MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 20, 2026

911h FMEA UKM, UKP, ADMEN

 

 

BAB I

KONSEP FMEA

 

A.      Pengertian

FMEA (Failure Moode Effect Analysis) adalah satu alat mutu untuk mengkaji suatu prosedur, secara rinci dan mengenali model-model adanya kegagalan/kesalahan pada suatu prosedur, melakukan penilaian terhadap tiap model kesalahan/kegagalan dengan mencari peyebab terjadinya, mengenali akibat dari kegagalan atau kesalahan, dan mencari solusi dengan melakukan perubahan desain/prosedur.

B.      Langkah-langkah FMEA

1.     Membentuk TIM FMEA

2.     Tetapkan tujuan keterbatasan dan jadual tim

3.     Tetapkan peran dari tiap anggota tim

4.     Gambarkan alur proses yang ada sekarang

5.     Kenali penyebab terjadinya failure untuk tiap model kesalahan/kegagalan

6.     Kenalilah apa akibat dari adanya failure untuk tiap model kesalahan/kegagalan

C.      Langkah proses FMEA

1.     Lakukan penilaian untuk tiap model kegagalan

a.      Seveity

Nilai

Penjelasan

Pengertian

10

Amat sangat berbahaya

Kesalahan yang dapat menyebabkan kematian pelanggan dan kerusakan sistem tanpa tanda-tanda yang mendahului

9

8

Sangat Berbahaya

Kesalahan yang dapat menyebabkan cedera berat / permanen pada pelanggan atau gangguan serius pada sistem yang dapat menghentikan pelayanan dengan adanya tanda yang mendahului

7

Berbahaya

 

Kesalahan yang dapat menyebabkan cedera ringan sampai sedang dengan tingkat ketidak puasan yang tinggi dari pelanggan  dan/atau menyebabkan gangguan sistem yang membutuhkan perbaikan berat atau kerja ulang yang signifikan

6

5

Berbahaya sedang

 

Kesalahan berakibat pada cedera ringan dengan sedikit ketidak puasan pelanggan dan/atau menimbulkan masalah besar pada sistem

4

3

Berbahaya ringan sampai sedang

 

Kesalahan menyebabkan cedera sangat ringan atau tidak cedera tetapi dirasakan mengganggu oleh  pelanggan dan/atau menyebabkan masalah ringan pada sistem yang dapat diatasi dengan modifikasi ringan

2

Berbahaya ringan

 

Kesalahan tidak menimbulkan cedera dan pelanggan tidak menyadari adanya masalah tetapi berpotensi menimbulkan cedera ringan atau tidak berakibat pada sistem

1

Tidak berbahaya

 

Kesalahan tidak menimbulkan cedera dan tidak berdampak pada sistem

 

b.     Occurence

Nilai

Penjelasan

Pengertian

10

Kemungkinan terjadinya dapat dipastikan

 

Kesalahan  terjadi paling tidak sekali sehari atau hampir setiap saat

9

 

Hampir tidak dapat dihindarkan

 

Kesalahan dapat diprediksi terjadi atau terjadi setiap 3 sampai 4 hari

8

7

Kemungkinan terjadi sangat tingggi

 

Kesalahan sering terjadi atau terjadi paling tidak seminggu sekali

6

5

Kemungkinan terjadi  tinggi sedang

 

Kesalahan terjadi sekali sebulan

 

4

3

Kemungkinan terjadi sedang

 

Kesalahan kadang terjadi, atau sekali tiap tiga bulan

 

2

Kemungkinan terjadi rendah

 

Kesalahanjarang terjadi atau terjadi sekitar sekali setahun

 

1

Kemungkinan terjadi amat sangat rendah

 

Kesalahan hampir tidak pernah terjadi atau tidak ada yang ingat kapan terakhir terjadi

 

 

c.      Detectabilyti

Nilai

Penjelasan

Pengertian

10

Tidak ada peluang untuk diketahui

Tidak ada mekanisme untuk mengetahui adanya kesalahan

 

9

8

Sangat sulit diketahui

Kesalahan dapat diketahui dengan inspeksi yang menyeluruh, tidak feasible dan tidak segera dapat dilakukan

7

Sulit diketahui

 

Kesalahan dapat diketahui dengan inspeksi manual atau tidak ada proses yang baku untuk mengetahui sehingga ketahuan karena kebetulan

6

5

Berpeluang sedang untuk diketahui

 

Ada proses untuk double checks atau inspeksi tetapi tidak otomatis atau dilakukan  secara sampling

 

4

3

Berpeluang tinggi untuk diketahui

 

Dipastikan ada proses inspeksi  yang rutin tetapi tidak otomatis

 

2

Berpeluang sangat tinggi untuk diketahui

 

Dipastikan ada proses inspeksi yang rutin tetapi tidak otomatis

1

Hampir dipastikan untuk diketahui

 

Ada proses otomatis yang akan menhentikan proses untuk mencegah kesalahan

 

d.     Hitung Risk Priority Number (RPN) dengan mengalikan OxSxD

e.      Tentukan batasan acu for poin RPN yang termasuk prioritas

f.      Tentukan kegiatan untuk mengatasi (desing Action/Solutions)

g.     Tentukan cara memvalidasi apakah solusi tersebut berhasil

h.     Gambarkan alur yang baru dengan adanya solusi tersebut

i.      Hitung kembali RPN sesudah solusi perbaikan

 

 

 

 

 

                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Unit Kerja

Manajemen resiko dengan pendekatan FMEA dilaksanakan pada Puskesmas Aras Kabu pada bulan April 2016.

B.  Tim FMEA

 

 

 

Tugas:

Ketua

:

dr.Henny A

Memimpin untuk menentukan failure mode

Sekretaris

:

Fifit ES

Mencatat semua kegiatan yang berkaitan dengan FMEA

Anggota

:

Dr. Erliana

Melaksanakan semua tahapan FMEA

 

 

Devi, S.Kep

Melaksanakan semua tahapan FMEA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Identifikasi Akibat Failure Moode Untuk tiap-tiap Failure Moode

NO

UNIT

ALUR PROSES

FAILURE MODE

CAUSE OF FAILURE

AKIBAT

S

O

D

 

RPN

 

UKP

 

 

 

 

 

 

 

 

1.

Pelayanan P.Umum

Pemakaian APD

Tidak dipakai

Petugas tidak patuh APD

INOS

2

7

2

28

2.

Pelayanan Gigi dan Mulut

Pengisian odontogram

Tidak di isi

Patugas buru-buru tidak patuh prosedur

Salah tindakan

5

7

2

70

3.

Farmasi

Pengisian etiket obat

Penulisan tidak lengkap

Petugas buru-buru

Salah minum obat

9

1

2

18

4.

Rekam Medis

Pengisian identitas RM di rawat jalan

Tidak lengkap

Petugas buru-buru

Salah pasien

2

1

2

4

5.

Laboratorium

Pengambilan sampel

Salah ambil pasien

Petugas buru-buru

Salah diagnosa

4

2

4

32

6.

IGD/Rawat Inap

Pemakaian APD

Tidak patuh APD

Infeksi

INOS

9

10

2

180

 

UKM

 

 

 

 

 

 

 

 

1.

Promkes

Penyuluhan

Kebisingan

Suara speaker terlalu besar

Masyarakat terganggu

1

2

3

6

2.

Kesehatan Lingkungan

Pamsimas

Kesenjangan

Program Pamsimas

Konflik

3

1

8

24

3.

P2P

Fogging

Kekebalan vektor

Vektor kebal terhadap insektisida

Memperbanyak kasus DB

7

3

9

189

 

4.

 

Imunisasi

KIPI

 

 

Kesalahan pengelolaan vaksin

Kesakitan

 

 

9

2

7

126

5.

 

 

Salah dosis

Petugas tidak teliti

Kesakitan

9

1

2

18

6.

 

 

Salah vaksin

Petugas tidak teliti

Kesakitan

9

2

2

36

7.

 

 

Salah Tempat penyuntikan

Petugas tidak teliti

Kesakitan

9

1

2

18

8.

 

 

Salah cara menyuntik

Petugas tidak teliti

Kesakitan

9

1

2

19

9.

KIA-KB

Senam Ibu Hamil

Terpleset

Lantai Licin

Cidera

8

1

9

72

10.

Gizi Masyarakat

Posyandu

Tertimpa dacin

Tidak tepat memasang dacin

Cidera

8

1

9

72

11.

 

Pemberian Vitamin A

Salah Dosis

Petugas tidak teliti

Kesakitan

8

1

9

72

12.

LKB HIV-AIDS

Proses pemeriksaan LKB IMS/HIV/AIDS

Limbah infeksius

Penggunaan bhp

Penularan penyakit

9

1

1

9

13.

 

Pemeriksaan LKB-HIV / AIDS

Tidak mau melakukan pemeriksaan

Pengetahuan masyarakat rendah

Ketidaktahuan status

6

4

1

24

14.

Upaya Kesehatan Lansia

Senam Lansia

Tidak tepat dalam melaksanakan tahapan senam

Lansia

Cidera

8

1

1

8

15.

 

Penyuluhan lansia

Tidak mengerti apa yang disampaikan

Penurunan fungsi pendengaran

 

Tidak mengerti

1

3

1

3

 

MANAJEMEN

OPERASIONAL

 

 

 

 

 

 

 

 

1.

Pengolahan Limbah

Limbah

Pencemaran

Sarana tidak lengkap

Resiko lingkungan

7

1

6

42

2.

Letak Puskesmas

Puskesmas Pantura

Kecelakaan

Tidak dapat dipastikan

Kematian

10

2

10

200

3.

Sarana Tower Air Bersih

Letak Tower di dekat area tunggu pasien

Roboh

Tidak kuat

Kematian

10

1

10

100

3.

Gedung Puskesmas

Perawatan kurang maksimal

Roboh

Belum semua bagian gedung termonitoring semua membutuhkan dana yang besar

Kematian

10

1

10

100

4.

Kepegawaian

Data Kepegawaian

Tidak lengkap

Petugas tidak patuh

Kesulitan mencari data yang diperlukan

1

3

2

6

5.

Keuangan

Penerimaan

Tidak di setor

Kepatuhan petugas

Kerugian

9

1

4

36

6.

 

Pengeluaran

Tidak di belanjakan

Kepatuhan petugas

Kerugian

9

1

4

36

 

 

 

 


D.   Menentukan Threshold untuk memilih failure mode yang akan diselesaikan dan tetapkan failure mode apa saja yang akan diselesaikan

1.     UKP (Upaya Kesehatan Masyarakat)

FAILURE MODE

NILAI RPN

FAILURE MODE

NILAI RPN

NILAI KUMULATIF

%

KUMULATIF

A

28

F

180

180

54%

 B

70

B

70

250

75%

C

18

E

32

282

85%

D

4

A

28

310

93%

E

32

C

18

328

99%

F

180

D

4

332

100%

 

Failure mode yang akan diseleaikan di usaha kesehatan perorangan yaitu pemakaian APD (F) sebesar 54%, pengisian odontogram (B) sebesar 75%, salah mengambil sampel (E) sebesar 85%.

2.     UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat)

FAILURE MODE

NILAI RPN

FAILURE MODE

NILAI RPN

NILAI KUMULATIF

%

KUMULATIF

A

6

C

189

315

38

 B

24

D

126

441

54

C

189

I

72

513

62

D

126

J

72

585

71

E

18

K

72

657

80

F

36

F

36

693

84

G

18

B

24

717

87

H

19

M

24

741

90

I

72

H

19

760

92

J

72

E

18

778

95

K

72

G

18

796

97

L

9

L

9

805

98

M

24

N

8

813

99

N

8

A

6

819

100

O

3

O

3

822

100

Failure mode yang akan diseleaikan di usaha kesehatan masyarakat yaitu pelaksanaan fogging (C) sebesar 38%, pengisian Imunisasi kejadian KIPI (D) sebesar 54%, senam ibu hamil (I) sebesar 62%, tertimpa dacin J sebesar (71%), salah dosis pemberian vit A (K) sebesar 80%, Salah vaksin (F) sebesar 84% , Pamsimas (B) sebesar 87%.

3.     MANAJEMEN OPERASIONAL

FAILURE MODE

NILAI RPN

FAILURE MODE

NILAI RPN

NILAI KUMULATIF

%

KUMULATIF

A

180

B

200

400

43

 B

200

C

200

600

65

C

200

D

200

800

87

D

200

A

42

842

92

E

6

E

36

878

95

F

36

F

36

914

99

G

36

D

6

920

100

Failure mode yang akan diseleaikan di manajemen operasional yaitu letak puskesmas (B) sebesar 43 %, Tower penampungan puskesmas (C) sebesar 65%, dan gedung puskesmas (D) sebesar 87%

                 

 

 

 

 

 


 

E.  Identifikasikan kemungkinan penyebab dari tiap failure mode, dan deskripsikan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi failure mode

1.     Upaya Kesehatan Perorangan

No

Proses

Failure Mode

Akibat

S

Kemungkinan Sebab

O

Upaya Kendali yang sudah dilakukan

D

RPN

Kegiatan Rekomendasi

Penanggung jawab

Waktu

1.

Pemakaian APD di IGD/RI

Tidak patuh APD

INOS

9

Petugas tidak patuh APD

10

Saling mengingatkan untuk pemakaian APD

2

180

Pemasangan prosedur yang jelas tentang pemakaian APD

Dr.Henni

April

2016

2.

Pengisian odontogram di Pelayanan Gigi dan Mulut

Tidak di isi lengkap

Salah tindakan

5

Petugas buru-buru, tidak patuh SOP

7

Pembagian tugas

2

70

Laksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan

Drg. Dina

April

2016

3.

Pengambilan sampel oleh petugas  Laboratorium

Salah Ambil sampel

Salah diagnosa

4

Petugas buru-buru

 

2

Pemberian formulir permintaan pemeriksaan lab

4

32

Sebelum mengambil sampel pastikan kembali dengan petugas yang merawat pasien

Emsah

April

2016

 

 

 

2.     Upaya Kesehatan Masyarakat

No

Proses

Failure Mode

Akibat

S

Kemungkinan Sebab

O

Upaya Kendali yang sudah dilakukan

D

RPN

Kegiatan Rekomendasi

Penanggung jawab

Waktu

1.

Fogging

Kekebalan vektor

Penambahan kasus DBD

7

Jenis insektisida tertentu

3

Penyuluhan fogging bukan cara satu-satunya membasmi vektor, tetapi dengan kegiatan PSN

9

189

Kegiatan PSN secara rutin terjadwal melibatkan linsek

Iwan A

April

2016

2.

Imunisasi

KIPI

Kesakitan

9

Pengelolaan vaksin tidak benar

2

Berusaha mengelola vaksin sesuai prosedur

7

126

Monitoring pengeloaan saat membawa vaksin ke tempat tujuan dan saat proses penyuntikan sesuai prosedur

Lina

April

2016

3.

Senam Ibu hamil

Terpeleset

Cidera

8

Lantai Licin

1

Penggunaan tikar

9

72

Penggunaan Matras

 

 

 

Nensi H

Mei

2016

4.

Posyandu

Tertimpa dacin

Cidera

8

Pemasangan dacin tidak benar

1

Dacin di tempatkan pada kayu yang kuat

9

72

Pengawasan dan pembinaan saat pemasangan dacin sebelum dimulai posyandu

Nancy K

Mei 2016

5.

Vitamin A

Salah dosis

Kesakitan

8

Petugas tidak teliti

1

Lebih banyak memperhatikan jenis vit A yang di berikan

9

72

Sebelum memberikan vit A tanyakan identitas bayi/balita dan umur kepada ibu atau keluarga bayi/balita

Deasy A

Agustus

2016

6.

Imunisasi

Salah vaksin

Kesakitan

9

Petugas tidak teliti

2

Beberapa pelaksanaan posyandu sudah dilaksanakan 2 orang

2

36

Pelaksanaan imunisasi oleh 2 orang untuk menghindari human erorr

Lina

Mei

2016

7.

Pelaksanaan Pamsimas

Kesenjangan di masyarakat

Konflik di masyarakat

3

Tidak semua mendapat program pamsimas

1

Penyuluhan ke masyarakat

8

24

Pengusulan program bergantian

Rosmaita

Mei

2016

 

3.     Manajemen Operasional

No

Proses

Failure Mode

Akibat

S

Kemungkinan Sebab

O

Upaya Kendali yang sudah dilakukan

D

RPN

Kegiatan Rekomendasi

Penanggung jawab

Waktu

1.

Letak Puskesmas

Kecelakaan

Kematian

10

Kendaraan Roda dua maupun empat parkir di depan puskesmas menghalangi pandangan pelanggan yang akan masuk keluar puskesmas

2

Kerjasama lintas sektor untuk menertibkan

10

200

Pemasangan drum – drum agar tidak digunakan untuk tempat parkir

Dr. Erliana

Sept

2016

2.

Tower air bersih

Roboh

Kematian

10

Roboh

1

Pergantian bahan baru untuk alas penampungan air

10

100

Pemindahan Tower jauh dari tempat pelayanan atau ruang tunggu pasien

Dr. Erliana

Tahun 2017

3.

Bangunan Puskesmas

Perwatan kurang maksimal, Roboh

Kematian

10

Bangunan sudah tua membutuhkan dana yang besar

1

Pembagian tugas

10

100

Laksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan

Drg. Dewi

Tahun

2017

 

 

F.   Tindak Lanjut dari Failure Mode

No

Failure Mode

Waktu

Pelaksanaan

A.

UKP (Upaya Kesehatan Perorangan)

 

 

1.

Pemakaian APD

September

Pelaksanaan penilaian kinerja perilaku layanan klinis oleh penanggung jawab UKP

2.

Pengisian Odontogram

September

Pelaksanaan pengisian odontogram secara lengkap

3.

Pengambilan Sampel

April 2016

Monitoring pelaksanaan pemeriksaan lanoratorium

B.

UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat)

 

 

1.

Senam Ibu Hamil

Agustus 2016

Menggunakan matras saat melaksanakan senam hamil, mengawasi saat praktek senam ibu hamil memastikan posisi benar dan lingkung aman

2.

Fogging digantikan dengan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)

April-Juni 2016

Pelaksanaan PSN pada tagal 30 April, 7 Mei dan 13 Mei 2016 di Desa Kemiri Barat, kemudian tanggal 3 Juni di Desa Tenggulangharjo.

 

 

3.

Kegiatan imunisasi mencegah agar tidak terjadi KIPI serta salah vaksin

Mulai Bulan April

Setiap pelaksanaan imunisasi baik di posyandu maupun di Puskesmas diperhatikan cara pengelolaan saat membawa vaksin menggunakan coldchain, kemudian pelaksanaan imunisasi di posyandu oleh 2 orang yaitu bidan desa serta petugas imunisasi.

4.

Posyandu mencegah terjadi Noya dacin jatuh

Mulai bulan April

Petugas gizi datang ke Posyandu untuk melakukan pembinaan

5.

Pemberian Vit A agar tepat dosis

Agustus

Dilaksanakan oleh bidan desa dan petugas dari puskesmas

6.

Pamsimas

Agustus

Penyuluhan kegiatan Pamsimas di Desa karangtengah serta Mangunharjo bahwa tidak semua dukuh diberi, karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar mendapat programPamsimas.

C.

Manajemen Operasional

 

 

1.

Kecelakaan karena pandangan alur keluar masuk Puskesmas Aras Kabu  terhalang kendaraan besar truk-truk yang parkir di depan Puskesmas Aras Kabu

September-Oktober 2016

Rapat koordinasi Kepala Puskesmas dengan pihak terkait dengan Dinas Perhubungan, Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan dinas terkait lainnya salah satu pembahasan adalah penertiban parkir kendaraan besar di depan Puskesmas Aras Kabu. Hasil tindak lanjut rapat koordinasi tersebut yaitu dengan pemberian ijin pemasangan drum-drum di depan Puskesmas Aras Kabu dan pemasangan dilaksnakan bersama dengan Dinas perhubungan dan Bina Marga.

2.

Kecelakaan akibat tower penampungan air bersih roboh

Tahun 2017

Belum terealisasi rencana tahun 2017

3.

Bangunan Puskesmas banyak yang rusak sehingga berakibat roboh

Mulai Juli- Okt

2016 rehab

Tahun 2017 rencana perbaikan rawat Inap

Dilaksanakan rehab seperti kamar mandi yang rusak, kemudian rehab bangunan Puskesmas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

PENUTUP

Penerapan manajemen resiko dengan pendekatan metode FMEA di  Puskesmas Aras Kabu dilaksanakan pada setiap upaya yang ada di Puskesmas Aras Kabu. FMEA dilaksanakan pada Upaya Kesehatan Perorangan, Upaya Kesehatan Masyarakat serta Manajemen Operasional Puskesmas. FMEA dilaksanakan dengan maksud agar tidak terjadi suatu kesalahan di setiap proses pelaksanaan kegiatan. Merupakan suatu wujud peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN POPULER