|
|
ASUHAN PERSALINAN NORMAL |
|
||
|
SOP |
No |
......./SOP/PKM-MND/I/2016 |
||
|
No Revisi |
|
|||
|
Tanggal terbit |
|
|||
|
Halaman |
|
|||
|
UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE |
|
drg. Tutik Suprihatin M,Kes NIP.196504081994032002 |
||
|
Pengertian |
Asuhan
persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan
setelah bayi lahir serta upaya pencegahan komplikasi terutama perdarahan
pasca persalinan,hipotermia, dan asfiksia bayi baru lahir. |
||||
|
Tujuan |
Menerangkan
penerapan langkah-langkah Asuhan Persalinan Normal. |
||||
|
Kebijakan |
Berdasarkan SK Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Mande No
.001/SK/KA-PKM-MND/I/2016 Tentang jenis-jenis pelayanan. |
||||
|
|
Referensi |
.Asuhan Persalinan Normal.
Jakarta:JNPK-KR. 2008 |
|||
|
|
RuangLingkup |
Ibu bersalin |
|||
|
Prosedur |
1.
Persiapan alat. 1.1.
Partus set steril. 1.2.
Sarung tangan 1.3.
Alat resusitasi 1.4.
Kapas toucher dn air DTT 1.5.
Larutan klorin 0,5% 1.6.
Air DTT 1.7.
Obat-obatan uterotonika dan disposable
1,3, 10cc 1.8.
Schort 1.9.
Bengkokdan baskom kecil untuk plasenta 1.10.
Lampu jalan / sorot 1.11.
Tempat pakaian kotor dan tempat sampah
medis 1.12.
Tensimete dan stetoskop 1.13.
Stetoskop hamil/Doppler 1.14.
Jam 2.
Pelaksanaan 2.1.
Selama melahirkan semua keluarga (1
orang diijinkan untuk mendampingi dan dengan catatan tidak mengganggu
pelaksanaan tindakan. 2.2.
Laksanakan anamneses dengan cermat 2.3.
laksanakan pemeriksaan fisik meliputi : Pantau keadaan : KU
sikap pasien, vital sign, varises, adanya bekas operasi SC. ·
Palpasi untuk mengetahui : TFU (Tingkat
Fundus Uteri), letak punggung janin, bagian terendah, teraba satu janin atau
lebih, seberapa jauh bagian terendah dari janin masuk pintu atas panggul
(PAP) ·
Auskultasi mengetahui : DJJ, untuk
mengetahui apakah janin hidup/mati, atau ada kelainan, misalnya ada gawat
janin. ·
Perkusi dengan cara : menekan daerah
tibia untuk mengetahui adanya oudema, mengetok pada daerah patella untuk
mengetahui reflex patella. ·
Pemeriksaan dalam (Toucher) Toucher
tidak boleh dilakukan pada ibu dengan PAP (Perdarahan Ante Partum), yang
harus diperhatikan dinding vagina ada benjolan atau penyempitan. -
Portio : apakah tebal / tipis lunak /
kaku. -
Serviks apakah sudah ada pembukaan -
Ketuban : masih ada / rembes -
Linea Inominata : apakah teraba
seluruhnya / tidak -
Bagian terendah dari janin -
Seberapa jauh turunnya bagian terendah
janin kedalam ruang panggul 2.4. Pada kala I : 2.4.1.
Beri penjelasan tentang proses
persalinan / lamanya persalinan 2.4.2.
Observasi vital sign 2.4.3.
Pbservasi His, DJJ, dan majunya
persalinan dengan partograf 2.4.4.
Mengosongkan kandung kemih dan rectum
(K/P) 2.4.5.
Kolaborasi medis bila ada kelainan
dalam pemeriksaan 2.5. Pada kala II 2.5.1. Melihat tanda dan gejala tanda kala II ·
Mengamati tanda dan gejala persalinan
kala II ·
Ibu mempunyai keinginan untuk meneran ·
Ibu merasakan tekanan yang semakin
meningkat pada rectum dan/atau vaginanya. ·
Perineum tampak menonjol ·
Vulva dan spingter anal membuka. 2.5.2. Menyiapkan pertolongan persalinan 2. Memastikan perlengkapan, bahan dan obat-obatan esensial siap
digunakan. Mematahkan ampul okitosin 10 unit dan menempatkan tabung suntik
steril sekali pakai di dalam partus set. 3. Menggunakan baju penutup atau celemek plastic yang bersih. 4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai di bawah siku. Mencuci
tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan
dengan handuk satu kali pakai/pribadi yang bersih. 5. Memakaisarung tangan DTT atau steril untuk semua pemeriksaan
dalam. 2.5.3. Menghisap oksitosin 10 unit kedalam tabung suntik ( dengan
memakai sarung tangan DTT atau steril). Dan meletakannya kembali di partus
set/wadah DTT atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.Memastikan pembukaan lengkap dan keadaan
janin baik 6. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari
depan ke belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang dibasahi air DTT.
Jika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran
ibu,membersihkan dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.
Membuang kapas atau kassa yang
terkontaminasi dalam wadah yang benar. Menganti sarung tangan jika
terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan dengan benar di dalam larutan
dekontaminasi, langkah #9). 7. Dengan menggunakan tehnik aseptic, melakukan emeriksaan dalam
untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap. ·
Bila selaput ketuban belum pecah
sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi. 8. Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan
yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5% dan kemudian
lepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendam nya dalam larutan klorin
0,5 % selama 10 menit, mencuci (seperti di atas). 9. Memeriksadenyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi berakhir
untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (100-160x/menit). ·
Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ
tidak normal ·
Mendokumentasikan hasil-hasil
pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya
pada partograf 2.5.4. Menyiapkan ibu dan keluarga untuk
membantu proses bimbingan meneran 10. Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. 11. Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman dan sesuai
keinginannya ·
Meungguhingga ibu mempunyai keinginan
untuk meneran. Melanjutkan pemantauan
kesehatan dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan
aktif dan pendokumentasian temuan-temuan. ·
Menjelaskan pada anggota keluarga
tentang bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat pada ibu saat
ibu mulai meneran. 12. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi meneran (pada
saat ada his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ibu merasa
nyaman). 13. Melakukan pimpinan meneran pada saat ibu mempunyai dorongan kuat
untuk meneran : ·
Membimbing ibu untuk meneran saat ibu
mempunyai keinginan untuk meneran. ·
Mendukung dan memberi semangat atas
usaha ibu untuk meneran. ·
Membantu ibu mengambil posisi yang
nyaman sesuai pilihannya (tidak meminta ibu berbaring telentang). ·
Menganjurkan keluargauntuk mendukungan dan memberisemangat pada ibu. ·
Menganjurkan asupan cairan peroral. ·
Menilai DJJ setiap 5 menit. ·
Jika bayi belum lahir atau kelahiran
bayi belum akan terjadi segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk
ibu primipara atau 60 menit (1 jam)untuk ibu multipara, merujuk segera. Jika ibu tidak mempunyai keinginan untuk meneran ·
Menganjurkan ibu untuk berjalan,
berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman. Jika ibu belum ingin meneran
dalam 60 menit, menganjurkan ibu untuk mulai meneran pada puncak
kontraksi-kontraksi tersebut dan beristirahat di antara kontraksi. ·
Jika bayi belum lahir atau kelahiran
bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran, merujuk ibu dengan
segera. 2.5.5. Persiapan pertolongan kelahiran bayi 14. Jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6cm,
meletakan handung bersih di atas perut ibu untuk mengeringkan bayi. ·
Sediakan tempat untuk antisipasi
terjadinya komplikasi persalinan (asfiksia), sebelah bawah kaki ibu tempat
yang datar alas keras. Beralaskan 2 kain dan 1 handuk. Dengan lampu sorot 60
watt (jarak 60 cm dari tubuh bayi). 15. Meletakan kain yang bersih dilipat sepertiga bagian dibawah
bokong ibu 16. Membukapartus set. 17. Memakaisarung tangan DTT atau steril pada kedua tangan. 2.5.6. Menolong kelahiran bayi 18. Saat kepala bayi membuka vulva debgan diameter 5-6 cm, lindungi
perineum dengan satu tangan yang dilapisi kain tadi, letakan tangan yang lain
di kepala bayi dan lakukan tekanan yang lembut dan tidak menghambat pada
kepala bayi, membiarkan kepala keluar perlahan-lahan. Menganjurkan ibu untuk
meneran perlahan-lahan atau bernafas cepat saat kepala lahir. ·
Jika ada meconium dalam cairan ketuban,
segera hisap mulut dan hidung bayi setelah kepala lahir menggunakan penghisap
lender DeLee disinfeksi tingkat tinggi atau steril atau bola karet penghisap
yang baru dn bersih. 19. Dengan lembut menyeka muka, mulut dan hidung bayi dengan kain
atau kasa yang bersih. 20. Memeriksa lilitan tali pusat dan mengambil tindakan yang sesuai
jika hal itu terjadi, dan kemudian meneruskan segera proses kelahiran bayi : ·
Jika tali pusat melilit leher janin
dengan longgar, lepaskan lewat bagian atas kepala bayi. ·
Jika tali pusat melilit leher bayi
dengan era, mengklemnya di dua tempat, dan memotongnya. 21. Menunggu hingga kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara
spontan. Lahirnya bahu 22. Setelah kepala melakukan putaran paksi lua, tempatkan kedua
tangan di masing-masing sisi muka bayi. Menganjurkan ibu untuk meneran saat
kontraksi berikutnya. Dengan lembut menariknya kea rah bawah dank e arah luar
hingga bahu anterior muncul di bwah arkus pubis dan kemudian dengan lembut
menarik kea rah atas dan arah luar untuk melahirkan bahu posterior. Lahirnya badan dan tungkai 23. Setelah kedua bahu lahir, menelusurkan tangan mulai kepala bayi
yang berada di bagian bawah k arah perineum tangan, membiarkan bahu dan
lengan posterior lahir ke tangan tersebut. Mengendalikan kelahiran siku dan
tangan bayi saat melewati perineu, gunakan lengan bagian bawah untuk menyanga
tubuh bayi saat dilahirkan. Menggunakan tangan anterior (bagian atas)untuk
mengendalikan siku dan tangan anterior bayi saat keduanya lahir. 24. Setelah tubuh dan lengan lahir, menelusurkan tangan atas
(anterior) dari punggung ke arah kaki bayi untuk menyangga saat punggung dan
kaki lahir. Memegang kedua mata kali bayi dan dengan hati-hati membantu
kelahiran bayi. 2.5.7. Penanganan bayi baru lahir 25. Menilai bayi dengan cepat (jika dalam penilaian terdapat
jawabantidak dari 5 pertanyaan maka lakukan langkah awal), kemudian meletakan
bayi di atas perut ibu dengan posisi kepala bayi lebih rndah dari tubuhnya
(bila tali pusat terlalu pendek, meletakan bayi di tempat yang memungkinkan). 26. Segera mengeringkan bayi, membungkus kepala dan badan bayi
kecuali tali pusat. 27. Menjepit tali pusat menggunakan klem kira-kira 3 cm dari pusat
bayi. Melakukan urutan pada tali pusat mulai dari klem kea rah ibu dan
memasangkan klem kedua 2 cm dari klem pertam (kearah ibu) 28. Memegang tali pusat dengan satu tangan, melindungi byi dari
gunting, dan memotong tali pusat diantara 2 klm tersebut. 29. Mengganti handuk yang basah dan menylimuti bayi dengan kain atau
selimut yang bersih dan kering, menutupi bagian kepala, membiarkan tali pusat
terbuka. Jika bayi melakukan kesulitan bernafas,
mengambil tindakan yang sesuai. 30. Memberikan bayi kepad ibunya dan menganjurkan ibu untuk memeluk
bayinya dan memulai pemberian ASI jika ibu menghendakinya. 2.5.8. Penatalaksanaan aktif persalinan kala
III Oksitosin 31. Meletakan kain yang bersih dan kering melakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan
kemungkinan adanya bayi kedua. 32. Memberitahu kepada ibu bahwa ia akan di suntik. 33. Dalam waktu 2 menit setelah kelahiran bayi, memberikan suntikan
oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha kanan atas ibu bagian luar, setelah
mengaspirasinya terlebih dahulu. 2.5.9. Penegangan tali pusat terkendali 34. Memindahkan klem pada tali
pusat sekitar 5-10cm dari vulva 35. Meletakkan satu tangan diatas kain pada perut ibu, tepat di atas
tulang pubis, dan menggunakan tangan ini untuk melakukan palpasikontraksi dan
menstabilkan uterus. Memegang tali pusat dan klem dengan tangan yang lain. 36. Menunggu uterus berkontraksi dan kemudian melakukan penegangan ke
arah bawah pada tali pusat dengan lembut. Lakukan tekanan yang berlawanan
arah pada bagian bawah uterus dengan cara menekan uterus ke arah atasa dan
belakang (dorso kranial) dengan hati-hati untuk membantu mencegah terjadinya
inversion uteri. Jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik, menghentikan
penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikut mulai. ·
Jika uterus tidak berkontraksi, meminta
ibu atau anggota keluarga untuk melakukan rangsangan puting susu. Mengeluarkan Plasenta 37. Setelah piasenta terlepas .meminta ibu untuk meneran sambil
menarik tali pusat kearah bawah dan kemudian kearah atas ,mengikuti kurve
jalan lahir sambil meneruskan tekana berlawanan arah pada uterus. ·
Jika tali pusat bertambah panjang,
pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva. ·
Jika plasenta tidak lepas setelah 15
menit menegangkan tali pusat : 1. Beri dosis ulang oksitosin 10 unit IM 2. Lakukan kateterisasi (aseptic) jika kandung kemih penuh 3. Minta keluarga menyiapkan rujukan 4. Ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikunya 5. Jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir /
bila terjadi perdarahan segera lakukan plasenta manual. 38. Jika plasentaterlihat di
introitus vagina, melanjutkan kelahiran plasenta dengan menggunakan kedua tangan dan dengan hati hati memutar
plasenta hingga selaput ketuban terpilin,dengan lembut dan perlahan me
lahirkan selaput ketuban tersebut. ·
Jika selaput ketuban robek, pakai
sarung tangan DTT atau steril dan memeriksa vagina dan servik ibu dengan
seksama.Menggunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk
mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. Rangsangan taktil (pemijatan uterus) 39. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan masase
uterus , letakan telapak tangan di fundus dan lakukan masase dengan gerakan
melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras) 2.5.10. Menilai perdarahan 40. Memeriksa kedua sisi plasenta baik yang menempel ke ibu maupun
bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukan plasenta ke dalam
kantung plastik atau tempat khusus. ·
Jika uterus tidak berkontraksi setelah
melakukan masase selama 15 detik mengambil tindakan yang sesuai. 41. Mengevaluasi adanya
laserasi pada vagina dan perineum. Dan segera menjahit laserasi yang
mengalami perdarahan aktif. 2.5.11. Melakukan prosedur pasca persalinan 42. Menilai ulang uterus dan memastikannya berkontraksi dengan
baik.Megevaluasi perdarahan pervagina. 43. Mencelupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam
larutan klorin 0,5%, membilas kedua tangan yang masih bersarung tangan
tersebur denga air disenfeksi tingkat tinggidan mengeringkannya dengan kain
yang bersih dan kering. 44. Menempatkan klem tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril
atau mengikatkan tali pusat disenfeksi tingkat tinggi dengan simpul mati
disekeliling tali pusat sekitar 1 cm dar pusat. 45. Mengikat satu lagi simpul mati di bagian tali pusat yang
bersebrangan dengan simpul mati yang pertama. 46. Melepaskan klem bedah dan meletakkannya di dalam larutan klori
0,5%. 47. Menyelimuti kembali bayi dan menutupi bagian kepalanya.
Memastikan handuk atau kainnya bersih dan kering. 48. Menganjurkan ibu untuk memulai pemberian ASI. Evaluasi 49. Melanjutkan pemantauan kontraksi uterus dan perdarahan pervagina: ·
2-3 kali dalam 15 menit pertama pasca
persalinan. ·
Setiap 15 menit pada satu jam pertama
pasca persalinan. ·
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pasca
persalinan. ·
Jika uterus tidak berkontraksi dengan
baik.melaksanakan perawatan yang sesuai untuk menatalaksana atonia uteri. ·
Jika ditemukan laserasi yang memerlukan
penjahitan,lakukan penjahitan dengan anestesi lokai dan menggunakan teknik
yang sesuai. 50. Mengajarkan pada ibu dan keluarga bagaimana melakukan masase
uterus dan memeriksa kontraksi uterus. 51. Mengevaluasi kehilangan darah. 52. Memeriksa tekanan darah,nadi dan kandung kemih setiap 15 menit
selama satu jam pertama pasca persalinan dan 30 menit selama jam kedua pasca
persalinan. ·
Memeriksa temperature tubuh ibu sekali
setiap jam selama dua jam pertama pasca persalinan. ·
Melakukan tindakan yang sesuai untuk
temuan yang tidak normal. 53. Menempatkan semua peralatan di dalam larutan klorin 0,5 % untuk
dekontaminasi (10 menit),mencuci dan membilas peralatan setelah di
dekontaminasi. 54. Membuang bahan –bahan yang terkontaminasi ke dalam tempat sampah
yang sesuai. 55. Membersihkan ibu dengan menggunakan air desinfeksi tingkat
tinggi,Membersihkan cairan ketuban,lender dan darah.Membantu ibu memakai
pakaian yang bersih dan kering. 56. Memastikan bahwa ibu nyaman ,membantu ibu memberikan
ASI,Menganjurkan keluarga untuk memberikan ibu minuman dan makanan yang
diinginkannya. 57. Mendekontaminasi daerah yang digunakan untuk melahirkan dengan
larutan klorin 0,5% dan membilasnya dengan air bersih. 58. Mencelupkan sarung tangan kotor kedalam larutan klorin
0,5%,membalikkan bagian dalam keluar dan merendamnya dalam larutan klori 0,5%
selama 10 menit. 59. Mencuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir Dokumentasi 60.Melengkapi partograf
(halaman depan dan belakang) |
||||
|
Unit Terkait |
1.
Ruang KIA 2.
PONED 3.
LABORATORIUM |
||||
|
|
Diagram Alir |
1.Persiapan 3..Pendokumentasian 2. Pelaksanaan
pertolongan persalinan sesuai langkah2 dari 1 sd 60 asuhan persalinan
normal |
|
|
DINAS
KESEHATAN KABUPATEN CIANJUR UPTD
PUSKESMAS RAWAT INAP MANDE Jln. Aria Wiratanudatar Km 9 Jamali Mande Cianjur 43292 Telp. 0263 2910845 |
DAFTAR-TILIK
Unit : ………………………………………………………………………
Nama
Petugas : ………………………………………………………………………
Tanggal
Pelaksanaan : ………………………………………………………………………
|
NO |
LANGKAH KEGIATAN |
YA |
TIDAK |
|
1.
1 |
Apakah petugas
melaksanakan persiapan untuk menolong persalinan |
|
|
|
2.
2 |
Apakah petugas melaksanakan
pertolongan persalinan sesuai 60 langkah Asuhan Persalinan Normal |
|
|
|
3.
2 |
Apakah petugas
melaksanakan pendokumentasian dengan benar |
|
|
|
Jumlah |
|
|
|
Compliance rate (CR) : …………………………………%
PENANGGUNG JAWAB
TIM MUTU
No comments:
Post a Comment