|
KABUPATEN BATANG |
Penemuan
diagnosa TB Paru |
PUSKESMAS BAWANG |
|||
|
SPO |
NO.DOKUMEN |
: |
IV/SPO/I/2019 |
||
|
NO.
REVISI |
: |
|
|||
|
TGL.
TERBIT |
: |
1 JANUARI 2019 |
|||
|
HALAMAN |
: |
|
|||
|
Ditetapkan
Oleh: Kepala
Puskesmas Bawang |
Tanda
Tangan (…………………….) |
Dr.
Fatkhurrohman NIP.197404282006041014 |
|||
|
1. Pengertian |
Penemuan diagnosa TB Paru adalah menemukan dan menentukan
serta menegakkan diagnosa TB Paru secara mikroskopis dan foto Rotgent. |
|
2. Tujuan |
Sebagai pedoman bagi petugas TB untuk menentukan Diagnosa
TB Paru secara mikroskopis dan jenis kategori TB serta pengbatannya. |
|
3. Kebijakan |
Langkah-langkah penemuan diagnosa TB Paru wajib sesuai dengan SPO ini. |
|
4. Referensi |
Buku Pedoman TB Nasional Depkes RI Tahun 2004 |
|
5. Prosedur |
1.Pasien yang datang berobat di BP Umum dan dicurigai
sebagai suspek Tb Paru untuk
diambil dahaknya untuk dipriksa. 2.Setelah diambil dahaknya maka dahak di buat fiksasi di
ruang laborat 3.Untuk penderita anak yang dicurigai suspek TB Paru untuk
dilakukan Penyekoran sesuai
pedoman yang ada. 4.Pada pasien anak yang
dicurigai suspek TB Paru bisa di rujuk untuk Pemeriksaan tes
mantok atau foto rotgent 5.Dahak dikirim ke
laboratorium untuk diperiksa BTA-nya.
6.Setelah hasil Laborat dahaknya dinyatakan BTA positif
maka baru Dilakukan
pengobatan TB Paru dengan OAT. 7.Begitu juga dengan pasien anak anak setelah Tes mantok
dan hasil Foto Rotgen
positif maka baru dilakukan pengobatan TB Paru . |
|
6.Unit terkait. |
Bp Umum Laboratorium Apotik |
|
8.Dokumen Terkait |
Buku rekam medik Blangko TB 06 dan 05\ |
No comments:
Post a Comment