MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG
Showing posts with label 9507 LANJUT USIA. Show all posts
Showing posts with label 9507 LANJUT USIA. Show all posts

Sunday, July 27, 2025

SOP HOME CARE LANSIA RESTI/GERIATRI

 

 

HOME CARE LANSIA RESTI/GERIATRI

 

 

 

SOP

No. Dokumen

:

SOP/UKMBJ/0

No. Revisi

:

00

Tanggal Terbit

:

04/06/2017

Halaman

:

1/2

UPT PUSKESMAS BAKTI JAYA

 

 

drg. Martazolla

NIP.19640326 199303 1 002                    

1.     Pengertian

a.     Lansia yang berhak di home care adalah : sesorang yang berusia >70th

b.     Berktp bakti jaya & babakan / bpjs faskes tingkat pertama puskesmas baktijaya, yang berdomisili di wilayah bakti jaya & babakan.

c.     Kriteria pasien home care lansia sehat : usia > 70 th yang memiliki mobilitas rendah/mengalami kendala untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang terdekat/kriteria yang ditentukan oleh petugas saat bertemu secara langsung/laporan dari masyarakat atau kader kesehatan.

d.     Kriteria pasien home care lansia yang menderita penyakit kronis (>14hr) ;

·       DM dengan komplikasi (uklus diabetikum, koma diabetikum) yang mobilitas rendah

·       HT dengan komplikasi (stroke) yang mobilitas rendah

·       Cerebro vaskular disease dengan mobilitas terbatas

·       Ca  stad 4 dengan mobilitas terbatas

·       Pasien lansia dengan permasalan orthopedic misal patah tulang sehingga mobilitas rendah.

·       Gangguan kejiwaan yang stabil dengan mobilitas rendah

e.     Home care dapat dilakukan setelah jam 13.00 s/d 16.00 dengan perjanjian sebelumnya. Dilakukan setiap hari selasa s/d jumat, kecuali tanggal merah.

f.      No telephon yang dapat dihubungi: 021-75879977

g.     Home care dilakukan oleh petugas medis dari UPT Puskesmas Bakti Jaya.

h.     Home care tidak dikenakan biaya.

 

2.     Tujuan

Sebagai acuan petugas medis untuk kegiatan home care lansia resti / geritri dengan maksud ;

1.      Untuk mempertahankan, meningkatkan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan memininalkan akibat dari penyakit untuk mencapai kemampuan individu secara optimal selama mungkin yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan

2.      Terpenuhinya kebutuhan dasar bagi pasien secara bio-psiko-spiritual

3.      Meningkatkan kemandirian pasien dan keluarga dalam pemeliharaan dan perawatan anggota keluarga yang memiliki masalah kesehatan.

4.      Terpenuhi kebutuhan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah sesuai dengan kebutuhan pasien

 

 

HOME CARE LANSIA RESTI/GERIATRI

 

 

 

SOP

No. Dokumen

:

SOP/UKMBJ/0

No. Revisi

:

00

Tanggal Terbit

:

04/06/2017

Halaman

:

2/2

UPT PUSKESMAS BAKTI JAYA

 

 

drg. Martazolla

NIP.19640326 199303 1 002                    

3.     Kebijakan

SK Kepala Puskesmas Nomor 445.4/021/UKMBJ tentang Program Inovasi Gerakan Lansia Mandiri dan Produktif (Glamor)

4.     Referensi

-

5.     Alat dan Bahan

a. Alat

-         Alat Pemeriksaan Fisik

-         Set perawatan luka

-         Set Emergrncy

-         Set hasil pemeriksaan lab sederhana

-         Sarung tangan

-         Masker

b. Bahan

-          Lembar persetujuan Tindakan

-          Lembar penolakan tindakan

-          Kartu Home care Pasien.

6.     Langkah-langkah

1.      Petugas mendata pasien home care di buku home care lansia

2.      Petugas berkoordinasi dengan pihak puskesmas sebelum dan sesudah melakukan kegiatan home care lansia.

3.      Petugas melakukan anamnesis kepada pasien ataupun keluarga pasien.

4.      Petugas melakukan pemeriksaan fisik sesuai kebutuhan.

5.      Petugas melakukan pemeriksaan tambahan untuk membantu menentukan diagnosis penyakit, seperti cek gula darah rapid, jika alat tersedia.

6.      Petugas menentukan diagnosis.

7.      Petugas memberikan terapi yang dibutuhkan

8.      Petugas melakukan edukasi kepada pasien maupun keluarga pasien tentang penyakit yang diderita.

9.      Petugas mencatat seluruh kegiatan di buku home care glamor dan kartu home care pasien.

Bila didapatkan kasus tertentu yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dapat menghubungi petugas di puskesmas.

7.     Diagram Alir

-

8.     Unit Terkait

UKM & UKP

9.     Hal-hal yang terkait

-

10.  Dokumen Terkait

-

11.  Rekaman historis perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

 

SOP ASUHAN PASIEN USIA LANJUT / GERIATRI

 

 

 

ASUHAN PASIEN USIA LANJUT / GERIATRI

 

No. Dokumen

001/SPO/16/I/2014

No. Revisi

 

Halaman

1 dari 2

STANDAR

PROSEDUR

OPERASIONAL

 

Tanggal terbit

 

Ditetapkan

Direktur RSI NAMIRA

 

 

dr. Basirun, MMRS

NIK.201183001

PENGERTIAN

Pasien Usia lanjut adalah orang tua berusia 60 tahun ke atas yang memiliki penyakit majemuk (multipatologi), akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani, dan atau kondisi sosial yang bermasalah.

TUJUAN

Agar tidak terjadi polifarmasi serta efek samping yang amat berbahaya bagi organ tubuh yang sudah menurun fungsinya.

KEBIJAKAN

1.       Pasien yang menderita lebih dari satu penyakit kronis atau degeneratif dengan atau tanpa disertai penyakit akut.

2.       Pasien menghadapi kesulitan untuk berjalan (instability), mengalami jatuh (falls), atau imobilisasi (bedridden).

3.       Pasien menghadapi masalah untuk merawat diri sendiri (self care), seperti kesulitan makan atau berpakaian.

4.       Pasien mengalami penurunan daya ingat (memory) dini atau gangguan tingkah laku (behavior) dini.

5.       Pasien memiliki masalah kesehatan lain, seperti osteoporosis, penyakit Parkinson, arthritis, gangguan berkemih (inkontinesia urine), atau gangguan buang air besar.

 

 

 

 

 

PROSEDUR

1.       Lakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang sesuai dengan indikasi.

2.       Pengkajian status fungsional dengan pemeriksaan :

a.       ADL (Activity of Daily Living) Bartel dan Katz.

b.       IADL (Instrumental Activity of Daily Living).

3.       Pengkajian status mental dan kognitif, terutama menyangkut fungsi intelektual memori baru dan lama dinilai dengan pemeriksaan MMSE (Mini-Mental State Examination), AMT (Abbreviated Mental Test).

4.       Lakukan penapisan inkontinensia.

5.       Lakukan Assesmen nutrisi.

6.       Pengkajian status psikologis pasien dengan GDS (Geriatric Depression Scale).

7.       Laksanakan assesmen lingkungan, yang dilakukan di rumah penderita oleh residen di bawah bimbingan tim Geriatri.

8.       Lakukan assesmen Nutrisi.Pengkajian status psikologis pasien denga GDS (Geriatric Depression Scale).

9.       Laksanakan assesmen lingkungan, yang dilakukan di rumah penderita oleh residen di bawah bimbingan tim Geriatri.

10.   Buatkan daftar masalah dan kesimpulan dari rekapitulasi assesmen sebagai berikut :

a.   Identitas.

b.   Diagnosis (Klinis, Fisik-Antropometri dan laboratorium).

c.   Impairment (kerusakan) yang berkaitan dengan aging yang tidak disebabkan oleh penyakit (sifatnya kebih ringan).

d.   Disability (kelumpuhan).

e.   Handicap (keterbatasan).

11.   Rekomendasi.

a.   Non Farmakologi.

b.   Farmakologi

 

UNIT TERKAIT

1.     Komite Medik

2.     Komite Keperawatan

3.     Instalasi Rawat Darurat.

4.     Instalasi Rawat Inap.

5.     Instalasi Rawat Jalan.

6.     Yanmed.

 

 

 

 

POSTINGAN POPULER