|
6. Langkah –langkah
a. Anamnesa:
1)
Riwayat perkawinan.
2)
Riwayat penyakit ibu dan keluarga
3)
Status riwayat Haid,
HPHT.
4)
Riwayat imunisasi Ibu saat ini
5)
Kebiasaan ibu.
6)
Riwayat persalinan terdahulu
7)
Dari anamnesa haid tersebut, tentukan Usia kehamilan dan buat taksiran persalinan.
8)
Pemeriksaan
b.
Pemeriksaan Umum.
1) Keadaan umum Bumil
2)
Ukur TB, BB,
Lila.
3)
Tanda vital :
tensi, Nadi, RR,
4)
Pemeriksaan fisik
menyeluruh ( dari kepala sampai ekstremitas).
Mata : conjungtiva, ikterus ;
Gigi ,
Kaki :Oedema kaki , dst.
c.
Pemeriksaan khusus.
UMUR
KEHAMILAN <20 mgg :
1)
Inspeksi.
· Tinggi
fundus
·
Hyperpigmentasi (pada areola mammae, Linea nigra).
· Striae.
2)
Palpasi.
· Tinggi
fundus uteri
· Keadaan perut
3)
Auskultasi.
UMUR KEHAMILAN
> 20 mgg:
aInspeksi.
· Tinggi
fundus uteri
· Hyper pigmentasi dan striae
· Keadaan dinding perut
b). Palpasi.
·
Lakukan
pemeriksaan Leopold dan intruksi kerjanya sbb :
Pemeriksa
berada disisi kanan bumil, menghadap bagian lateral kanan.
a.
Leopold 1.
· Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada puncak
fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus. Perhatikan agar jari tersebut
tidak mendorong uterus kebawah (jika diperlukan, fiksasi uterus basah
dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan dibagian lateral depan
kanan dan kiri, setinggi tepi atas simfisis)
· Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang
memfiksasi uterus bawah) kemudian atur posisi pemeriksa sehingga menghadap
kebagian kepala ibu.
· Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
fundus uteri dan rasakan bagian bayi yang ada pada bagian tersebut dengan
jalan menekan secara lembut dan menggeser telapak tangan kiri dan kanan
secara bergantian
b.
Leopold 2.
· Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral
kanan dan telapak tangan kanan pada dinding perut lateral kiri ibu sejajar
dan pada ketinggian yang sama.
· Mulai dari bagian atas, tekan secara bergantian atau
bersamaan telapak tangan kiri dan kanan kemudian geser kearah bawah dan
rasakan adanya bagian yang rata dan memenjang (punggung) atau bagaian yang
kecil (ekstremitas).
c.
Leopold 3.
· Atur posisi
pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap kebagian kaki ibu.
· Letakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding
lateral kiri bawah, telapak tangan kanan pada dinding lateral kanan bawah
perut ibu, tekan secara lembut bersamaan atau bergantian untuk menentukan
bagian bawah bayi (bagian keras, bulat dan hampir homogen adalah kepala,
sedangkan tonjolan yang lunak dan kurang simetris adalah bokong).
d.
Leopold 4.
· Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada
dinding lateral kiri dan kanan uterus bawah, ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada
tepi atas simfisis.
· Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian rapatkan
semua jari-jari tangan kanan yang meraba dinding bawah uterus.
· Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri
dan kanan (konvergen/divergen)
· Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada
bagian terbawah bayi (bila presentasi kepala, upayakan memegang bagian
kepala didekat leher dan bila presentasi bokong, upayakan untuk memegang
pinggang bayi)
· Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggul,
kemudian letakkan jari0jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis
untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas
panggul.
c).
Auskultasi.
·
Pemeriksaan bunyi
dan frekuensi jantung janin.
d).
PemeriksaanTambahan.
· Laboratorium rutin
: Hb, Golongan darah dan protein urine
· USG
d.
Akhir pemeriksaan :
1)
Buat kesimpulan hasil pemeriksaan
2)
Buat diagnose kebidanan dan rencana
penatalaksanaan.
3)
Catat hasil pemeriksaan pada buku KIA
dan status pasien.
4)
Jelaskan hasil pemeriksaan kepada bumil yang meliputi :usia kehamilan, letak janin, posisi janin,
Tafsiran persalinan, Resiko yang ditemukan atau adanya penyakit lain.
5)
Memberikan Pendidikan Kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan hamil secara rutin, P4K, perawatan sehari-hari, anjuran makan untuk ibu hamil,
tanda bahaya pada kehamilan, proses melahirkan,
perawatan payudara, menjadi akseptor KB setelah
melahirkan, cara menyusui bayi, tanda bahaya dan penyakit pada saat nifas,
imunisasi
6)
Jelaskan untuk melakukan kunjungan
ulang.
7)
Beri alasan bila pasien dirujuk ke
Rumah Sakit/ tata laksana kasus
|
No comments:
Post a Comment