MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Wednesday, September 23, 2026

SOP PENYIMPANAN BENANG JAHIT (SUTURE)


 

SOP PENYIMPANAN BENANG JAHIT (SUTURE)

A. IDENTITAS DOKUMEN

KomponenKeterangan
Nama Fasilitas Kesehatan................................................
Nama SOPPenyimpanan Benang Jahit (Suture)
Nomor Dokumen................................................
Nomor Revisi................................................
Tanggal Terbit................................................
Halaman................................................
Unit/BagianRuang Tindakan / Farmasi / Gudang BMHP
Disusun oleh................................................
Diperiksa oleh................................................
Disahkan oleh................................................

B. KATA KUNCI SEO

Kata Kunci Utama

  • SOP penyimpanan benang jahit

  • SOP penyimpanan suture

  • penyimpanan benang operasi

  • penyimpanan benang bedah

Kata Kunci Turunan

  • SOP benang jahit Puskesmas

  • SOP BMHP ruang tindakan

  • cara penyimpanan benang jahit

  • penyimpanan benang absorbable

  • penyimpanan benang non absorbable

  • penyimpanan alat kesehatan

  • penyimpanan BMHP

  • FEFO BMHP

  • monitoring kedaluwarsa benang jahit

  • pengelolaan stok benang jahit

  • akreditasi Puskesmas

  • manajemen BMHP ruang tindakan


C. PENGERTIAN

Benang jahit atau suture adalah bahan medis yang digunakan untuk membantu mendekatkan atau mempertahankan jaringan selama proses penyembuhan setelah tindakan tertentu sesuai indikasi klinis.

Penyimpanan benang jahit adalah kegiatan menerima, memeriksa, menata, menyimpan, memantau, dan mengeluarkan benang jahit dengan memperhatikan kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, persyaratan penyimpanan yang ditetapkan produsen, kebersihan, keamanan, dan sistem rotasi stok.

Benang jahit harus disimpan sesuai petunjuk pada label/kemasan dan instruksi produsen, karena persyaratan penyimpanan dapat berbeda antarproduk.


D. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Menjamin benang jahit tersimpan dalam kondisi yang sesuai sehingga mutu, keamanan, sterilitas, dan kelayakan penggunaannya tetap terjaga sampai digunakan.

2. Tujuan Khusus

  1. Menjaga kualitas benang jahit.

  2. Mempertahankan kondisi kemasan dan sterilitas produk.

  3. Mencegah kerusakan akibat suhu, kelembapan, cahaya, atau kondisi lingkungan yang tidak sesuai.

  4. Mencegah penggunaan benang jahit yang telah kedaluwarsa.

  5. Menerapkan sistem rotasi stok FEFO.

  6. Memudahkan pencarian dan pengambilan benang jahit.

  7. Mengurangi risiko kesalahan jenis atau ukuran benang.

  8. Menjamin ketersediaan BMHP untuk pelayanan.

  9. Memudahkan pemantauan stok dan kedaluwarsa.


E. KEBIJAKAN

  1. Benang jahit disimpan sesuai persyaratan yang tercantum pada label/kemasan dan instruksi produsen.

  2. Produk steril harus tetap berada dalam kemasan pelindung sampai saat akan digunakan.

  3. Kemasan yang rusak, terbuka, basah, kotor, atau menunjukkan tanda kerusakan tidak boleh digunakan tanpa penilaian dan tindak lanjut sesuai kebijakan fasilitas.

  4. Benang jahit disusun dengan sistem FEFO (First Expired, First Out).

  5. Produk tidak boleh diletakkan langsung di lantai.

  6. Area penyimpanan harus bersih, kering, terlindung dari paparan yang dapat merusak produk, dan memiliki akses terbatas sesuai kebijakan fasilitas.

  7. Kondisi penyimpanan dipantau secara berkala.

  8. Stok dan tanggal kedaluwarsa diperiksa secara berkala.

  9. Produk yang tidak memenuhi persyaratan dipisahkan dari stok yang dapat digunakan dan diberi penandaan yang sesuai.

  10. Pencatatan penerimaan, pengeluaran, dan pemantauan stok dilakukan sesuai sistem fasilitas.


F. PETUGAS

  • Petugas farmasi/pengelola BMHP.

  • Perawat.

  • Bidan sesuai kewenangan.

  • Petugas ruang tindakan.

  • Penanggung jawab unit.

  • Petugas lain yang ditunjuk sesuai kebijakan fasilitas.


G. JENIS BENANG JAHIT

Benang jahit dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa karakteristik, antara lain:

1. Berdasarkan kemampuan diserap tubuh

  • Absorbable suture: benang yang dapat mengalami degradasi dan diserap tubuh dalam periode tertentu.

  • Non-absorbable suture: benang yang dirancang untuk tidak diserap dalam waktu seperti benang absorbable dan dapat memerlukan pelepasan atau penanganan sesuai indikasi.

2. Berdasarkan struktur

  • Monofilamen.

  • Multifilamen.

3. Berdasarkan ukuran

Ukuran benang harus mengikuti standar penandaan pada kemasan dan kebutuhan klinis.

Catatan: Jenis, ukuran, bahan, jarum, dan karakteristik lainnya harus diverifikasi dari label produk sebelum digunakan.


H. PERSYARATAN TEMPAT PENYIMPANAN

Tempat penyimpanan harus:

  1. Bersih.

  2. Kering.

  3. Tidak lembap.

  4. Terlindung dari sinar matahari langsung.

  5. Terlindung dari sumber panas.

  6. Memiliki sirkulasi udara yang sesuai.

  7. Tidak menjadi tempat berkembangnya hama.

  8. Tidak bercampur dengan bahan yang dapat menyebabkan kontaminasi atau kerusakan.

  9. Mudah dibersihkan.

  10. Memiliki akses sesuai kewenangan.

  11. Memiliki ruang yang cukup untuk penataan stok.

  12. Memungkinkan pemeriksaan tanggal kedaluwarsa secara berkala.


I. ALAT DAN BAHAN

  1. Rak penyimpanan.

  2. Kontainer/wadah penyimpanan jika diperlukan.

  3. Label identifikasi.

  4. Kartu stok atau sistem inventori elektronik.

  5. Formulir monitoring kedaluwarsa.

  6. Termometer dan/atau alat pemantau lingkungan bila dipersyaratkan.

  7. Alat tulis.

  8. Checklist monitoring.


J. PROSEDUR PENERIMAAN BENANG JAHIT

Saat menerima benang jahit:

  1. Periksa nama produk.

  2. Periksa jenis benang.

  3. Periksa ukuran.

  4. Periksa jumlah.

  5. Periksa nomor batch/lot bila tercantum.

  6. Periksa tanggal kedaluwarsa.

  7. Periksa kondisi kemasan luar.

  8. Periksa integritas kemasan steril.

  9. Pastikan produk sesuai dengan dokumen penerimaan/pesanan.

  10. Pastikan persyaratan penyimpanan produk diketahui.

  11. Pisahkan produk yang ditemukan rusak atau tidak sesuai.

  12. Dokumentasikan penerimaan sesuai sistem fasilitas.


K. PROSEDUR PENYIMPANAN

1. Persiapan

  1. Pastikan area penyimpanan bersih.

  2. Pastikan rak dalam kondisi baik.

  3. Pastikan tidak terdapat kebocoran atau sumber air.

  4. Pastikan kondisi lingkungan sesuai persyaratan produk.

  5. Lakukan kebersihan tangan sesuai kebutuhan.

2. Penataan

  1. Simpan benang dalam kemasan aslinya.

  2. Jangan membuka kemasan steril sebelum diperlukan untuk pelayanan.

  3. Kelompokkan berdasarkan jenis.

  4. Kelompokkan berdasarkan ukuran.

  5. Kelompokkan berdasarkan merek/produk bila diperlukan.

  6. Berikan label penyimpanan yang jelas.

  7. Tempatkan produk dengan tanggal kedaluwarsa lebih dekat pada posisi yang lebih dahulu digunakan.

  8. Terapkan sistem FEFO.

  9. Hindari penumpukan yang dapat merusak kemasan.

  10. Jangan meletakkan produk langsung di lantai.

  11. Jangan menekan, melipat, atau merusak kemasan.


L. PERSYARATAN SUHU DAN LINGKUNGAN

Benang jahit harus disimpan berdasarkan persyaratan yang tercantum pada label atau instruksi produsen.

Petugas:

  1. Membaca persyaratan penyimpanan pada kemasan.

  2. Memastikan produk tidak terpapar kondisi di luar persyaratan.

  3. Memantau kondisi lingkungan apabila dipersyaratkan.

  4. Mencatat hasil monitoring sesuai kebijakan fasilitas.

  5. Melaporkan penyimpangan kondisi penyimpanan.

  6. Melakukan penilaian terhadap produk yang terpapar kondisi penyimpanan yang tidak sesuai sebelum digunakan.

Catatan penting: Jangan menetapkan satu suhu penyimpanan yang berlaku untuk seluruh jenis benang jahit. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan produk dan produsen.


M. SISTEM FEFO

FEFO = First Expired, First Out

Artinya produk dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat dikeluarkan terlebih dahulu.

