Monday, August 25, 2025

SOP PEMERIKSAAN ANTENATAL PADA IBU HAMIL

 

 

 

 

PEMERIKSAAN ANTENATAL PADA IBU HAMIL

 

 

 

SPO

No. Dokumen  :032/440/I/2015

Ditetapkan oleh Kepala PuskesmasPekuncen

 

 

 

dr Leni KurniatiJubaedah

NIP.197211072006042013

No. Revisi        :

Tanggal Terbit : 9 Mei 2015

Halaman          : 7 halaman

 

1.    Pengertian

ANC adalah pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu hamil dan selama kehamilannya untuk mempersiapkan ibu agar memahami pentingnya pemeliharaan kesehatan selama hamil, bersalin dan nifas serta mendeteksi dini factor resiko dan menangani masalah tersebut secara dini.

2.    Tujuan

Sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan Ante Natal Care ( ANC ), sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik, melahirkan bayi yang sehat dan memperoleh kesehatan yang optimal pada masa nifas serta dapat menyusui dengan baik dan benar.

3.     Kebijakan

 

Langkah- langkah dalam melakukan tindakan antenatal care harus sesuai dengan SPO yang telah ditetapkan

4.    Referensi

Buku Kesehatan Maternal danNeonatus, YayasanBinaPustaka, SarwonoPrawiroharjo, Jakarta, 2002...

5.    Alat dan bahan

a.     Alat

1)      Leanec

2)      Doppler / spekulum corong

3)      Meteran kain pengukur tinggi fundus uteri

4)      Meteran pengukur LILA

5)      Selimut

6)      Reflex Hammer

7)      Jarum suntik disposibel 2,5 ml

8)      Air hangat

9)      Timbangan Berat Badan dewasa

10)   Tensimeter Air Raksa

11)   Stetoscope

12)   Bed Obstetric

13)   Spekulum gynec

14)   Lampu halogen / senter

b.     Kalender kehamilanBahan

1)      Sarung tangan

2)      Kapas steril

3)      Kassa steril

4)      Alkohol 70 %

5)      Jelly

6)      Sabun antiseptik

7)      Wastafel dengan air mengalir

8)      Vaksin TT

 

 

 

6.    Langkah –langkah

a.      Anamnesa:

1)      Riwayat perkawinan.

2)      Riwayat penyakit ibu dan keluarga

3)      Status riwayat Haid, HPHT.

4)      Riwayat imunisasi Ibu saat ini

5)      Kebiasaan ibu.

6)      Riwayat persalinan terdahulu

7)      Dari anamnesa haid tersebut, tentukan Usia kehamilan dan buat taksiran persalinan.

8)      Pemeriksaan

b.          Pemeriksaan Umum.

1)      Keadaan umum Bumil

2)      Ukur TB, BB, Lila.

3)      Tanda vital : tensi, Nadi, RR,

4)      Pemeriksaan fisik menyeluruh ( dari kepala sampai ekstremitas).

Mata : conjungtiva, ikterus ; Gigi ,

Kaki :Oedema kaki , dst.

c.          Pemeriksaan khusus.

UMUR KEHAMILAN  <20 mgg :

1)      Inspeksi.

·     Tinggi fundus

·     Hyperpigmentasi (pada areola mammae, Linea nigra).

·     Striae.

2)      Palpasi.

·     Tinggi fundus uteri

·     Keadaan perut

3)      Auskultasi.

 

UMUR KEHAMILAN > 20 mgg:

aInspeksi.

·     Tinggi fundus uteri

·     Hyper pigmentasi dan striae

·     Keadaan dinding perut

b). Palpasi.

·     Lakukan pemeriksaan Leopold dan intruksi kerjanya sbb :

Pemeriksa berada disisi kanan bumil, menghadap bagian lateral kanan.

a. Leopold 1.

· Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada puncak fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus. Perhatikan agar jari tersebut tidak mendorong uterus kebawah (jika diperlukan, fiksasi uterus basah dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan dibagian lateral depan kanan dan kiri, setinggi tepi atas simfisis)

· Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang memfiksasi uterus bawah) kemudian atur posisi pemeriksa sehingga menghadap kebagian kepala ibu.

· Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada fundus uteri dan rasakan bagian bayi yang ada pada bagian tersebut dengan jalan menekan secara lembut dan menggeser telapak tangan kiri dan kanan secara bergantian

b. Leopold 2.

· Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan telapak tangan kanan pada dinding perut lateral kiri ibu sejajar dan pada ketinggian yang sama.

· Mulai dari bagian atas, tekan secara bergantian atau bersamaan telapak tangan kiri dan kanan kemudian geser kearah bawah dan rasakan adanya bagian yang rata dan memenjang (punggung) atau bagaian yang kecil (ekstremitas).

c. Leopold 3.

·  Atur posisi pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap kebagian kaki ibu.

· Letakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri bawah, telapak tangan kanan pada dinding lateral kanan bawah perut ibu, tekan secara lembut bersamaan atau bergantian untuk menentukan bagian bawah bayi (bagian keras, bulat dan hampir homogen adalah kepala, sedangkan tonjolan yang lunak dan kurang simetris adalah bokong).

d. Leopold 4.

· Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada dinding lateral kiri dan kanan uterus bawah, ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis.

· Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian rapatkan semua jari-jari tangan kanan yang meraba dinding bawah uterus.

· Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri dan kanan (konvergen/divergen)

· Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian terbawah bayi (bila presentasi kepala, upayakan memegang bagian kepala didekat leher dan bila presentasi bokong, upayakan untuk memegang pinggang bayi)

· Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggul, kemudian letakkan jari0jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas panggul.

c). Auskultasi.

·     Pemeriksaan bunyi dan frekuensi jantung janin.

d). PemeriksaanTambahan.

·     Laboratorium rutin : Hb, Golongan darah dan protein urine

·     USG

d.          Akhir pemeriksaan :

1)      Buat kesimpulan hasil pemeriksaan

2)      Buat diagnose kebidanan dan rencana penatalaksanaan.

3)      Catat hasil pemeriksaan pada buku KIA dan status pasien.

4)      Jelaskan hasil pemeriksaan kepada bumil yang meliputi :usia kehamilan, letak janin, posisi janin, Tafsiran persalinan, Resiko yang ditemukan atau adanya penyakit lain.

5)      Memberikan Pendidikan Kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan hamil secara rutin, P4K, perawatan sehari-hari, anjuran makan untuk ibu hamil, tanda bahaya pada kehamilan, proses melahirkan, perawatan payudara, menjadi akseptor KB setelah melahirkan, cara menyusui bayi, tanda bahaya dan penyakit pada saat nifas, imunisasi

6)      Jelaskan untuk melakukan kunjungan ulang.

7)      Beri alasan bila pasien dirujuk ke Rumah Sakit/ tata laksana kasus

Bagan alir

Pemiksaan khusus

Pemeriksaan umum

Anamnesa

Riwayat perkawinan, riwayat penyakit,status riwayat haid, HPHT, Pemeriksaan

Keadaan umum, TB, BB, Lila, TTV, pemeriksaan fisik menyeluruh,

Leopold 1, leopold II, leopold III, leopold IV

 

 

 

 

 

 

 

 


                              

                              

 

Hasil akhir

7.    Unit terkait

Ruang Bersalin

KIA

 

 

 

 

 

Rekaman historis

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment