Monday, August 4, 2025

SOP PENANGANAN ISPA (PNEUMONIA)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Tawangrejo

Kota Madiun

SOP PENANGANAN ISPA (PNEUMONIA)

 

 

 

SOP

No. Kode                :

 

Ditetapkan Oleh

Kepala Puskesmas Tawangrejo

 

 

 

 

drg. Totok Dwi Sanjaya

NIP. 19760401 200604 1 008

 

Terbitan                  : 01

 

No. Revisi               : 00        

 

Tgl. Mulai Berlaku  : 14 April 2015

 

Halaman                 : 1 - 9 

PENGERTIAN

Suatu pemeriksaan yang dilakukan pada pasien yang datang ke Puskesmas sehingga diketahui penyakitnya

 

TUJUAN

Untuk menentukan diagnosa dan pemberian terapi pada balita sakit

 

KEBIJAKSANAAN

Sebagai acuan penerapan langkah – langkah melakukan penanganan atau perawatan sehingga pasien mendapat pelayanan sesuai harapan

 

REFERENSI

Sistem Manajemen  Mutu ISO 90001-2008

 

STANDAR SARANA DAN PRASARANA

  1.     SARANA NON MEDIS

a.     Meja 1-2 buah

b.     Kursi 2-4 buah

c.     Tempat tidur 1 buah

d.     Blanko resep

e.     Blanko rujukan

f.      Wastafel dengan kran mengalir dan sabun cuci tangan

g.     Tissue (lap tangan)

h.     Kartu status anak

i.      Computer

j.      MTBS

 

  2.     SARANA MEDIS

a.     Stetoskop

b.     Thermometer

c.     Soundtimer

d.     Timbangan

e.     Alcohol 70%

f.      Kassa steril

g.     Tempat sampah medis dan nom medis

 

PROSEDUR TETAP

  1.     Anamnesa

  2.     Pemeriksaan

  3.     Penegakkan diagnose

  4.     Pengobatan dan rujukan

   5.       Penyuluhan kepada orang tua

 

CARA MELAKSANAKAN TIAP KEGIATAN

  1.     ANAMNESA

a.   Identitas pasien

b.   Tanya apakah anak menderita batuk dan atau sukar bernapas, lama batuk

c.   Tanya apakah anak 2 bulan - <5 tahun tidak bias minum atau menetek; apakah bayi <2 bulan kurang bisa minum atau menetek

d.   Tanya apakah anak demam, berapa lama

e.   Tanya apakah anak kejang

 

    2.     PEMERIKSAAN

Anak harus tenang dan dipangku ibu atau ditidurkan ditempat pemeriksaan

a.   Frekwensi pernafasan yaitu dengan menghitung tarikan nafas pada gerakan dinding dada dan melihatnya dengan hitungan waktu permenit berapa kali

b.   Apakah ada tarikan dinding dada/tarikan dinding dada kedalam dengan cara melihat dinding dada bagian bawah pada celah intercosta dan diamati apakah terjadi pada saat inspirasi

c.   Apakah ada pernafasan cuping hidung : lihat pada cuping hidung yaitu gerakan cuping hidung pada ekspirasi dan inspirasi

d.   Mengukur suhu badan : dengan memakai thermometer, dimana sebelumnya thermometer harus dibersihkan dengan kapas alcohol pada ujungnya setelah itu digerak-gerakkan sampai air raksa pada titik 0, baru diletakkan menempel pada ketiak dan dipertahankan selama 5 menit setelah itu dilepas dan dilihat dengan sejajar dengan mata dan suhu dicatat kemudian ujung thermometer dibersihkan dengan alcohol dan diletakkan pada tempatnya

e.   Apakah ada wheezing/stridor : dengan meletakkan stetoskop pada dinding dada dan akan terdengar bunyi ngik pada waktu inspirasi itulah suara wheezing. Begitu juga dengan stridor juga meletakkan stetoskop pada dinding dada dan akan terdengar suara nafas berbunyi ksosok – krosok

f.    Ukuran berat badan yaitu dengan timbangan bayi, untuk anak>2 tahun yaitu dengan timbangan injak

 

    3.     PENEGAKAN DIAGNOSA

a.     Umur < 2 bulan

Bila :

-      nafas cepat>60x / menit

-      Tarikan dinding dada kuat

Maka itu adalah pneumonia berat

Bila :

-      nafas <60x / menit

-      Tarikan dinding dada negative

Maka bukan pneumonia

b.     Umur 2 bulan <5 tahun

Bila ada tarikan dinding dada kedalam (bila ada wheezing berulang-ulang)

Maka itu adalah Pneumonia Berat

Bila :

