|
A |
PEMERIKSAAN
IVA TEST (INSPEKSI VISUAL DENGAN
ASAM ASETAT) |
|
|
|
SOP |
No. Dokumen
: /SOP/POKJA/BLN/THN |
||
|
No. Revisi : |
|||
|
Tanggal Terbit : |
|||
|
Halaman : |
|||
|
UPTD Puskesmas Pondok pucung |
|
SUMINAH, SKM, M.Kes Nip : 19650104 198412 02 004 |
|
|
1. Pengertian |
Adalah pemeriksaan
skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi asam asetat
(IVA). Dengan metode inspeksi visual yang lebih mudah,
lebih sederhana, lebih
mampu laksana, maka skrining dapat
dilakukan dengan cakupan lebih luas, diharapkan temuan kanker serviks
dini akan bisa lebih banyak. |
||
|
2. Tujuan |
Untuk mengurangi morbiditas atau mortalitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan.
Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada
leher rahim. |
||
|
3. Kebijakan |
SK Kepala Puskesmas |
||
|
4. Referensi |
1. Depkes RI (2009). Buku Saku
Pencegahan Kanker Leher
Rahim dan Kanker
Payudara. Jakarta : Bakti
Husada 2. Febri (2010)
. http://bidanshop.blogspot.com/2010/03/iva-test.html |
||
|
5. Alat dan Bahan |
1. Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan
posisi litotomi. 2.
Meja/tempat tidur
periksa yang memungkinkan pasien berada pada
posisi litotomi. 3. Terdapat sumber
cahaya untuk melihat serviks 4. Spekulum vagina 5. Asam asetat
(3-5%) 6. Swab-lidi berkapas 7. Sarung tangan |
||
|
6. Prosedur/ Langkah- langkah |
1.
Sebelum dilakukan pemeriksaan, pasien
akan mendapat penjelasan mengenai prosedur yang akan dijalankan. Privasi dan kenyamanan
sangat penting dalam pemeriksaan ini. 2.
Pasien dibaringkan dengan posisi
litotomi (berbaring dengan
dengkul ditekuk dan kaki melebar). 3. Vagina akan
dilihat secara visual
apakah ada kelainan dengan bantuan |
||
|
|
pencahayaan yang cukup. 4.
Spekulum (alat pelebar) akan
dibasuh dengan air hangat dan dimasukkan ke
vagina pasien secara tertutup, lalu dibuka untuk melihat leher rahim. 5.
Bila terdapat banyak cairan di
leher rahim, dipakai kapas steril basah untuk menyerapnya. 6.
Dengan menggunakan pipet atau
kapas, larutan asam asetat 3-5% diteteskan
ke leher rahim. Dalam waktu kurang lebih satu menit, reaksinya pada
leher rahim sudah dapat dilihat. 7.
Bila warna leher rahim
berubah menjadi keputih-putihan, kemungkinan positif
terdapat kanker. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel yang membuat penggumpalan protein, sehingga sel kanker yang berkepadatan protein tinggi berubah warna menjadi putih. 8.
Bila tidak didapatkan gambaran
epitel putih padadaerah transformasi bearti
hasilnya negative. |
|
7. Alur |
1.
Pemeriksaan IVA dilakukan dengan
spekulum melihat langsung leher rahim yang
telah dipulas dengan larutan asam asetat 3-5%, jika ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, maka
hasil pemeriksaan dinyatakan negative.
Sebaliknya jika leher rahim berubah warna menjadi merah dan timbul
plak putih, maka dinyatakan positif lesi atau kelainan pra kanker. 2.
Namun jika masih tahap
lesi, pengobatan cukup
mudah, bisa langsung diobati dengan metode Krioterapi atau gas dingin yang
menyemprotkan gas CO2 atau N2 ke leher rahim.
Sensivitasnya lebih dari 90% dan spesifitasinya sekitar
40% dengan metode
diagnosis yang hanya
membutuhkan waktu sekitar
dua menit tersebut, lesi prakanker bisa dideteksi sejak
dini. Dengan demikian, bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kanker stadium lanjut. 3.
Metode krioterapi adalah
membekukan serviks yang terdapat lesi prakanker pada suhu yang amat dingin (dengan gas CO2) sehingga sel-sel
pada area tersebut mati dan luruh,
dan selanjutnya akan tumbuh sel-sel baru yang sehat
(Samadi Priyanto. H, 2010) 4.
Kalau hasil dari test IVA
dideteksi adanya lesi prakanker, yang terlihat dari adanya perubahan dinding
leher rahim dari merah
muda menjadi putih, artinya perubahan sel akibat infeksi
tersebut baru terjadi di sekitar epitel. Itu
bisa dimatikan atau dihilangkan dengan dibakar atau dibekukan. Dengan demikian, penyakit kanker yang
disebabkan human papillomavirus (HPV) itu tidak jadi berkembang dan
merusak organ tubuh yang lain. |
|
8. Petugas terkait |
1. Perawat terlatih 2. Bidan 3. Dokter Umum 4. Dokter Spesialis Obgyn. |
|
9. Unit Terkait |
PTM, KIA / KB |
|
10. Dokumen terkait |
1. Laporan Pasien
IVA Test |
|
11. Rekaman historis perubahan |
|
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai deberlakukan
No comments:
Post a Comment