KERANGKA ACUAN KEGIATAN
LARVASIDASI SELEKTIF
UPTD PUSKESMAS GANTIPUSKESMAS
- Pendahuluan
Penyakit
Demam Berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan salah
satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian ekstra .
Penyakit ini merupakan penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan
kematian banyak orang. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh
nyamuk “aedes aegipty.”
Dalam
upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue, pemerintah mempunyai 4 (empat) pilar
strategi. Pertama, memperkuat pengamatan kasus/penderita dan pengamatan vektor didukung
dengan laboratorium yang memadai; Kedua, memperkuat penatalaksanaan penderita di
rumah sakit, puskesmas dan klinik; Ketiga, meningkatkan upaya pengendalian
vektor secara terpadu; Keempat, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak
dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.
- Latar Belakang
Pengendalian vektor secara terpadu dapat dilakukan salah
satunya dengan larvasidasi. Larvasidasi sendiri adalah pemberantasan jentik
dengan menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang
tidak dikuras atau sulit dibersihkan. Keuntungan pemakaian larvasida antara
lain semua larva dari berbagai stadium dapat dibunuh, daerah yang dilarvasidasi
terbatas pada tempat perindukan (breeding places). Sedangkan kerugiannya adalah
pengaruh larvasida bersifat sementara sehingga membutuhkan aplikasi ulangan.
Larvasidasi
selektif adalah kegiatan pemeriksaan tempat penampungan air (TPA) baik di dalam
maupun di luar rumah pada seluruh rumah dan bangunan di kelurahan endemis dan
sporadis serta penaburan bubuk larvasida pada TPA yang ditemukan jentik. Larvasidasi selektif
yang dilakukan Puskesmas Gantipuskesmas
dilakukan oleh petugas
Puskesmas sekaligus melaksanakan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB).
- Tujuan
a.
Umum
Menurunkan angka kejadian DBD
b.
Khusus.
- Untuk
mencegah kematian akibat DBD
-
Untuk
mengurangi jumlah vektor nyamuk
-
Untuk mendapatkan data pembanding dari PJB oleh kader.
4.
Tata Nilai
Tata Nilai UPTD Puskesmas Gantipuskesmas,
yaitu :
SALAM CARE
- SALAM : salam, sopan, ramah
- C : Cermat
- A : Akurat
- R : Responsif
- E : Efektif
- Peran
lintas sektor dan lintas program
a. Kelurahan
Mendukung pelaksanaan
kegiatan dengan menggerakkan masyarakat
di wilayah kerja kelurahan masing-masing
b. TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan
Keluarga)
- Sebagai penggerak dan motivator serta contoh dalam
berperilaku hidup sehat di masyarakat
- Membantu puskesmas dalam mensosialisasikan kegiatan
c. FKK (Forum Kesehatan Kelurahan)
Mendukung
pelaksanaan kegiatan di wilayah kelurahan masing-masing
d. Program Promosi Kesehatan
Menyediakan media KIE
untuk mendukung kegiatan
- Kegiatan
a.
Pokok
Larvasidasi
Selektif
b.
Rincian
Kegiatan
Larvasidasi Selektif diawali dengan
mempersiapkan bubuk abate dan instrumen/form PJB yang akan digunakan. Selanjutnya
menyerahkan kepada petugas pelaksana (semua karyawan puskesmas) dan menyepakati
kapan dilakukan pengumpulan form PJB agar bisa dilakukan rekapitulasi.
- Cara melaksanakan
kegiatan.
Kunjungan lapangan
- Sasaran
Rumah warga
- Jadwal
pelaksanaan kegiatan
|
Kegiatan |
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan |
|||||||||||
|
Jan |
Feb |
Mrt |
Apr |
Mei |
Jun |
Jul |
Agt |
Sep |
Okt |
Nov |
Des |
|
|
Larvasidasi
Selektif |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
- Evaluasi pelaksanaan
kegiatan dan pelaporan
Evaluasi dilakukan oleh Penanggungjawab Program
dan Penanggungjawab UKM terhadap ketepatan pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi
disusun pada tiap akhir kegiatan dan dilaporkan setelah pelaksanaan kegiatan
kepada Kepala Puskesmas.
- Pencatatan, pelaporan
dan evaluasi kegiatan
Petugas harus membuat laporan kepada kepada Penanggungjawab UKM dan Kepala
Puskesmas setelah pelaksanaan kegiatan. Petugas harus melakukan evaluasi
keseluruhan kegiatan pada setiap tahapan kegiatan dan melaporkannya setelah
pelaksanaan kegiatan.
KEPALA
UPTD PUSKESMAS GANTIPUSKESMAS
DINAS
KESEHATAN KOTA SURAKARTA
BINTANG
SETYA NUSANTARA
No comments:
Post a Comment