-      2 bulan < 12 bulan : ≥ 50 x /menit

-      12 bulan < 5 tahun : ≥ 40 x/menit

Maka itu adalah Pneumonia

Bila tarikan dinding dada kedalam negative

-      Nafas cepat negative

-      12 bulan < 5 tahun < 40x/menit

-      1 -<5 tahun < 40x/menit

Maka itu Bukan Pneumonia

 

    4.     PENGOBATAN DAN RUJUKAN

A.    < 2 bulan

1.     Pneumonia berat

-      Rujuk ke Rumah Sakit

-      Antibiotic yaitu kotrimoksasol 1/8 tab

-      Wheezing ada : obati dengan salbutamol <10 kg →½ tablet  W-19 kg →1 tab

2.     Bukan Pneumonia

-      Nasihat dan perawatan di rumah

-      Jaga agar tidak kedinginan dengan cara diberi selimut

-      ASI teruskan dan lebih sering

-      Bersihkan sumbatan hidung dan kapas lidi dimasukkan pada lubang hidung untuk membersihkan lendirnya

-      Anjuran kontol bila

ü   Nafas cepat

ü   Sulit bernafas

ü   Sulit minum

ü   Kejang – kejang

B.    2 bulan < 5 tahun

1.     Pneumonia berat

-      Rujuk ke RS

-      Antibiotic dengan kotrimoksasol

ü  2-6 bln ¼ tablet

ü  6 bulan – 3 tahun ½ tablet

ü  3 – 5 tahun 1 tablet

Wheezing ada →obati dengan salbukanol

-      < 10 kg : ½ tablet

-      10-19 kg → 1 tablet

2.     Pneumonia

-      Nasihat dan perawatan di rumah

-      Antibiotic selama 5 hari yaitu dengan kotrimoksasol

ü  2 bln – 6 bln ¼ tab

ü  6 bln – 3 th ½ tab

ü  3 th – 5 th 1 tab

-      Anjuran control 2 hari/lebih cepat bila keadaan memburuk

-      Demam →obati dengan paracetamol

ü  2 bln – 6 bln ¼ tab

ü  6 bln – 3 th ½ tab

ü  3 th – 5 th 1 tab

-      Kompres dengan air biasa yang ditaruh pada baskom dengan memakai saputangan handuk yang dikompreskan pada dahi anak sebelumnya diperas lebih dulu

3.     Bukan Pneumonia

-      Batuk >30 hari →rujuk

-      Bila ada penyakit lain →obati sesuai dengan penyakitnya

-      Nasehat untuk perawatan dirumah kemudian ibu diberi penjelasan yang cukup jelas dan dimengerti oleh ibu. Dan ucapkan terima kasih karena ibu sudah merawat anaknya dan ucapan semoga lekas sembuh dan control kembali

 

    5.     PENYULUHAN KEPADA IBU BALITA

Menjelaskan pada ibu/pengantar (nafas sesak cepat, sulit minum, sakit parah, kejang)

a.     Anjuran control 2 hari kemudian pada anak dengan pneumonia

b.     Kembali bila keadaan memburuk

c.     Cara pemberian obat

d.     Cara pengobatan / perawatan dirumah (makan cukup, bersihkan hidung, minum lebih banyak dan obat – obatan )

e.     Menjaga makanan yang semakin memperparah penyakit missal gorengan dan es

f.         Hindari merokok dalam ruangan

 

 

Unit Terkait

Loket,Klinik Umum,

Tim Mutu Puskesmas

Koordinator Pelayanan Puskesmas

 

Distribusi

Loket,Klinik Umum,

Tim Mutu Puskesmas

Koordinator Pelayanan Puskesmas

 

Rekaman Historis

 

NO

Halaman

Yang dirumah

Perubahan

Diperlakukan tgl.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uraian Prosedur

Pelaksana

Mutu Baku

Ket

 

 

px

petugas loket

perawat

dokter

apotek

 

Kelengkapan

 

Waktu

 

Output

 

 

1.

Pasien ambil nomor antrian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

Petugas loket memanggil sesuai nomor antrian dan memasukkan ke dalam computer sambil menyerahkan status pasien

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Pasien masuk ke BP/KIA dan dianamnesa (tensi, suhu, RR, nadi) sesuai keluhan oleh perawat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Setelah dilakukan anamnesa sesuai keluhan kemudian dikonsulkan oleh dokter dan dilakukan pemeriksaan fisik kemudian dokter memberikan resep obat untuk diserahkan ke apotek. Jika perlu rujuk ke RS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Apotek menerima resep dari dokter sesuai indikasi pasien dan menyerahkan obat ke pasien tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Setelah menerima obat dari apotek pasien pulang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment