MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Friday, March 6, 2026

762B SOP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT

 

PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT

 

SOP

No. Dokumen

: 166/SOP/PKM-DO/I/2019

 

No. Revisi

:

Tanggal Terbit

: 4 Januari 2019

Halaman

: 1/2

PUSKESMAS DONGI

 

SUHARDINA                                                                  NIP. 19730129 199203 2 004

1.     Pengertian

Penanganan pasien gawat darurat adalah proses penerimaan pasien yang mengancam jiwanya yang memerlukan pertolongan secara cepat, tepat dan cermat.

2.     Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penanganan pasien gawat darurat

3.     Kebijakan

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Dongi Nomor 037/SK/PKM-DO/I?2016 tentang Penanganan Pasien Gawat Darurat

4.     Referensi

1.     Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pelayanan Keperawatan Gawat Darurat di RS. 2005

2.     Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

5.     Prosedur

Alat  :

1.     Tensimeter

2.     Termometer

3.     Stetoskop

4.     Kanul Oksigen

Bahan :

1.     Handsoen

2.     Tabung Oksigen

6.     Langkah-langkah

1.     Perawat menerima pasien

2.     Perawat melakukan anamnesis

3.     Perawat melakukan pemeriksaan TTV, GCS, dan pemeriksaan fisik awal.

4.     Pengelompokan pasien berdasarkan diagnosa awal

a.    Gawat darurat: memerlukan tindakan segera dan mengancam jiwa.

b.   Gawat non darurat: memerlukan tindakan segera tapi tidak mengancam jiwa.

c.    Non gawat darurat: tidak urgent, tindakan segera dan tidak mengancam jiwa.

5.     Untuk non gawat darurat: boleh diberi terapi simptomatis (berdasarkan gejala), dan diberi penjelasan jika sakit berlanjut dapat kontrol besok di Poli.

6.     Untuk gawat darurat dan gawat non darurat perawat menghubungi dokter pada hari tersebut dan melaporkan kondisi terakhir pasien dan boleh melakukan tindakan awal/ pertolongan pertama/ Basic Life Support (BLS) meliputi :

a.    Airway

-   Bebaskan jalan nafas

-   Jaw trust, chin lift, hiperekstensi

-   Bersihkan jalan nafas (benda asing, sekret)

b.   Breathing

O2 jika perlu

c.    Circulation

-   TD dan nadi turun pasang infus

-   Monitor produksi urine, pasang kateter bila perlu

7.     Jika diperlukan dokter harus datang

untuk pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut lebih lanjut.

8.     Semua pemeriksaan, tindakan, terapi, rujukan ditulis pada status pasien.

 

7.     Diagram Alir

 

-    

Pemeriksaan, tindakan, terapi, rujukan ditulis pada status pasien.

 

Jika diperlukan dokter harus datang untuk pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut lebih lanjut

Anamnesis

Pengelompokan pasien : Gawat darurat, Gawat non darurat, Non gawat darurat

 

Pemeriksaan TTV, GCS, dan pemeriksaan fisik awal

Non gawat darurat: boleh diberi terapi simptomatis dan kontrol besok di Poli

Gawat darurat dan gawat non darurat perawat menghubungi dokter boleh melakukan tindakan awal/ pertolongan pertama/ Basic Life Support (BLS) meliputi : Airway, Breathing, Circulation

 

 

 

Perawat menerima pasien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


8.     Hal-hal yang perlu diperhatikan

1.     Kondisi Pasien

2.     Ketersediaan alat/bahan

9.       Unit terkait

UGD, Rawat inap, Kamar bersalin

10.  Dokumen Terkait

Rekam Medis

11.  Rekaman historis perubahan

No.

Yang Diubah

Isi Perubahan

Tanggal Mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 


No comments:

Post a Comment