Contoh:

ProdukKedaluwarsaPrioritas
Suture AJuni 20271
Suture BDesember 20272
Suture CMei 20283

Petugas harus melakukan rotasi stok secara berkala agar produk yang mendekati kedaluwarsa dapat digunakan sesuai kebutuhan klinis atau ditindaklanjuti sesuai kebijakan.


N. PEMERIKSAAN SEBELUM BENANG DIGUNAKAN

Sebelum diberikan kepada petugas yang akan melakukan tindakan:

  1. Pastikan jenis benang sesuai kebutuhan.

  2. Pastikan ukuran sesuai.

  3. Pastikan tanggal kedaluwarsa belum terlewati.

  4. Periksa integritas kemasan.

  5. Pastikan tidak terdapat kerusakan, kebocoran, kelembapan, atau perubahan yang mencurigakan.

  6. Pastikan produk masih dalam kondisi steril sesuai informasi pada kemasan.

  7. Jangan gunakan produk apabila terdapat keraguan terhadap integritas kemasan atau sterilitasnya.

  8. Catat pengeluaran stok sesuai sistem fasilitas.


O. PENANGANAN BENANG JAHIT RUSAK

Benang jahit harus dipisahkan dari stok yang dapat digunakan apabila:

  • kemasan terbuka;

  • kemasan robek;

  • kemasan basah;

  • kemasan tercemar;

  • label tidak terbaca sehingga identitas produk tidak dapat dipastikan;

  • tanggal kedaluwarsa telah lewat;

  • terdapat tanda kerusakan produk;

  • kondisi penyimpanan menyimpang dan keamanan produk tidak dapat dipastikan.

Produk tersebut:

Pisahkan → Beri identifikasi/status → Catat → Laporkan → Tindak lanjuti sesuai kebijakan fasilitas.


P. PENANGANAN BENANG JAHIT KEDALUWARSA

  1. Lakukan pemeriksaan stok secara berkala.

  2. Identifikasi produk yang mendekati kedaluwarsa.

  3. Pisahkan produk yang telah kedaluwarsa.

  4. Beri tanda “TIDAK UNTUK DIGUNAKAN” atau status sesuai sistem fasilitas.

  5. Catat pada kartu stok/inventori.

  6. Laporkan kepada penanggung jawab.

  7. Lakukan pemusnahan/pengembalian sesuai ketentuan dan kebijakan fasilitas.

  8. Dokumentasikan proses tindak lanjut.

Benang jahit kedaluwarsa tidak boleh digunakan untuk tindakan pasien.


Q. PENGELOLAAN STOK

Monitoring stok dilakukan dengan memperhatikan:

  1. Nama produk.

  2. Jenis benang.

  3. Ukuran.

  4. Jumlah stok.

  5. Nomor batch/lot jika diperlukan.

  6. Tanggal kedaluwarsa.

  7. Kondisi kemasan.

  8. Jumlah masuk.

  9. Jumlah keluar.

  10. Sisa stok.

  11. Produk rusak/kedaluwarsa.

  12. Kebutuhan pemesanan kembali.


R. MONITORING BERKALA

Monitoring penyimpanan dilakukan sesuai jadwal fasilitas, sekurang-kurangnya meliputi:

KomponenHasil
Kebersihan areaBaik/Tidak
Kondisi rakBaik/Tidak
Kondisi kemasanBaik/Tidak
Suhu/lingkungan sesuai labelYa/Tidak
Produk kedaluwarsaAda/Tidak
Produk rusakAda/Tidak
FEFO diterapkanYa/Tidak
Stok sesuai catatanYa/Tidak

Jika ditemukan ketidaksesuaian, lakukan tindakan korektif dan dokumentasikan.


S. PENCEGAHAN KESALAHAN PENYIMPANAN

Untuk mencegah kesalahan:

  1. Gunakan label yang jelas.

  2. Pisahkan jenis dan ukuran yang berbeda.

  3. Jangan menyimpan produk dengan kemasan berbeda secara tidak teratur.

  4. Pastikan produk yang memiliki kemiripan nama atau kemasan mudah dibedakan.

  5. Lakukan pemeriksaan ganda jika diperlukan.

  6. Jangan menggunakan produk tanpa label yang jelas.

  7. Terapkan FEFO secara konsisten.


T. INDIKATOR MUTU

No.IndikatorTarget
1Benang jahit disimpan sesuai persyaratan produk≥95%
2Kepatuhan penerapan FEFO≥95%
3Pemeriksaan kedaluwarsa dilakukan sesuai jadwal≥95%
4Produk kedaluwarsa tidak digunakan100%
5Integritas kemasan terjaga≥95%
6Kesesuaian stok fisik dengan catatan≥95%

Target dapat disesuaikan dengan indikator mutu fasilitas.


U. KESELAMATAN PASIEN

  1. Pastikan jenis dan ukuran benang sesuai dengan kebutuhan tindakan.

  2. Jangan menggunakan benang dengan kemasan rusak.

  3. Jangan menggunakan benang yang telah kedaluwarsa.

  4. Jangan menggunakan produk apabila sterilitasnya diragukan.

  5. Pastikan label produk dapat dibaca.

  6. Terapkan FEFO.

  7. Simpan produk sesuai instruksi produsen.

  8. Laporkan kejadian salah penyimpanan atau salah produk sesuai sistem keselamatan pasien.


V. DOKUMENTASI

Dokumen yang dapat digunakan meliputi:

  1. Kartu stok BMHP.

  2. Buku penerimaan barang.

  3. Formulir pengeluaran BMHP.

  4. Checklist monitoring penyimpanan.

  5. Formulir monitoring kedaluwarsa.

  6. Formulir barang rusak/kedaluwarsa.

  7. Laporan stok.

  8. Sistem inventori elektronik apabila tersedia.


W. UNIT TERKAIT

  1. Farmasi.

  2. Gudang BMHP.

  3. Ruang tindakan.

  4. Pelayanan klinis.

  5. Keperawatan.

  6. Tim PPI.

  7. Pengadaan/logistik.

  8. Penanggung jawab mutu.


X. DOKUMEN TERKAIT

  1. SOP Pengelolaan BMHP.

  2. SOP Penerimaan Barang.

  3. SOP Pengeluaran BMHP.

  4. SOP Penyimpanan Alat Kesehatan.

  5. SOP Pengelolaan Barang Kedaluwarsa.

  6. SOP Pengelolaan Barang Rusak.

  7. SOP Pengelolaan Ruang Tindakan.

  8. SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

  9. Kartu stok BMHP.

  10. Formulir monitoring kedaluwarsa.


Y. ALUR SINGKAT

Penerimaan benang jahit

Periksa jenis, ukuran, jumlah, kedaluwarsa dan kemasan

Sesuai?

Tidak → Pisahkan → Catat → Laporkan → Tindak lanjut

Ya ↓

Simpan sesuai instruksi produsen

Kelompokkan berdasarkan jenis dan ukuran

Terapkan FEFO

Monitoring kondisi penyimpanan dan kedaluwarsa

Pengeluaran sesuai kebutuhan

Catat stok

Evaluasi berkala


Z. CHECKLIST PENYIMPANAN BENANG JAHIT

No.Komponen PemeriksaanYaTidakKeterangan
1Area penyimpanan bersih
2Area penyimpanan kering
3Terlindung dari sinar matahari langsung
4Produk disimpan dalam kemasan asli
5Kemasan dalam kondisi baik
6Label produk dapat dibaca
7Jenis benang tersusun sesuai kelompok
8Ukuran benang tersusun dengan jelas
9FEFO diterapkan
10Tidak terdapat produk kedaluwarsa
11Tidak terdapat produk rusak
12Stok fisik sesuai catatan
13Kondisi penyimpanan sesuai label produsen
14Monitoring dilakukan sesuai jadwal

AA. REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

No.TanggalIsi PerubahanPenanggung Jawab
1................SOP pertama kali dibuat................
2................Revisi................
3................Revisi................

AB. SEO BLOG / WEBSITE

Judul SEO

SOP Penyimpanan Benang Jahit (Suture) di Puskesmas dan Klinik

Meta Description

SOP penyimpanan benang jahit lengkap meliputi penerimaan, pemeriksaan kemasan, penyimpanan sesuai produsen, FEFO, monitoring kedaluwarsa, stok BMHP, dan keselamatan pasien.

Slug

sop-penyimpanan-benang-jahit-suture

Keyword Utama

SOP Penyimpanan Benang Jahit

Keyword Pendukung

SOP suture Puskesmas, penyimpanan benang operasi, penyimpanan benang bedah, SOP BMHP, penyimpanan BMHP, FEFO BMHP, monitoring kedaluwarsa, benang absorbable, benang non absorbable, ruang tindakan Puskesmas, manajemen logistik medis, akreditasi Puskesmas.


CATATAN

Persyaratan suhu, kelembapan, perlindungan dari cahaya, dan kondisi penyimpanan harus mengikuti label produk serta instruksi produsen masing-masing benang jahit. SOP fasilitas sebaiknya tidak menetapkan satu rentang suhu yang berlaku untuk seluruh merek/jenis suture. Sebelum ditetapkan sebagai dokumen resmi, sesuaikan dengan kebijakan pengelolaan BMHP, PPI, farmasi/logistik, dan sistem mutu fasilitas kesehatan.

POSTINGAN POPULER