Tuesday, August 5, 2025

SOP PEMERIKSAAN IVA TEST (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT)

 

A

logo bw

PEMERIKSAAN IVA TEST (INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT)

 

 

 

 

 

SOP

No. Dokumen  :

/SOP/POKJA/BLN/THN

No. Revisi         :

Tanggal Terbit :

Halaman           :

UPTD

 

Puskesmas Pondok pucung

 

 

 

 

 

SUMINAH, SKM, M.Kes Nip : 19650104 198412 02 004

1.     Pengertian

Adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi asam asetat (IVA). Dengan metode inspeksi visual yang lebih mudah, lebih sederhana, lebih mampu laksana, maka skrining dapat dilakukan dengan cakupan lebih luas, diharapkan temuan kanker serviks dini akan bisa lebih banyak.

2.    Tujuan

Untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Untuk mengetahui kelainan yang

terjadi pada leher rahim.

3.    Kebijakan

SK Kepala Puskesmas

4.    Referensi

1.   Depkes RI (2009). Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara. Jakarta : Bakti Husada

 

2.  Febri (2010) . http://bidanshop.blogspot.com/2010/03/iva-test.html

5.     Alat dan Bahan

1.   Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi.

2.   Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi.

3.   Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks

4.   Spekulum vagina

5.   Asam asetat (3-5%)

6.   Swab-lidi berkapas

7.   Sarung tangan

6.     Prosedur/

Langkah- langkah

1.   Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien akan mendapat penjelasan mengenai prosedur yang akan dijalankan. Privasi dan kenyamanan sangat penting dalam pemeriksaan ini.

2.   Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi (berbaring dengan dengkul ditekuk dan kaki melebar).

3.   Vagina akan dilihat secara visual apakah ada kelainan dengan bantuan


 

pencahayaan yang cukup.

4.   Spekulum (alat pelebar) akan dibasuh dengan air hangat dan dimasukkan ke vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat leher rahim.

5.   Bila terdapat banyak cairan di leher rahim, dipakai kapas steril basah untuk menyerapnya.

6.   Dengan menggunakan pipet atau kapas, larutan asam asetat 3-5% diteteskan ke leher rahim. Dalam waktu kurang lebih satu menit, reaksinya pada leher rahim sudah dapat dilihat.

7.   Bila warna leher rahim berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan positif terdapat kanker. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih.

8.   Bila tidak didapatkan gambaran epitel putih padadaerah transformasi bearti hasilnya negative.

7. Alur

1.   Pemeriksaan IVA dilakukan dengan spekulum melihat langsung leher rahim yang telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%, jika ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka hasil pemeriksaan dinyatakan negative. Sebaliknya jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul plak putih, maka dinyatakan positif lesi atau kelainan pra kanker.

2.   Namun jika masih tahap lesi, pengobatan cukup mudah, bisa langsung diobati dengan metode Krioterapi atau gas dingin yang menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim. Sensivitasnya lebih dari 90% dan spesifitasinya sekitar 40% dengan metode diagnosis yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit tersebut, lesi prakanker bisa dideteksi sejak dini. Dengan demikian, bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kanker stadium lanjut.

3.   Metode krioterapi adalah membekukan serviks yang terdapat lesi prakanker pada suhu yang amat dingin (dengan gas CO2) sehingga sel-sel pada area tersebut mati dan luruh, dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat (Samadi Priyanto. H, 2010)

4.   Kalau hasil dari test IVA dideteksi adanya lesi prakanker, yang terlihat dari adanya perubahan dinding leher rahim dari merah muda menjadi putih, artinya perubahan sel akibat infeksi tersebut baru terjadi di sekitar epitel. Itu bisa dimatikan atau dihilangkan dengan dibakar atau dibekukan. Dengan demikian, penyakit kanker yang disebabkan human papillomavirus (HPV) itu tidak jadi berkembang dan merusak organ tubuh yang lain.

 

 

8. Petugas

terkait

 

1.     Perawat terlatih

2.     Bidan

3.     Dokter Umum

4.     Dokter Spesialis Obgyn.


9.    Unit Terkait

PTM, KIA / KB

10. Dokumen

terkait

1. Laporan Pasien IVA Test

11. Rekaman

historis perubahan

 

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai deberlakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

No comments:

Post a Comment