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal

2)         Tribulan ke-Tiga.

b.  Pelaksana

1)      Penanggung jawab program

c.   Dokumen laporan yang berisi : notulen, rencana tindak lanjut, rekomendasi, hasil olah dan analisis data, laporan evaluasi, laporan hasil kegiatan.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER